<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263</id><updated>2011-12-08T16:34:42.824+08:00</updated><category term='kajian'/><category term='opini'/><category term='refleksi'/><category term='harapku'/><category term='bisnis'/><category term='iseng'/><category term='artikel'/><category term='humor'/><category term='hikmah'/><category term='cerita'/><title type='text'>Aku Ada</title><subtitle type='html'>Aku mungkin tak lebih baik daripada siapapun, namun yang terpenting setidaknya aku BERBEDA!</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>58</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-4493253393436937955</id><published>2011-11-12T08:31:00.000+08:00</published><updated>2011-11-12T08:31:16.642+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><title type='text'>Ustad Entertainment</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;Tiap kali tak sengaja berjumpa tayangan gosip yg menampilkan behind the scene kehidupan para ustad, Entah mengapa saya tidak bisa untuk tidak berkomentar. Komentar negatif pastinya. Dan saya hampir bisa memastikan, suami saya pasti risih mendengarnya. Mungkinkah saya iri melihat kehidupan meeka yang nyaris sempurna? ah saya rasa tidak. Ini semacam penolakan diri saya terhadap status ustad yang disandangkan pada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini kawan...sejak kecil, gambaran ideal seorang ustad atau kyai yang ada di benak saya adalah seperti ustad/ kyai yang diperkenalkan ortu kepada saya. Mereka orang-orang yang tawadhu', berilmu tinggi, tiap lakunya mencerminkan hikmah dan kearifan, tidak menonjolkan diri, penuh keikhlasan. Meski tak bisa dipungkiri mereka memang tak sempurna, namun itu manusiawi sekali. Pada orang-orang seperti itulah ortu menitipkan saya untuk berguru. Guru-guru saya itu...berguru pada gurunya selama belasan bahkan puluhan tahun, disertai riyadhah dan ketulusan untuk mengajarkan ilmu, sehingga tak heranlah pada guru sekaliber mereka kami rela menyerahkan nyawa. Baliau-beliau juga memiliki sanad keilmuan yang jelas, hingga tak sedikitpun ragu untuk mengikuti jejek beliau.( Mungkin inilah salah satu penyebab santri tak begitu kritis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena dai muda yg kini sering saya jumpai...sungguh jauh dari bayangan ideal saya di atas. Tak dapat disangkal, cara penyampaian mereka memang menarik, hingga bisa diterima semua lapisan (kecuali saya mungkin). namun entahlah, saya tetap tak bisa menerimananya. Mematok tarif (ah, mungkin ini bukan sang ustad yg menentukan, tapi pihak menejemennya), mengobral kehidupan pribadi (bisa jadi ini bukan maunya si ustad, tapi pihak media yg memaksanya), kehidupan glamour bak selebritis (siapa tahu busana muslim karya desainer ternama yg selalu dikenakannya itu pemberian sponsor, jadi mubadzir kalo tidak dipakai) yang semuanya bertolak belakang dengan pemaknaan saya akan predikat dai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tak menampik, sangat sulit menemukan dai yang seperti gambaran ideal saya di atas, namun apa yang terlihat kini menampilkan segalanya dengan terlalu vulgar. Saya bahkan tercengang ketika seorang ustad bertitah di salah satu infotainment "..yah..karena kesibukan saya yang padat di dunia &lt;strong&gt;entertainment&lt;/strong&gt;..bla bla bla.." What..entertainment??&amp;nbsp; Menganggap dakwah bagian dari dunia hiburan? Semoga yang saya dengar itu salah. (ah, dia kan juga mengisi sinetron. Mungin itu yg dia maksud dunia entertainment, bukan dakwahnya). Ini makin menjadikan predikat dai yang disandangnya absurd. Mungkin hampir tiba saatny di mana dia akan menjelma menjadi salah satu pilihan profesi yang menjajikan, hingga menjamur acara pencarian bakat dai muda. Rasulullah sudah meramalkan, akan datang datang suatu masa, yang pada masa itu banyak orang lihai berceramah namun sangat jarang yang berilmu. Imam Ghazali berkomentar: Mungkin inilah masa yang dikisahkan Rasul itu, sehingga beliau dan ulama sholih semasanya saling berpesan untuk mewaspadai bahayanya, padahal beliau wafat pada tahun 505 H. Bagaimana dengan kita menyongsong tahun 1433 H ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah...pagi pagi sudah menggunjing. Maafkan saya, Kawan. Penilaian ini bersumber dari kotornya hati saya. Saya terus mencari jalan tengah untuk segera menyudahi pergulatan batin saya ini, namun belum berhasil menemukan formulanya. Bagaimanapun, mereka masih jauuuh lebih baik dari saya. Bisakah kalian membantu?&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;form action="/ajax/ufi/modify.php" class="live_301395959879667_131325686911214 commentable_item autoexpand_mode" data-live="{&amp;quot;seq&amp;quot;:0}" method="post" onsubmit="return Event.__inlineSubmit(this,event)" rel="async"&gt;&lt;input name="charset_test" type="hidden" value="€,´,€,´,水,Д,Є" /&gt;&lt;input autocomplete="off" name="post_form_id" type="hidden" value="5a8caa066a12dceaf1a459a9b419e19d" /&gt;&lt;input autocomplete="off" name="fb_dtsg" type="hidden" value="AQA9wyOY" /&gt;&lt;input autocomplete="off" name="feedback_params" type="hidden" value="{&amp;quot;actor&amp;quot;:&amp;quot;100000332927861&amp;quot;,&amp;quot;target_fbid&amp;quot;:&amp;quot;301395959879667&amp;quot;,&amp;quot;target_profile_id&amp;quot;:&amp;quot;100000332927861&amp;quot;,&amp;quot;type_id&amp;quot;:&amp;quot;14&amp;quot;,&amp;quot;source&amp;quot;:&amp;quot;2&amp;quot;,&amp;quot;assoc_obj_id&amp;quot;:&amp;quot;&amp;quot;,&amp;quot;source_app_id&amp;quot;:&amp;quot;0&amp;quot;,&amp;quot;extra_story_params&amp;quot;:[],&amp;quot;content_timestamp&amp;quot;:&amp;quot;1321057669&amp;quot;,&amp;quot;check_hash&amp;quot;:&amp;quot;33a4a01d33a269c9&amp;quot;}" /&gt;&lt;span class="UIActionLinks UIActionLinks_bottom" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;20&amp;quot;}"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/form&gt;&lt;form action="/ajax/ufi/modify.php" class="live_301395959879667_131325686911214 commentable_item autoexpand_mode" data-live="{&amp;quot;seq&amp;quot;:0}" method="post" onsubmit="return Event.__inlineSubmit(this,event)" rel="async"&gt;&lt;span class="UIActionLinks UIActionLinks_bottom" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;20&amp;quot;}"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/form&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-4493253393436937955?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/4493253393436937955/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2011/11/ustad-entertainment.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/4493253393436937955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/4493253393436937955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2011/11/ustad-entertainment.html' title='Ustad Entertainment'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-1423900959068710155</id><published>2011-09-10T23:35:00.000+08:00</published><updated>2011-09-10T23:35:28.928+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><title type='text'>Jangan Copas Tanpa Ijin please..</title><content type='html'>Sekian waktu tak menengok rumah lama..hufft..waktunya bersih-bersih. hehe&lt;br /&gt;Ada beberapa coment kawan yang belum terbalas (selama beberapa bulan), dan dari life traffic terlihat sesekali masih ada beberapa kawan yg kurang beruntung tersesat ke lapak sampah ini..hehe..ah..mungkin sya terlalu berlebihan..&lt;br /&gt;Yang mengingatkan akan rumah lama sya ini adalah beberapa pict yg asli saya ambil dan sya unggah di my lovely blog ini, tiba-tiba bertebaran di ruang fb..sya mengenalinya, sungguh. Ada sedikit rasa sesal, mengapa mereka mengambilnya tanpa permisi..&lt;br /&gt;Sya tau, mereka adalah saudara seperguruan saya, karena gambar yg mereka ambil adalah potret gedung tempat kami menimba ilmu..&lt;br /&gt;Apakah sya pelit? Ya, sya rasa demikian. &lt;br /&gt;Sya baru mengerti beginilah rasanya bila karya original kita dicopas tanpa ijin, seperti yg kadang sya lakukan..:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sya menyesal telah melakukannya..dan ke depan, sya berjanji takkan copas seenaknya tanpa seijin pemilik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-1423900959068710155?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/1423900959068710155/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2011/09/jangan-copas-tanpa-ijin-please.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/1423900959068710155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/1423900959068710155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2011/09/jangan-copas-tanpa-ijin-please.html' title='Jangan Copas Tanpa Ijin please..'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-5944046271720337526</id><published>2011-02-19T10:47:00.000+08:00</published><updated>2011-02-19T10:47:50.843+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita'/><title type='text'>Rindu Ayahku</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku rindu ayahku...Dulu aku masih bisa memeluknya tiap saat, tapi kini tak lagi bisa kulihat senyum yg tersembunyi di wajahny saat ku menciumnya. Tak&amp;nbsp; bisa lagi aku menggodanya. Tak bisa ku menyuapinya dengan roti-susu tiap pagi, memapahnya keluar kamar di tengah malam buta..ahh..tak bisa lagi..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ayahku telah berpulang 3 pekan lalu, Kawan. Ketika menulis posting ini, kurasakan napasku tercekat ditenggorokan..mataku panas berair. Sungguh aku merindukannya, Kawan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beliau org yg kuat, tapi sekuat apapun beliau,,stroke akhirnya menumbangkan beliau.. Yah, kebanyakan org akan menyerah pda serangan ketiga, tapi ayahku bisa bertahan hingga enam kali stroke menyapanya. Serangan pertama terjadi di tahun 2002, tapi beliau masih bsa kembali tegak berdiri..semakin lama semakin lemah, dan di tahun terakhir, beliau hanya terbaring di ranjang, sesekali duduk di kursi atau berjalan dgan dipapah. Aku bersyukur kr berkesempatan menjaganya hingga saat terakhirnya. Juga ku berterimakasih pda suamiku tercinta yg memberiku ijin tetap tinggal di rumah oragtuaku, merawat mereka..meski itu artinya kekasihku itu harus tinggal sendiri, berjauhan diluar kota sana. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lima hari menjelang kepulangannya, adalah saat terberat bagi kami. Sungguh tak tega melihat beliau kesakitan. saking lemahnya, tak kuat beliau merintih. Namun dari tiap desah napas yg keluar kami tahu, beliau terus berucap dlm hati..Allah..Allah..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Klimaksnya, malam terakhir itu beliau terlihat kesakitan..Tak ada&amp;nbsp; cairan urine yg keluar..artinya ada yg tak beres dg sistem pencernaannya. dokter uronologi menyarankan bedah utk bisa mengelurkan kotoran dri perut beliau. Kami menangis. Malam itu kami tak tidur, sama seperti malam2 sebelumnya. Tapi malam itu berbeda, kami larut dalam doa dan istighfar. Perawat beberapakali datang utk menanyakan persetujuan keluarga, kami masih bimbang. Bismillah, kami bulatkan tekad..Inilah bukti cinrta kami pda ayah. Ruang operasipun disiapkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pukul 6 keesokan harinya, seperti yg telah dijadwalkan, asisten dokter datang utk melihat kondisi ayah. Setelah cek ini-itu, ia pun manggut2 dan berpamitan akan melaporkan kondisi pasien pda dokter bedah. Hati kami tak henti meminta pertolongan Yg Kuasa. Kami menyeka ayah dengan air hangat, mengganti bajunya..membersihkannya. Aku ingat sempat berkata pda kakakku:' Mas, tangan ayah dingin..' "Iya, kakinya juga', jawabnya. Kami kira itu hnya pengaruh ruangan ber-AC. Tiba2 ayah muntah..keluar cairan berwarna hitam pekat, pertanda saatnya telah tiba. Tak lama prosesnya..dan beliau pun berpulang diiringi doa kami, kelurga yg sngat menyayanginya.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kami sedih, menangis. Tapi ibuku, org yg jelas paling merasa kehilangan, menguatkan kami. Beliau begitu bersyukur...inilah wujud pertolongan Allah yg kami minta selama ini. Pertolongan yg datang tepat di saat2 kami sangat membutuhkannya, tak berharap kecuali padaNya, pasrah akan segala takdirNya. Berbagai kemudahan juga kami terima, mulai perawat yg begitu pehatian, dokternya, semuanya....Pertolongan itu jga berwujud kelapangan hati kami, keikhlasan yg tentu akan begitu sulit jika tak mendapat uluran tangan kasihNya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak pernah ku menyesal merawat ayahku selama ini..Kinipun aku tetap bisa merawatnya, dengan memanjatkan doa untuknya tiap saat aku mengingatnya. Bukankah doa soerang anaklah yg sangat didamba org tua yg telah berpulang?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kematian bukanlah ketiadaan. Mereka hanya berpindah ke alam yg berbeda dg kita. Kita bisa berkomunikasi dg mereka melalui doa, dan mereka bisa menyapa kita melalui mimpi,,asal receiver kita dalam kondisi jernih.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Allahumma ighfir lahuu wa_rhamhu wa 'aafiihi wa'fu 'anhu&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-5944046271720337526?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/5944046271720337526/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2011/02/rindu-ayahku.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/5944046271720337526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/5944046271720337526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2011/02/rindu-ayahku.html' title='Rindu Ayahku'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-4175593638193075920</id><published>2011-02-19T09:54:00.000+08:00</published><updated>2011-02-19T09:54:20.322+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis'/><title type='text'>Mari Memakai Mukena dengan Benar</title><content type='html'>Sya tak pernah lupa membawa mukena dalam setiap perjalanan jauh. Meski sebenarnya tak sulit menemukan masjid yg menyediakan mukena, namun sepanjang pengamatan sya, mukena2 umum yg sya temui sungguh jauh dari bayangan ideal saya. Mukena itu tak terawat, kumuh, dan yg paling parah tak memenuhi syarat menutupi aurat dg sempurna. Padahal menutup aurat merupakan salah satu syarat sahnya sholat. Ada sebagaian yg ukurannya terlalu pendek, ada yg bgian wajahnya tak pas ukurannya sehingga memaksa rambut disudut wajah menyumbul keluar, lubang wajah terlalu besar, bordiran yg lubangnya terlalu besar tanpa kain rangkap..hufff...sya prihatin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya prinsip dalam memakai mukena sederhana saja: menutup semua anggota tubuh selain wajah dan telapak tangan. Berikut poin2 penting yg sering dilewatkan (dan karena basic pendidikan sya adalah pesantren salaf, maka standar merekalah yg sya pakai) dalam bermukena:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sya akui..mukena potongan memang lebih praktis dan modis, namun perlu diketahui bahwa mukena model ini sangat tidak direkomendasikan. Ini karena mukena potongan berpotensi menampakkan aurat dari bawah. Selain itu kita akan kesulitan melakukan gerakan2 sholat dg tetap menjga tak ada anggota yg tersingkap, seperti ketika takbir, rukuk, dan ketika sujud pun kita kesullitan menjaga tempat sujud tidak tertutupi mukena (dahi wajib menempel ke tenpat sujud, red)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagian tangan juga sering luput dari pengawasan. Mukena terusan kadang memuliki lubang tangan yg terlalu longgar..ini membuatu lengan bagian dalam terlihat, meski scra kasat mata tak tampak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dagu bagian bawah juga masih termasuk aurat, karena yg termasuk batas wajah adalah sampai tulang dagu, praktis dagu bawah hrus ditutup. Jadi ketika memakai mukena, bantalan kain yg ada di dagu hrus agak dimajukan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Oia, satu lgi..rambut biasanya sering memaksa muncul dari celah2 kain mukena dibelakang kepala. Ini bisa diwaspadai&amp;nbsp; dengan memakai kain handuk tipis untuk melapisi kepala belakang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Singkat kata, tak boleh ada lubang yg berpotensi menampakkan aurat.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Berangkat dri keprihatinan ini, sya akhirnya (mulai coba2) memproduksi mukena yg (sya usahakan) semaksimal mungkin menutup aurat. Dengan spesifikasi sbgai berikut:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Bagian wajah dilengkapi karet dibagian atas dan bantalan dagu dibagian bawah, shg bsa pas dg semua bentuk wajah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagian lengan jg dilengkapi karet di pergelangannya, shg tdk menampakkan lengan bag. dalam&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berbentuk terusan, dg sedikit aksen renda di bag. wajah, tangan, dada, dan ujung bawah, yg dharapkan bsa lebih mengantar pda kekhusyu'an dlm beribadah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bahannya adalah kain2 yg nyaman digunakan, spt sutra mukena, polino, dan ada jg silky (dg berbgai warna)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dilengkapi jg dg brosur pemakaian mukena scra benar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Harga terjangkau&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Bisnis ini sya mulai dg pondasi dakwah dan untuk mencari fadhol Allah (rizki) pastinya. Jika ada yg berminat, silahkan email y..&lt;br /&gt;Salam...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-4175593638193075920?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/4175593638193075920/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2011/02/mari-memakai-mukena-dengan-benar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/4175593638193075920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/4175593638193075920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2011/02/mari-memakai-mukena-dengan-benar.html' title='Mari Memakai Mukena dengan Benar'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-1080036983832918210</id><published>2011-02-19T09:12:00.001+08:00</published><updated>2011-02-19T09:12:44.839+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='humor'/><title type='text'>Surat Balasan Tuhan yang Dititipkan pada Polisi</title><content type='html'>&lt;div class="isi_artikel" style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Tuhan aku sedang butuh uang untuk pengobatan anakku..beri aku tiga ratus ribu saja Tuhan..kumohon” Begitu kira2 yg ditulis Pak Joni dalam suratnya. Surat yang aneh, karena di bagian kanan bawah amplopnya tertulis: Kepada Yth Tuhan Yang Maha Esa..di Tempat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pegawai kantor pos jelas kebingungan, bgaimana menyampaikan surat itu kpd Tuhan, sedang dy tak tahu dimana alamatNya,,mau tak menyampaikan, dia takut kualat.. Di tengah kebingungannya, datang seorang polisi, yg demi melihat alisnya bertaut tak karuan dia pun bertanya, “Ada apa gerangan wahai sahabatku?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pgawai Pos itu pun mengangsurkan amplop itu pda Pak polisi. Dengan sedikit ragu polisi itu akhirnya membuka surat itu. Hati2 dia membukanya..dan ia tercenung membaca isi surat itu. ‘Kasian sekali, pasti orang ini sedang sangat membutuhkan uang’, pikirnya. Ia pun memasukkan uang 150 ribu, sisa gajinya bulan ini ke dalam amplop dengan kop Kepolisian Republik Indonesia, lalu mengirimkannya ke alamat rumah Pak Joni yg memang tertulis lengkap dlm surat untuk Tuhan. Ia pun tersenyum membayangkan betapa gembiranya Pak Joni menerima balasan darinya..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dua hari kemudian, lagi2 petugas pos dibuat bingung dengan surat balasan Pak Joni pda Tuhan. Ia lantas memberikannya pda poisi yg tempo hari bertemu dgnya. Polisi itu pun membukanya, dan mukanya merah hijau membaca isi surat itu: “Dear Tuhan, terimakasih telah mengirimkan uang pdaku..tpi kumuhon, lain kali jangan Kau titipkan pda polisi…Engkau pasti jga sudah tahu kan, betapa korupnya polisi di negara kami…masa minta 300 ribu cma dikasi 150 ribu…”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;*ini cm fiktif belaka, jika ad yg tersinggung..itu memang sya sengaja..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;hehe..damai selalu.Pisssssssss&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-1080036983832918210?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/1080036983832918210/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2011/02/surat-balasan-tuhan-yang-dititipkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/1080036983832918210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/1080036983832918210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2011/02/surat-balasan-tuhan-yang-dititipkan.html' title='Surat Balasan Tuhan yang Dititipkan pada Polisi'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-1599831842207208062</id><published>2011-02-19T09:08:00.001+08:00</published><updated>2011-02-19T09:10:34.417+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita'/><title type='text'>Saya pun Menangis, Menyadari Hidup Ini Indah...Begini Adanya</title><content type='html'>&lt;span class="right sub_text_artikel"&gt;&lt;span class="coda_bubble"&gt;                          &lt;/span&gt;                     &lt;/span&gt;                                                                                    &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masih jelas terekam adegan demi adegan film yang saya tonton semalam, ‘Click’. Film ini mengisahkan seorang bapak paruh baya, pekerja keras yang diperbudak oleh pekerjaannya sebagai arsitek. Di awal cerita diperlihatkan kelurga kecil dengan dua anak yg tampak bahagia, andai ayah mereka pnya waktu lebih banyak untuk keluarga. Sayangnya sang ayah lebih mendahulukan tuntutan pekerjaan dengan dalih memperjuangkan kehidupan yg lebih layak untuk mereka. Cerita terus mengalir hingga si ayah bertemu dengan seseorang yg memberinya sebuah remote yg bisa digunakan mengendalikan kehidupannya. Sebuah remote ajaib yg pnya bnyak fitur aneh. Saat dia tekan tombol ‘mute’, dia tak mendengar ocehan tetangganya, saat anjingnya menggonggong liar dia bisa mengecilkan volume suara anjing itu dengan satu tombol. Dia pun bisa membuat alam sekitanya terhenti, kembali ke masa lampau dan mempercepat kehidupannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pria ini begitu bahagia. Dengan satu pijitan tombol semua masalah hidup berhasil dilaluinya dengan sukses. Tiap ada masalah, ia akan mempercepat waktu..kejadian ini terus berulang. HIngga romote itu terprogram secara otomatis. tiap bertemu masalah..waktu akan berputar dengan cepat. 1 hari..1 minggu….10 tahun..dan pria tadi tiba2 berada di tempat asing. Dia telah menjadi CEO di perusahaannya, tapi istri tercintanya menikah dengan pria lain, kedua anaknya telah beranjak dewasa, ayahnya meninggal dan ia sendri..ia melewatkan banyak hal penting dalam hidupnya. Dulu ia bermimpi ketika telah mencapai puncak karir, ia akan pnya bnyak waktu bersantai dg keluarganya, namun kesempatan itu ia lewatkan. Di akhir kisah ia&amp;nbsp; meninggal dalam kesedihan dan penyesalan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya -seperti pria tadi- dalam kehidupan nyata ini, sering memimpikan kehidupan yg penuh kemudahan. kebahagiaan yg instan. Tiap dihadang kesulitan saya selalu berharap segera melewati bagian terjal itu. Ingin sampai di puncak tanpa harus mendaki. Padahal, yg bernilai sesungguhnya bukanlah ending dari suatu pencapaian, namun pelajaran hidup yg kita dapatkan sepanjang perjalanan. Film ini mengingatkan saya untuk menikmati dan mensyukuri apa yg ada hari ini..agar di depan nanti tak ada penyesalan karena telah melewatkan hal2 kecil dalam hidup saya. Bukankah &lt;i&gt;Happines comes from enjoying small daily things?&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sya jga jdi sadar betapa saya mencintai diri saya, suami, keluarga dan seluruh kehidupan saya. Saya ingin melakukan terbaik yg bsa saya lakukan untuk mereka yg sya cintai hari ini, mumpung msih ada kesempatan. Bersyukur atas semua yg saya miliki, dan menjalani hari dengan segenap hati. Untung saja kejadian aneh dlm film itu hnyalah mimpi, andaikan itu knyataan dan saya yg mengalaminya..Dunia akhirat seisinya takkan bisa menebus penyesalan saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan saya pun menangis, menyadari hidup ini indah..begini adanya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-1599831842207208062?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/1599831842207208062/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2011/02/saya-pun-menangis-menyadari-hidup-ini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/1599831842207208062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/1599831842207208062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2011/02/saya-pun-menangis-menyadari-hidup-ini.html' title='Saya pun Menangis, Menyadari Hidup Ini Indah...Begini Adanya'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-2137971348654118109</id><published>2010-12-14T22:33:00.000+08:00</published><updated>2010-12-14T22:33:40.604+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iseng'/><title type='text'>Leganya Kembali ke Rumah..</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ah..nyaman sekali..rasanya seperti kembali ke rumah. Saya rindu blog ini. Posting terakhir sy buat hampir 4 bulan lalu. Yah, karena bertambahnya &lt;strike&gt;beban pikiran&lt;/strike&gt; kesibukan, banyak hal yg akhirnya saya harus puas merekamnya dalam hati saja. Sya merasa bersalah pada my lovely personal blog ini, karena telah meninggalkannya demikian lama, sibuk bertandang ke rumah teman2 di ranah fesbuk, sibuk bersosialisasi di lapak kompasiana..tapi makin ke sini saya makin yakin blog ini tak tergantikan. Fesbuk memang seru untuk mengobrol..mulai hal remeh temeh..sampai issue yg tergolong berat. Kompasiana apalagi. Di sana saya bertemu orang2 hebat dengan ide2 brilian yang menuntut saya untuk segera mengakselerasi kemampuan sya agar bisa mnyusul langkah atau sekedar memperpendek jarak dengan mereka. Aura kekerabatan begitu kental terasa disana.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun sya akui, ada kalany saya lelah dengan hingar bingar kehidupan di luar sana. Saya rindu rumah. Dan di sinilah saya sekarang, di tempat segala rasa tercurah. Di sini sya bisa menulis segala hal tentang saya dengan lebih personal, karena ini rumah saya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Membaca tulisan2 lama ternyta bs menghadirkan romantisme tersendiri. Rupa-rupa rasa yg tercurah dalam tiap baitnya memaksa angan melayang untuk sekedar mengingat kenangan yang pernah ada. Inilah yang mendorong saya untuk terus menulis. Sya harap dokumentasi perjalanan ini bisa memberi manfaat suatu hari nanti. Saat semangat mulai pupus, kenangan lama bisa menjadi doping untuk melejitkan kembali semangat juang. Yang harus saya lakukan sekarang adalah berusaha sekuat bisa, sedapat mampu menjadikan segala yang terjadi hari ini sebagai kenangan yang menyenangkan untuk diingat nanti..&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-2137971348654118109?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/2137971348654118109/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2010/12/leganya-kembali-ke-rumah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/2137971348654118109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/2137971348654118109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2010/12/leganya-kembali-ke-rumah.html' title='Leganya Kembali ke Rumah..'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-5303554912697900665</id><published>2010-08-03T10:21:00.000+08:00</published><updated>2010-08-03T10:21:42.509+08:00</updated><title type='text'>Banyak Jalan Menuju Allah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dikatakan, bahwa jalan menuju Allah itu banyak..sebanyak bilangan para pencari Allah itu sendiri. Hal ini setidaknya bisa kita tengok dari sirah para guru yang telah terbukti 'sampai' kepada Allah. Diantara beliau ada yang mengambil jalur (penyebaran) ilmu, ada pula yang memilih khidmat (pelayanan) pada ahli ilmu dan masyarakat, ada yang tenggelam dalam ibadah, istighfar, membaca alquran, dan macam2 jalan lain yang tak terhitung jumlahnya. Syekh Abdul Qadir al Jilani berkata: Aku bisa sampai pada Allah bukan berkat ibadah malam dan puasaku, namun karena dermawan, tawadhu' dan hati yang selamat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasululloh sendiri ketika ditanya tentang amal yang paling utama, beliau menjawab: "menggali sumur". Itu terjadi ketika madinah sedang sedang dilanda kekeringan, dan yang paling dibutuhkan masyarakat adalah air. Di lain kesempatan ketika sahabat yang lain bertanya dengan pertanyaan yang sama beliau menjawab: "Laa taghdhob!" Amal terbaik adalah menahan amarah, karena si penanya adalah orang yang emosional. Ketika yang bertanya adalah seorang yang memiliki ibu yang telah renta, "amal terbaik adalah berbakti pada ibumu", demikian Rasul menjawab. Ini menunjukkan bahwa amal terbaik untuk tiap-tiap orang itu berbeda, harus disesuaikan dengan peranan masing2.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu bagaimana kita memilih jalan untuk bisa 'sampai'? Salah satu prinsip yang harus kita pegang untuk menentukannya adalah hadist Nabi &lt;i&gt;"khairun naas anfa'uhum lin naas". &lt;/i&gt;Bagi seorang yang berilmu, mengajar tentu lebih baik baginya. Bahkan sekalipun karena kesibukan mengajarnya ia tak sempat beristighfar, tak perlu kuatir, karena malaikatlah yang akan memintakan ampunan untuknya. Bagi kepala keluarga, bekerja mencari nafkah bisa jadi adalah ladang ibadah terbaiknya, sekalipun tak lagi tersisa banyak waktu baginya untuk bertasbih. Dalam sebuah hadis Nabi: Seorang laki2 yang bekerja untuk menafkahi keluarganya, baginyat pahala&lt;i&gt; fii sabiilillah&lt;/i&gt;. Lelaki yang bekerja untuk menghidupi org tuanya, maka baginya pahala &lt;i&gt;fii sabiilillah&lt;/i&gt;, lelaki yang bekerja untuk menafkahi dirinya agar tak meminta-minta pada orang lain, baginya pahal &lt;i&gt;fii sabiilillah&lt;/i&gt;. Bagi pelajar, tentu belajarlah yang terbaik baginya, hingga nanti pada gilirannya ia mampu menyebarkan ilmu yang telah didapatnya. Bagi seorang ibu, mengurus keluarga dan mendidik anak adalah pilihan terbaik. Bagi mereka yang tak punya tanggungan kewajiban apapun pada orang lain, yang terbaik baginya adalah beristighfar, membac alquran dan rupa-rupa ibadah taqarrub kepada Allah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang harus kita ingat, Allah ta'ala menciptakan hidup dan mati tujuannya untuk menguji siapakah diantara kita yang paling baik amalnya. &lt;i&gt;Alladzi khalaqal mauta wal hayaata liyabluwakum ayyukum ahsanu 'amalan.&lt;/i&gt; Di luar ibadah wajib, kita bisa meraih predikat terbaik dengan melakukan segala yang terbaik sesuai posisi dan peranan kita. &lt;i&gt;wallahu a'lam bi shawaab&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-5303554912697900665?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/5303554912697900665/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2010/08/banyak-jalan-menuju-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/5303554912697900665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/5303554912697900665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2010/08/banyak-jalan-menuju-allah.html' title='Banyak Jalan Menuju Allah'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-5182805823635410541</id><published>2010-06-24T11:41:00.003+08:00</published><updated>2010-07-25T09:28:49.430+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><title type='text'>Banyak Bertanya Sesat di Jalan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku paling tak bisa membiarkan satupun pertanyaan berlalu tanpa jawaban. Apapun itu. Bahkan soal ujian yg jelas2 tak terjawab pun setelah keluar dari kelas akan ku cari jawabannya sampai ketemu. Pertanyaan yg tak terjawab bagai hantu gentayangan yg mengikutiku kemanapun aku pergi. Cara mengenyahkannya hanya satu: menemukan jawaban yang tepat untuknya, dan setelah itu sang hantu akan kembali ke liangnya dengan tenang. Ada satu kepuasan tak terlukiskan bila kita berhasil menguak suatu 'misteri'. Ada yang ajaib..sering kali ketika aku sudah berusaha sekuat bisa untuk memecahkan suatu persoalan, dan sampai di jalan yang -tampaknya- buntu namun aku tak menyerah, suatu saat jawaban itu akan datang dengan sendirinya dari jalan yang tak disangka2. Mungkin benarlah kata pepatah...&lt;i&gt;man jadda wajada&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat ini pun aku merasa terus dihantui pertanyaan2 tentang kehidupan. Mengapa harus begini? Ko ga begitu aja? Sampai kapan harus begini? Apa? Di mana? Bagaimana? Siapa? bla bla bla..Sungguh pusing aku memikirkan jawabannya..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya aku sampai pada pertanyaan sesungguhnya: Sebenarnya pada siapa pertanyaan (yang lebih pantas disebut protes ) ini kutujukan? Dengan malu2 akupun menjawab: Pada Allah, Tuhanku. Ah...aku semakin malu. Lihat, betapa bodohnya aku..Bukankah Ia sudah berfirman: &lt;i&gt;Laa yus_alu 'amma yaf'alu wa hum yus_aluuna&lt;/i&gt;. Sungguh tak pantas pertanyaan itu aku lontarkan padaNya...memangnya aku ini siapa? Aku yang tak memiliki apapun -bahkan tubuh yang kutempati ini-sungguh bukan siapa2. Kalau Allah mau buat begini, ya terserah Allah..Mau begitu...siapa yang melarang..lah wong Dia itu &lt;i&gt;the only one&lt;/i&gt; pemilik saham alam semesta. Hanya satu yang kuyakini, Dia Tuhan yang adil, tak mungkin menciptakan sesuatu tanpa ada tujuannya. Batu di tepi jalanpun punya tujuan penciptaan, apalagi aku. Dia pasti punya rencana..., walau kehidupan dan nasib bisa tampak berantakan, misterius, fantastis, dan sporadis, namun setiap elemennya adalah subsistem keteraturan dari sebuah designe holistik yang sempurna. Menerima kehidupan berarti menerima kenyatataan bahwa tak hal sekecil apapun yang terjadi karena kebetulan.(Andre Hirata punya euy!). Ahhh..tak ada pilihan lain selain bersabar dan tetap bersyukur hingga nanti suatu saat kehidupan menggiring ku pada satu jawaban atas semua pertanyaanku...(Dan tak ada alasan untuk menatap masa depan dengan kemarahan).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-5182805823635410541?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/5182805823635410541/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2010/06/tak-usahlah-kau-banyak-bertanya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/5182805823635410541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/5182805823635410541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2010/06/tak-usahlah-kau-banyak-bertanya.html' title='Banyak Bertanya Sesat di Jalan'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-2868034614935124596</id><published>2010-06-21T08:24:00.000+08:00</published><updated>2010-06-21T08:24:08.878+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Sebuah Doa</title><content type='html'>Tuhanku...Para pengemis tengah berhenti di pintuMu. Orang2 fakir tengah berlindung di hadapanMu. Perahu orang2 miskin tengah berlabuh di tepian laut kemurahanMu, berharap dapat singgah di halaman kasih dan saayangMu&lt;br /&gt;Tuhanku..&lt;br /&gt;Jika di bulan yang mulia ini Engkau hanya menyayangi orang2 yg menjalankan puasa dan sholat malam dengan penuh keikhlasan, maka siapa lagi yang akan menyayangi pendosa yang kurang beribadah, yang tenggelam dalam lautan dosa dan kemaksiyatan.&lt;br /&gt;Tuhanku...&lt;br /&gt;Jika Engkau hanya mengasihi orang2 yg taat, maka siapa lagi yang akan mengasihi orang2 yang durhaka.&lt;br /&gt;Sekiranya Engkau hanya menerima orang yang banyak amalnya saja, maka siapa yang akan menerima orang yang sedikit amalnya.&lt;br /&gt;Ilahyy&lt;br /&gt;Beruntunglah orang2 yang berpuasa&lt;br /&gt;Berbahagialah orang2 yang sholat malam&lt;br /&gt;Salam dan sejahteralah orang2 yang ikhlas&lt;br /&gt;Sedangkan kami hanyalah hambaMu yang berlumuran dosa&lt;br /&gt;Sayangilah kami dengan kasih sayangMu&lt;br /&gt;Bebaskan kami dari api neraka dengan maafMU&lt;br /&gt;Ampuni dosa-dosa kami dengan kasihMu&lt;br /&gt;Wahai yang maha pengasih dari segala yang mengasihi...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-2868034614935124596?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/2868034614935124596/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2010/06/sebuah-doa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/2868034614935124596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/2868034614935124596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2010/06/sebuah-doa.html' title='Sebuah Doa'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-2285232798973359592</id><published>2010-05-23T12:16:00.002+08:00</published><updated>2010-05-23T12:20:52.599+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><title type='text'>Long Journey</title><content type='html'>Pegang erat tanganku saat tubuhku terasa linu&lt;br /&gt;Kupeluk erat tubuhmu saat dingin menyerangmu&lt;br /&gt;Kita lawan bersama&lt;br /&gt;Dingin dan panas dunia&lt;br /&gt;Saat kaki telah lelah kita saling menopang&lt;br /&gt;Hingga nanti di suatu pagi salah satu dari kita mati&lt;br /&gt;Sampai jumpa di kehidupan yang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syair lagu sheila on 7 ini mewakili kekaguman saya akan pasangan kakek-nenek yg tampak (semakin) harmonis di usia senja mereka. Tapi yg lebih mengagumkan adalah mereka yg berhasil mempertahankan kesetiaan pd pasangannya hingga ajal menjemput. Mereka ini berhasil membuktikan kemenangannya atas 'sang waktu'. Saya angkat topi untuk mereka. Uban di rambut mereka mengabarkan betapa banyak yg telah mereka lalui bersama. Garis-garis di wajah mereka mengajarkan kebijaksanaan menyikapi hidup, kehidupan dan penghidupan. Mungkin ada kalanya cinta pd pasangan berkurang, atau bahkan hilang sama sekali. Tak mustahil juga (siapa tau) salah satu episode kehidupan mereka terusik oleh datangnya orang ke 3, 4, 5 atau 6.. Mereka telah melalui segala pasang surut kehidupan dengan rupa-rupa problematikanya, namun mereka berhasil melewati itu semua. Mereka berhasil menuntaskan kisah hidup mereka dengan sangat indah. Mengantarkan kepergian salah satu dari mereka dengan cinta yang tak berubah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terinspirasi menulis ini ketika subuh td saya mendengan kabar kepergian ibu Ainun Habibi (smoga Allah merahmati beliau). Yang tertangkap oleh sy, adalah sosok beliau sebagai istri dan ibu yg telah berhasil menuntaskan tugasnya dengan baik. Panas mata saya membayangkan bagaimana kelak akhir hidup saya. Perjalanan ini belum jua panjang, namun tak jarang napas terengah saat harus menyingkirkan batu besar yg menghalang di tengah jalan. Kadang terasa berat saat kaki harus tertatih mendaki bukit. "Ah, ini juga dialami siapapun yg baru memulai perjalanan", sy mncoba menghibur diri. Kabar baiknya, saya tak sendiri dlm pengembaraan ini. Apapun yg terjadi, harus terus berlari..sebelum napas terhenti. Selalu berusaha mnghadirkan yang terbaik, hingga kelak berhasil menuntaskan lakon kita dengan akhir yang indah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/S_irR6NG-uI/AAAAAAAAAIU/muPfcrqlmEs/s1600/long+journey.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/S_irR6NG-uI/AAAAAAAAAIU/muPfcrqlmEs/s320/long+journey.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-2285232798973359592?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/2285232798973359592/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2010/05/long-journey.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/2285232798973359592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/2285232798973359592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2010/05/long-journey.html' title='Long Journey'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/S_irR6NG-uI/AAAAAAAAAIU/muPfcrqlmEs/s72-c/long+journey.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-7936066129516753659</id><published>2010-05-20T12:17:00.000+08:00</published><updated>2010-05-20T12:17:09.570+08:00</updated><title type='text'>Apa Statusmu Hari Ini?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bukan hal yang asing, tiap masuk beranda fb kita akan ditodong pertanyaan: apa yang sedang anda pikirkan? Macam-macam jawaban yg diberikan. Ada yg skedar ngisi absen: otw..., lgi mkan, lgi mnum, lgi boker, lgi masak, lg kekunci di dapur dll..Ada yg mengungkap perasaannya, yg kbnyakan bernuansa picisan. Temanya berkisar kangen, cemburu, cinta tak sampai, cinta diam-diam, putus cinta, cinta monyet, kambing, kucing, gajah, badak..dll. Ada pula org baik yang membagi petuah cuma-cuma: ingatlah ..., jgn begini begitu, kalau begini nanti begitu, sesungguhnya begini maka perbanyaklah begitu, dan mcam2 wejangan yg laen. Ada yang berisi 'surat' pada tuhan: kuatkan aku Tuhan, maafkan aku, lindungi aku, mudahkan urusanku, lunasi utang-utangku, sembuhkan aku..and many more. Ada lagi yang skedar iseng nyari popularitas: pngn rebonding bulu kaki, abs ngrampok bank trnyata terlambat,duitny udh dbwa lari koruptor,&amp;nbsp; dan status ga penting laenny (ini yg paling menarik).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Motif mereka pun macem2. iseng, curhat (baca: buang sampah), menyampaikan pesan pd seseorg (biasany kr ga berani ngmong langsung), berbagi pngetahuan sampai mnyebarkan ideologi. Dengan motif apapun, ada kepuasan tersendiri bila ada yang mengapresiasi posting kita dg memberi komentar atau skedar mengacungkan 'jempol'. Ttg posting yg berisi surat kpd Tuhan, seorang kawan pernah mempertanyakan apa tujuannya..Toh tanpa diterbitkan di beranda fb pun Tuhan mengetahui doa, harapan bahkan sgala yg sedang, sudah dan akan kita pikirkan. Apa itu karena riya? Agar dipandang sbgai org yg alim, dekat dg Tuhan (kr brani mnyapaNya lewat fb), atau mungkin ada motif laen? Entahlah. aku tak bisa membca pikiran mreka satu persatu..tpi menurutku, mreka bukan riya, mreka hnya btuh media pelampiasan atas apa yg sdang mreka rasakan. mreka btuh tempat sampah, dan fb menyediakan space yg tak terbatas utk usernya membuang apapun yg ingin mreka buang, tnpa kuatir over loading. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalo setiap prtnyaan 'apa yg sedang anda pikirkan' kujwab jujur tentu jwabanku tak brubah spanjang waktu: dia! dia yg slalu aku pikirkan. dia dia dia dia dia dan hnya dia! (dg d kecil. Huh, nakal sekali!) dia yg slalu mengisi doa siang malam pgi dan soreku, yg slalu ada dalam detak napas dan hembus nadiku. yg&amp;nbsp; bukan lgi org lain bgiku, tp telah mnyatu dlm jiwaku (euleh euleh!) dia yg kuyakin akan mengantarku pd Dia.(dg D besar). Ini lah prjalanan panjangku...bersmanya. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-7936066129516753659?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/7936066129516753659/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2010/05/apa-statusmu-hari-ini.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/7936066129516753659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/7936066129516753659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2010/05/apa-statusmu-hari-ini.html' title='Apa Statusmu Hari Ini?'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-670550385730140769</id><published>2010-05-16T17:41:00.002+08:00</published><updated>2010-05-16T17:47:29.915+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Tajassum al A'mal</title><content type='html'>Sekecil apapun yang kita lakukan terdokumentasikan dengan baik dan nanti pasti akan bisa kita lihat wujudnya. Inilah yang dalam bahasa arab disebut Tajassum al a'mal atau perwujudan amal yang muncul dalam tiga bentuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama, amal-amal yang kita lakukan akan membentuk jatidiri kita. &lt;br /&gt;Menurut al Ghazali, penglihatan manusia itu ada dua macam: Mata lahir (bashar) dan mata batin (bashirah). Dengan bashar yang terlihat hanyalah khalq (tampilan fisik) yang semata-mata bayangan dari diri kita yang sebenarnya. Sedang dengan bashirah kita bisa melihat khuluq (wujud rohani yang kemudian menurunkan kata akhlak). Jadi akhlak adalah gambaran dari diri kita yang sesungguhnya. Wujud rohani itu akan tampak ketika akhir hayat kita, saat ruh terlepas dari 'pakaian' fisik. Amal-amal kitalah yang menentukan dengan wujud apa kelak kita dibangkitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua, amal-amal kita akan menjelma dalam wujud makhluk yang akan menyertai kita, sejak di alam kubur sampai di akhirat. Amal baik berwujud makhluk rupawan yang menemani, menjaga dan menyelamatkan kita, sebaliknya amal buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang ketiga, amalan kita akan berwujud dampak dan akibat. Amal baik akan berdampak baik da begitu pula sebaliknya. Amal adalah benih yang kita tanam. Apa yang kita tuai tergantung apa yang kita tanam. Dampak perbuatan kita itu tajk hanya menimpa kita, tapi bisa juga orang-orang di sekitar kita: anak, kerabat, masyarakat atau lebih luas bangsa dan negara kiita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, sekecil apapun yang kita lakukan, ucapkan, dan pikirkan harus kita timbang terlebih dahulu dengan akal sehat dan hati nurani, agar kelak kita tak kesulitan mempertanggungjawabkannya, mengingat '&lt;span style="font-style:italic;"&gt;buntutnya&lt;/span&gt;' yang demikian kompleks..tak hanya di dunia namun yang lebih penting di akhirat.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-670550385730140769?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/670550385730140769/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2010/05/tajassum-al-amal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/670550385730140769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/670550385730140769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2010/05/tajassum-al-amal.html' title='Tajassum al A&apos;mal'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-7631614558547149732</id><published>2010-05-12T23:35:00.000+08:00</published><updated>2010-05-12T23:39:32.267+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='harapku'/><title type='text'>Harapku</title><content type='html'>Duh Gustiii...hambaMu ini sedang mengeja, meraba, mencoba menyelami makna kehidupan. Sekali dua kali dia salah tapi untuk selanjutnya bimbing ia menemukan hakikat mutiara yang tersimpan nun jauh di dasar lautan. Dia masih di tepian saja, dan dia begitu takjub dengan berbagai panorama yang terhapar sejauh matanya memandang. Pasir putih, deretan nyiur, langit bersih, Laut jernih bak kaca yang tak sungkan memperlihatkan isi perutnya, dia mulai sibuk mengumpulkan kerang, udang, ikan-ikan kecil dan apapun yang dia temukan di tepi pantai..&lt;br /&gt;jangan biarkan itu semua memasung kakinya, GUstii..&lt;br /&gt;Jangan biarkan dia merasa cukup berdiri di tepian saja, tak mau ambil pusing dengan ombak yang akan mengantarkannya ke tengah lautan, untuk kemudian menyelam dan mencari 'mutiara'. Tuntunlah dia untuk selalu menjalani kehidupan ini seperti apa yang engkau kehendaki, jadikan dia hambaMu yang selalu bersyukur, legowo menerima apapun yang Engkau berikan padanya, jangan lepaskan dia dari rantai penjagaanMu dan belai kasih sayangMu. Mudahkan urusannya, kasihi dan lindungi dia, suaminya, orang tuanya, saudara-saudaranya, seluruh keluarganya, teman-teman dan gurunya, serta semua saudara seagamanya, berkahi kehidupan mereka semua, dan jadikan hari terindah mereka adalah hari pertemuan dengan Engkau...Amiin.  &lt;br /&gt;Sembah sujud padaMu ya Rabb&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-7631614558547149732?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/7631614558547149732/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2010/05/harapku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/7631614558547149732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/7631614558547149732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2010/05/harapku.html' title='Harapku'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-4066295779491353920</id><published>2010-05-12T22:27:00.002+08:00</published><updated>2010-05-12T23:35:20.048+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iseng'/><title type='text'>Andai Saja</title><content type='html'>Andai saja aku bukan aku, andai bukan mereka orang tuaku, andai aku tak punya kakak pertama yang bertangan besi, kakak kedua yang perasa dan seorang adik laki-laki yang penyayang lagi pengasih, andai aku tak dibesarkan dalam lingkungan yang konservatif, andai aku tak 'dikarantina' di komplek asrama bertingkat di tengah pemukiman padat Bangil selama bertahun-tahun, andai aku tak pernah berkumpul dengan kawan-kawan dan guruku, andai bukan dia suamiku, andai bukan ini jalan hidupku, andai aku tak pernah terpuruk, andai aku tak pernah ditimpa kesedihan, andai aku tak pernah limbung dihantam kebimbangan dan kegalauan, andai aku tak pernah dijerang api kerinduan,..tentu hidupku tak bisa lebih sempurna daripada saat ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matur nuwun Gustiii..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-4066295779491353920?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/4066295779491353920/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2010/05/andai-saja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/4066295779491353920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/4066295779491353920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2010/05/andai-saja.html' title='Andai Saja'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-4062857664010454398</id><published>2010-04-06T11:42:00.003+08:00</published><updated>2010-04-06T12:31:33.809+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Ikan Mati Kehausan di Dalam Samudra</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sudah lama ide menulis tentang topik ini tersimpan dalam draft otak saya..tapi karena tertindih banyak hal, baru sekarang lamunan saya itu terlahir nyata ke &lt;span style="font-style:italic;"&gt;blogsphare&lt;/span&gt;, setelah saya menemukan file yang hampir usang di tindih kemalasan. Karena vacum cukup lama, maaf kalau tulisan ini tak good reading. Yang terpenting adalah pesan saya bisa sampai pada anda yang tersesat di blog saya ini..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mulai dengan sebuah hikayat. Suatu ketika amirul mukminin Umar Ibn Khattab thawaf di ka’bah. Tiba-tiba beliau tersentak keheranan mendengar doa seorang badui..&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Allahumma ij’alni min al qalil&lt;/span&gt;..Sungguh beliau belum pernah mendengar doa seperti itu sebelumnya. Usai menunaikan thawaf, Sayyidina Umar memanggil badui tersebut guna bertanya perihal maksud doa yang dia panjatkan tadi. Si badui pun menjawab: bukankah dalam al quran disebutkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wa qaliilun min ‘ibaadiya asy syakuur&lt;/span&gt;..dan saya ingin Allah menjadikan saya termasuk golongan yang sedikit itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya simpulkan dari kisah di atas, bahwa orang yang bersyukur itu adalah spesies langka..yang hampir punah jika kita tak berusaha menjadi bagian dari golongan minoritas ini. Memang harus kita akui bukan hal mudah menjadi orang yang bersyukur. Rasa tidak puaslah yang mengikis rasa syukur kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa ketidakpuasan, dalam dosis yang tepat memang bisa menjadi cambuk bagi kita untuk naik ke jenjang yang lebih tinggi…dalam hal apapun…namun jika tak tepat, malah bisa menjadikan kita hamba yang kufur atas nikmat yang telah kita terima. Alih-alih meningkatkan kualitas personal, orang yang tak pandai bersyukur hanya menghabiskan umurnya untuk mencari kambing hitam. Selalu ada yang disalahkan..bisa  keadaan, orang-orang di sekitarnya, dan yang paling sering di dudukkan di kursi pesakitan adalah Tuhan. Di mata kaum yang tak tahu terima kasih ini Tuhan tak pernah benar.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Manusia itu memang makhluk penggerutu…lihat saja, saat kita tak punya pekerjaan kita akan merengek-rengek padaNya agar memberi kita pekerjaan. Saat sudah mulai bekerja sebagai karyawan biasa kita akan menuntut jabatan yang lebih tinggi..dan saat tuhan kembali menuruti permintaan kita..kita lagi-lagi mengeluhkan pekerjaan yang semakin menumpuk, waktu luang yang sangat berkurang dan tenggungjawab yang semakin besar. Yah, apapun yang dilakukan Tuhan memang tak pernah benar...bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sebagai manusia yang bahkan tak memiliki 1 % saham dalam diri kita ini sangat tak layak untuk melamar apapun kepada Allah, apa lagi sampai menuntut dan complain pada Sang pencipta semesta alam. Namun pada praktiknya, ternyata kita ini sungguh hamba yang  tak tahu diri. Nikmat yang kita terima dariNya dalam tiap tarikan napas tak terhitung jumlahnya, namun kita terus saja berunjuk rasa padaNya. Selalu ada alasan untuk tak puas dengan apa yang Dia berikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang bijak bestari dari india berkata: Aku tertawa mendengar ada ikan mati kehausan di dalam samudra. Inilah gambaran orang yang pernah bersyukur. Ikan adalah kita, manusia pengeluh ini. Sedangkan samudra adalah anugrah Allah pada kita. Kita sudah hidup dengan dilingkupi karunia yang demikian besar..yang karena saking besarnya, kita tak pernah menyadarinya, tapi mengapa masih ada saja celah -yang kita buat-buat sendiri- untuk kita merasa kurang?  Dengan sedikit kejernihan hati, kita bisa menyadari betapa berlimpahnya anugrahNya pada kita..Mereka yang pandai bersyukur akan melihat kehidupan ini begitu indah..bahkan dalam situasi terburuk sekalipun. Orang yang bersyukur memiliki hati seluas ribuan kali lapangan bola..yang membuatnya tetap tenang menjalani kehidupannya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ending tulisan ini rasanya masih menggantung, tapi biarlah..ini hanya sebagai permulaan. Insy posting selanjutnya segera menyusul..    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-4062857664010454398?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/4062857664010454398/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2010/04/ikan-mati-kehausan-di-dalam-samudra.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/4062857664010454398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/4062857664010454398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2010/04/ikan-mati-kehausan-di-dalam-samudra.html' title='Ikan Mati Kehausan di Dalam Samudra'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-2265843297517595712</id><published>2010-01-10T15:26:00.005+08:00</published><updated>2010-01-10T16:39:06.277+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita'/><title type='text'>Go Blog!</title><content type='html'>Sekitar 6 bulan yang lalu aku sempet komplai sama adekku. Pasalnya dia sama hapeny udh kayak sodara kembar siam dempet tangan, kga bisa dipisahin! Udh gitu dy jadi narsis bgt, bawaannya pgn poto-poto mulu..dimanapun dan kapanpun. Saking parahnya masa ke kamar mandipun hp dy bwa??? Usut punya usut, ternyata dy saat itu lagi keranjingan sama yang namanya fesbuk. Dy pun jadi suka senyum-senyum sndiri. Pusing aku ngeliatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampe beberapa bulan selanjutnya kondisiny tetep sama, malah makin parah. Pulsa hp 10 rb bisa ludes hanya dlm 2-3 hari. Parah bgt kn?? Kalo q omelin dy cuma bilang: lom tw rasanya fb-an siiih... Huh, diprovokasi kek gitu q panas juga. "Ok. skarang bikinin akun fb bwt aku!" tantangq. Dalam hati aku pengen buktiin kalo aku ga bkal terseret arus fb. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata kenyataan berkata laen. Q keasikan juga maen fb. Di situ aku ketemu temen2 yang kebanyakan tak pernah kutemui lagi sejak kami berpisah 4 taon yang lalu. Wah seru..tak hanya itu, temen2 yang dulu kalo ktemu hanya saling lempar senyuman ternyata di sini bisa berbincang bareng bgtu akrab. Banyak juga ketemu tmen2 baru..pendek kata q juga sibuk sama fesbuk...sampe sempet ambil cuti hampir 2 bln dari aktivitas bloging. Ibarat mainan..fesbuk saat itu emg lagi lucu-lucunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pi beberapa hari ne q jd mulai males sm produk virtualnya Mark Zuckerberg ini. Fb tak hanya mendekatkan org2 yg jauh,, pi juga menjauhkan org2 yg dekat. Bayangin aja, lagi duduk berdua sma suami bukannya ngobrol bareng pi malah sibuk sama hape masing2. Nyebelin juga waktu ngumpul bareng2 keluarga ternyata ada seekor yang ga nyambung diajakin ngomong gara2 fb. Udah gtu pulsa cpet abis dan ga ada manfaat konkrit yang q dapet. Q mulai sadar, menyambung silaturahim via fb itu penting, pi kita juga harus tw waktu. Dalam kaidah fiqih disebutkan &lt;em&gt;Kullu maa tajaawaza 'an haddihi in'akasa 'alaa dhiddihi&lt;/em&gt; segala sesuatu yang melewati batas itu akan berbalik dari hukum asalnya. Fb itu ada manfaatnya, pi kalo klewatan maka kerugiaan yang kita dapat, sadar atw tidak.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali aktif sebagai blogger, itulah pilihanq skr tanpa meninggalkan fb sepenuhnya, hnya mengurangi intensitasnya aja. Bloging kurasa lebih sesuai untukku. Q bisa mengungkapkan uneg2 (baca: buang sampah), berbagi ide, pengalaman, emosi, laporan peristiwa atw apapun yang kebetulan sedang melintas di benak. Menulis memberi kepuasan tersendiri. Menulis bisa membwa anganku melayang ke negri antah berantah..sejenak meninggalkan dunia nyata. Aq bisa &lt;em&gt;fly&lt;/em&gt; dengan menulis. Keinginanq jadi wartawan konvensional yang agaknya takkan terwujud juga terobati dengan menjadi bagian dari &lt;em&gt;cityzen journalism&lt;/em&gt;, aktivitas pemberitaan yang beralih ke tangan mayarakat sipil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tetep aja, ketika beraksi di blogsphere proporsi waktu harus slalu diperhatikan. Jngan sampe tugas2 di dunia nyata berantakan gara2 keasikan berselancar di dunia maya. Apapun yang terjadi kan kupertahankan blog ini sampe titik darah penghabisan, &lt;em&gt;insyaallah&lt;/em&gt;. &lt;em&gt;GO BLOG!&lt;/em&gt; (bukan dibaca: goblok)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-2265843297517595712?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/2265843297517595712/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2010/01/go-blog.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/2265843297517595712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/2265843297517595712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2010/01/go-blog.html' title='Go Blog!'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-5897481822993069389</id><published>2010-01-09T08:29:00.003+08:00</published><updated>2010-01-09T09:33:50.560+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kajian'/><title type='text'>Hierarki doa</title><content type='html'>Bayangkan jika suatu saat seekor anjing ganas mengejar anda. Anda sudah berlari sekuat tenaga, tapi anjing itu masih tetap mengejar. Anda sudah melemparinya dengan apapun yang terjangkau tangan anda, tapi ia masih tetap bertahan. Usaha apa lagi yang kira-kira bisa membebaskan anda dari ancaman hewan bergigi tajam itu? Jawabannya adalah memanggil pemiliknya. Mintalah tolong pada pemilik anjing itu agar ia menjinakkan hewan piaraannya, tentu bukan hal yang sulit baginya. Hanya dengan satu teriakan darinya: 'blackyyy...' masa depan anda segera terselamatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah seorang syaikh yang mulia dari madinah memberikan ilustrasi tantang pentingnya doa. Seringkali kita dihadapkan pada keadaan sulit yang sama sekali kita tak punya kuasa untuk mengendalikannya. Tak ada yang bisa kita lakukan kecuali 'memanggil' dan meminta pertolongan pada 'Sang pemilik masalah'. Tak ada yang sulit baginya, karena jika Allah yang memberi kita kesulitan maka hanya Dialah yang bisa menyelesaikannya. "Wa in yamsaska_llahu bi dhurrin falaa kaasyifa lahu illa huwa wa in yuridka bi khairin falaa ra_dda li fadhlihi". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa merupakan kekuatan dan energi yang tiada tara karena ia terhubung dengan Dzat Yang Maha Kuasa. Doa bagi seorang mukmin adalah senjata (silah) karena tidak ada perlindungan dan daya kecuali dari Allah. Doa yang benar akan membawa keteguhan istiqamah dalam prinsip hidup dan dengan doa seseorang akan memiliki sikap optimis, karena doa pada hakikatnya merupakan rintihan dan curhat hamba kepada al-Khaliq sebagai pemilik segala kekuatan dengan harapan curahan pertolongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa itupun bertingkat-tingkat, sesuai dengan tingkat kesadaran spritual seseorang. &lt;br /&gt;1. Yang paling rendah adalah doa kita, orang awam yang biasanya hanya berupa rangkaian perintah kepada Allah. doa ini sangat bersifat egosentris...meminta terwujudnya harapan dan terlindung dari hal-hal yang ditakuti. Tak ada yang salah dengan doa ini, hanya saja kurang &lt;em&gt;ta'addub &lt;/em&gt;. Belajar dari doa nabi Ibrahim ketika meminta kesembuha beliau berkata &lt;em&gt;"Wa idza maridhtu fahuwa yasyfiin"&lt;/em&gt; bukan berkata &lt;em&gt;"isyfinii"&lt;/em&gt; dengan menggunakan kalimat amar.&lt;br /&gt;2. Selanjutnya, saat kematangan seseorang makin meningkat, dia mulai sadar akan adanya kehidupan yang abadi kelak. Doanya mulai berkisar seputar ganjaran (surga) dan hukuman (neraka). &lt;br /&gt;3. Tingkatan selanjutnya diisi dengan doa meminta keridhaan Allah dan selamat dari murkaNya.&lt;br /&gt;4. Doa yang berisi pengakuan dan pengaduan seorang hamba dihadapan Tuhannya. &lt;br /&gt;5. Yang tertinggi adalah doa yang berisi bisikan-bisikan cinta dari seorang kekasih pada yang dikasihinya. Ini seperti yang kita tangkap dari munajatnya sayyidah Rabiaah al Adawiyah. Ia tak peduli walaupun dijauhkan dari surga dan dijerumuskan ke neraka..karena yang terpenting baginya adalah pengungkapan cintanya pada Sang Rabb..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilahy..maa aqrabaka minni wamaa ab'adani anka..demikian tertulis dalam munajat syeikh ibn athaillah. Allah begitu dekat dengan kita. Dia mengetahui segala keadaan kita, Dia menunggu kita untuk mendatanginya, kita saja yang terlalu sibuk dengan kegaduhan materialisme hingga tak mendengar jernih panggilanNya. Hanya rahmatNya yang kita harapkan, karena kita sama sekali tak punya sesuatu apapun yang bisa diandalkan...Imam ar-Razi mengatakan dalam pesan doanya: “Bagaimana aku berdoa kepada-Mu sementara aku berbuat maksiat, dan bagaimana aku tidak berdoa kepada-Mu padahal Engkau Maha Pemurah.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-5897481822993069389?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/5897481822993069389/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2010/01/hierarki-doa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/5897481822993069389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/5897481822993069389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2010/01/hierarki-doa.html' title='Hierarki doa'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-1751058541485565106</id><published>2010-01-01T09:11:00.004+08:00</published><updated>2010-01-01T15:30:18.812+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita'/><title type='text'>Me and My Self</title><content type='html'>Entah mengapa saat bercermin pagi itu tiba2 bayangan di cermin menyapaku..setelah beberapa lama ku terpaku, aku baru sadar ternyata dia adalah sisi lain dari diriku (yang selanjutnya ku sebut my self) Dia membuka percakapan dalam hening..&lt;br /&gt;My self :Woy pren..belakangan ko kliatan beda si?&lt;br /&gt;Me :Wah msih kliatan jg yah? Padahal aku udh berusaha brsikap sewajarnya loh&lt;br /&gt;My self :Kamu bisa boongin yang lain, pi bkn aku. aku kan kamu..kamu kan aku..&lt;br /&gt;Me :Yayaya..kmu bnar. kita ini satu, tak ada gunanya trz berpura2 smw baik2 sja..hany sja aku sendri bingung, apa sebenarnya masalahku?&lt;br /&gt;My self :Tak mw nengakui bahwa km bermasalah itulah masalah sebenarnya. Owh..c'mon, sdh waktuny kita ini saling terbuka&lt;br /&gt;Me :Bwt apa aku crita ke km..apa km bisa jamin bisa bantu mnyelesaikan masalhku?&lt;br /&gt;My self :Aku akan brusaha!&lt;br /&gt;Me :Aku limbung. Tersesat. Tak tw arah. Tak pny bekal. Tujuan kabur. Rsa percaya diriku pun  berada pd titik terendah sepanjang sejarah kehidupanku. Aku baru saja melewati turning point dalam hidupku..yang merubh segalanya..sayangnya aku tak punya peta perjalanan, yang menuntunku pada tujuan akhir. &lt;br /&gt;My self :Ayolah kwan..aku tak pernah melihatmu seperti ini, begitu menyedihkan!&lt;br /&gt;Me :Aku tak pernah mendapat penolakan. Dan ternyta itu begitu menyakitkan! Tiba2 saja semwa terjadi di luar kendaliku. &lt;br /&gt;My self :Kmu tak bole menyerah hny krn penolakan..ingat qt hidup tak sendri. kita berbagi bumi ini dengan milyaran manusia lainnya..masing2 pny keinginan, cita2, harapan, dan semwa ingin mewujudkannya. Nah krn gambaran ideal ttg khidupan masing2 org berbeda itulah terjadi benturan2 yang menggiring kita pada realitas yang mau tak mau harus kita terima.&lt;br /&gt;Me :jangan membuat kepalaku semakin pening! Aku hany ingin semwa terjadi seperti yg ku mau..&lt;br /&gt;My self :Dasar tak tahu diri! Kau mw jadi tuhan hah??!&lt;br /&gt;Me :Jangan berteriak di depanku! Aku benci kmu! &lt;br /&gt;My self :Oh maaf, maafkn aku, aku tak bermaksud seperti itu kawan..look, hidup dan nasib bisa tampak begitu berantakan, misterius. Tapi percayalah, semua sudah diatur dengan perhitungan yang seksama. tiap apa yang terjadi, baik pada kita atw siapapun adalah bagian dari desain holistik yang maha sempurna, yang menggiring kita pada tempat dimana seharusnya kita berada. &lt;br /&gt;Me :Aku masih tak bisa terima diremehkn org.    &lt;br /&gt;My Self :Biarkan saja. Memangnya mereka yang memberimu makan tiap hari, hah? Buktikan kalo kmu pantas dibanggakan! Kamu hebat dan kmu bisa melakukan apapun, asal mw bersungguh2. Mereka saja yang terlalu cepat menilai. Bilang saja pada mereka "just wait..and see..! &lt;br /&gt;Me :Hahay..kamu benar. Aku sudah berhasil melawati beberapa masa sulit sebelumnya, dan kali pun akan ku buktikan aku mampu melewatinya!&lt;br /&gt;My Self :Nah, itu bru diriku yang ku kenal. Tugas mu sekarang adalah mulai membuat peta perjalanan, memperhitungkan semua kemungkinan, mencari kesempatan..dan semangat!&lt;br /&gt;Me :Ah, rasanya terlalu berat.&lt;br /&gt;My self :Hey, kmu pnya masih pnya tuhan kawan..minta lah petunjuk padaNYA, Dy pasti akan tunjukkan jalanmu&lt;br /&gt;Me :Astaghfirullah, aku bru sadar betapa aku telah begitu jauh dariNYA, padahal Dia selalu melimpahkan nikmat dan rahmatNya untukku...&lt;br /&gt;My self :Bagus, kamu segera sadar&lt;br /&gt;My self :Sembah sujud buatMU ya Rabb&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-1751058541485565106?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/1751058541485565106/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2010/01/me-and-my-self.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/1751058541485565106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/1751058541485565106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2010/01/me-and-my-self.html' title='Me and My Self'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-2659775424668201829</id><published>2009-11-16T08:02:00.003+08:00</published><updated>2009-11-16T08:49:15.097+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita'/><title type='text'>Bahasa Amburadul</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;'Dek, aku siram dhisik..'&lt;/em&gt; teriakku pada adek sepupuku dari ujung pintu kamar. Kala itu, menjelang waktu ashar. Biasanya kami selalu berangkat bersama ke KM, pi karena ada hajat mendesak aku pamit meninggalkannya. 'Kok lucu sih mbak ngomongnya..' sahutan seorang teman sekamarku -yang ternyata diam-diam  memperhatikanku- menghentikan langkah cepatku. Aku dan adekku mengerutkan dahi. 'Iya, masa bwt diri sendiri aja pake bahasa &lt;em&gt;kromo inggil&lt;/em&gt;!' dia melanjutkan..Hmmm, bener juga. Siram memang adalah bahasa jawa tingkat tinggi berarti mandi yang biasanya diperuntukkan orarg yang lebih tua. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku jadi sadar kalau bahasa jawa yang sehari-hari kugunakan ternyata amburadul, melenceng sangat jauh dari pakem yang berlaku. Bahasa yang berlaku di keluargaku adalah modifikasi bahasa jawa, yaitu kolaborasi dari bahasa jawa &lt;em&gt;kromo&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;ngoko&lt;/em&gt; dengan campuran beberapa kosa kata bahasa indonesia yang sudah diadopsi menjadi bahasa jawa. Secara keseluruhan, bahasa kami terdengar aneh bagi mereka yang 'jawa banget'.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yang paling sulit bagiku adalah ketika berhadapan dengan orang yang lebih tua atau mereka yang harusnya ku hormati dengan penggunaan bahasa &lt;em&gt;kromo inggil&lt;/em&gt; yang baik dan benar. Pfiuuh..sangat menyulitkan! &lt;em&gt;That's why&lt;/em&gt;, saat berbicara dengan 'beliau-beliau' itu aku selalu bertutur dengan sangat perlahan. Bukannya sok kalem, pi aku masih butuh waktu sepersekian detik untuk berpikir. Ya, berpikir untuk mentraslit bahasa 'aneh'ku pada bahasa yang baku. Kadang untuk kosa kata yang tak kutemukan padanannya ku gunakan bahasa indonesia. Huh..pasti terdengar semakin aneh saja! Andaikan dinilai sopan, tentu dengan senang hati aku akan  menggunakan bahasa indonesia, tapi sayangnya itu tak wajar dikalangan kami. Padahal bahasa Indonesia adalah bahasa yang egaliter, tak ada kasta di dalamnya. Tapi berbahasa jawa dengan baik, tentu member kami poin plus dihadapan lawan bicara kami. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Walau kami asli keluarga jawa, pi sssttt...tahukah kalian..nilai bahasa jawaku dulu tak pernah di atas angka 7. Begitu pula teman-teman sekelasku. Minat mempelajari bahasa asing lebih besar dari pada bahasa ibu sendiri. Fakta yang memprihatinkan. Karna itu tak mengherankan kalau ada bahasa-bahasa yang tak bisa bertahan, karena pewarisnya tak mau melestarikannya. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-2659775424668201829?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/2659775424668201829/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/11/bahasa-amburadul.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/2659775424668201829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/2659775424668201829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/11/bahasa-amburadul.html' title='Bahasa Amburadul'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-7981112336721473961</id><published>2009-11-12T07:59:00.000+08:00</published><updated>2009-11-12T09:44:05.748+08:00</updated><title type='text'>Wawancara Imajiner dengan Hadlratussyeikh</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Wawancara Imajiner dengan Hadlratussyeikh&lt;br /&gt;Oleh: A. Mustofa BisriKetika Gus Dur menulis Wawancara Imajiner tentang Dr. Nurcholish Madjid di majalah Editor, dia memulai dengan ungkapan guyon cerdasnya: “Kalau dulu Christianto Wibisono mewawancarai Bung Karno secara imajiner, tidak berarti hak melakukan wawancara jenis itu menjadi monopolinya. Seandainya ia bisa menunjukkan hak paten tertulis sekalipun, baik dari lembaga domestik ataupun internasional, saya tetap saja dapat melakukan wawancara imajiner tentang Dr. Nurcholish Madjid. Sebabnya? Karena Christianto menjadikan tokoh yang diwawancarai itu sumber berita. Sedang saya hanya sekedar ingin “berkangen-kangenan” secara imajiner dengan tokoh saya. Ungkapan yang sama bisa saya kemukakan sekarang ini untuk mengawali tulisan latah saya ini. Ungkapan saya berkangen-kangenan mungkin kurang tepat, meskipun sekedar imajiner; karenanya saya beri tanda kutip. Soalnya yang kangen hanya saya dan saya tidak menangi tokoh yang saya kangeni itu. Dari apa yang saya dengar tentang Hadlratussyeikh dan rekaman-rekaman buah pikiran beliau yang berhasil saya kumpulkan sampai saat ini, saya memperoleh gambaran yang demikian jelas mengenai Bapak NU ini; sehingga saya merasa seolah-olah saya menangi beliau. Dan ketika saya, baru-baru ini, dihadiahi Kiai Muchit Muzadi copi kitab susunan Sayyid Muhammad Asad Syihab (cetakan Bairut) berjudul “Al’allaamah Muhammad Hasyim Asy’ari Waadli’u Labinati Istiqlaali Indonesia” (Mahakiai Muhammad Hasyim Asy’ari Peletak Batu Pertama Kemerdekaan Indonesia) dan dua kopi khotbah Hadlratussyeikh, kangen saya pun menjadi-jadi. Keinginan untuk melakukan wawancara imajiner dengan beliau pun tak bisa saya empet. Tiba-tiba saja saya sudah berada dalam majlis yang luar biasa itu. Suatu halaqah raksasa yang menebarkan wibawa bukan main mendebarkan. Kalau saja tidak karena senyum-senyum lembut yang memancar dari wajah-wajah jernih sekalian yang hadir, niscaya tak akan tahan saya duduk di majlis ini. Mereka yang duduk berhalaqah dengan anggun di sekeliling saya itu tampak bagaikan sekelompok gunung yang memberikan rasa teduh dan damai. Sehingga rasa ngeri dan gelisah saya berkurang karenanya. Begitu banyak wajah –ratusan atau bahkan ribuan- memancarkan cahaya, menyinari majlis. Ada yang sudah saya kenal secara langsung atau melalui foto dan cerita-cerita, ada yang sebelumnya hanya saya kenal namanya, dan masih banyak lagi yang namanya pun tak saya ketahui. Itu tentu Kiai Abdul Wahab Hasbullah! Wajahnya yang kecil masih tetap berseri-seri menyembunyikan kekuatan yang tak terhingga. Duduk di sampingnya, Kiai Bishri Syansuri, Kiai Raden Asnawi Kudus, Kiai Nawawi Pasuruan, Kiai Ridwan Semarang, Kiai Maksum Lasem, Kiai Nahrowi Malang, Kiai Ndoro Munthah Bangkalan, Kiai Abdul Hamid Faqih Gresik, Kiai Abdul Halim Cirebon, Kiai Ridwan Abdullah, Kiai Mas Alwi, dan Kiai Abdullah Ubaid dari Surabaya. Yang pakai torbus tinggi itu tentu Syeikh Ahmad Ghanaim Al-Misri dan yang di sampingnya itu Syeikh Abdul ‘Alim Ash-Shiddiqi. O, itu Kiai Saleh Darat, Kiai Subeki Parakan, Kiai Abbas Buntet, Kiai Ma’ruf Kediri, Kiai Baidlowi Lasem, Kiai Dalhar Magelang, Kiai Amir Pekalongan, Kiai Mandur Temanggung. Yang asyik berbisik-bisik itu pastilah Kiai Abdul Wahid Hasyim dan Kiai Machfudz Shiddiq, Kiai Dahlan dan Kiai Ilyas. Saya melihat juga Kiai Sulaiman Kurdi Kalimantan, Sayyid Abdullah Gathmyr Palembang, Sayyid Ahmad Al-Habsyi Bogor, Kiai Djunaidi dan Kiai Marzuki Jakarta, Kiai Raden Adnan dan Kiai Masyhud Sala, Kiai Mustain Tuban, Kiai Hambali dan Kiai Abdul Jalil Kudus, Kiai Yasin Banten, Kiai Manab kediri, Kiai Munawir Jogja, Kiai Dimyati Termas, Kiai Cholil Lasem, Kiai Cholil Rembang, Kiai Saleh Tayu, Kiai Machfud Sedan, Kiai Zuhdi Pekalongan, Kiai Maksum Seblak, Kiai Abubakar Palembang, Kiai Dimyati Pemalang, Kiai Fakihuddin Sekarputih, Kiai Abdul Latief Cibeber, Haji Hasan Gipo, Haji Raden Mochtar Banyumas, Kiai Said dan Kiai Anwar Surabaya, Kiai Muhammadun Kajen, Kiai Muhammadun Pondohan, Kiai Siradj Payaman, Kiai Chudlari Tegalrejo, Kiai Abdul Hamid Pasuruan, Kiai Badruddin Honggowongso Salatiga, Kiai Machrus Ali Lirboyo, Kiai, Kiai … Dan di tengah-tengah lautan Kiai dan tokoh NU itu Hadlratussyeikh bersila dengan agung, dengan wajah sareh yang senantiasa tersenyum. Namun, betapa pun jernih wajah-wajah mereka, saya masih melihat sebersit keprihatinan yang getir. Karenanya pertanyaan pertama yang saya ajukan –setelah berhasil mengatasi rasa rendah diri yang luar biasa- adalah: “Hadlratussyeikh, saya lihat Hadlratussyeikh dan sekalian masyayeikh yang ada di sini begitu murung. Bahkan di kedua mata Hadlratussyeikh yang teduh, saya melihat airmata yang menggenang. Apakah dalam keadaan yang damai dan bahagia begini, masih ada sesuatu yang membuat Hadlratussyeikh dan sekalian masyayeikh berprihatin? Apakah gerangan yang diprihatinkan?” Hampir serempak, Hadlratussyeikh dan sekalian masyayeikh tersenyum. Senyum yang sulit saya ketahui maknanya. Tampak Kiai Abdul Wahab Hasbullah sudah akan menjawab pertanyaan saya, tapi buru-buru Hadlratussyeikh memberi isyarat dengan lembut. Ditatapnya saya dengan senyum yang masih tersungging, seolah-olah beliau hendak membantu mengikis kegelisahan saya akibat wibawa yang mengepung dari segala jurusan. Baru kemudian beliau berkata dengan suara lunak namun jelas: “Cucuku, kau benar. Kami semua di sini, Alhamdulillah hidup dalam keadaan damai dan bahagia. Seperti yang kau lihat, kami tak kurang suatu apa. Kalaupun ada yang memprihatinkan kami, itu justru keadaan kalian. Kami selalu mengikuti terus apa yang kamu lakukan dengan dan dalam jam’iyah yang dulu kami dirikan. Kami sebenarnya berharap, setelah kami, jam’iyah ini akan semakin kompak dan kokoh. Semakin berkembang. Semakin bermanfaat bagi agama, nusa dan bangsa. Semakin mendekati cita-citanya. Untuk itu kami telah meninggali bekal yang cukup. Ilmu yang lumayan, garis yang jelas dan tuntunan yang gamblang.” “Jam’iyah ini dulu kami dirikan untuk mempersatukan ulama Ahlussunnah Wal Jama’ah dan para pengikutnya; tidak saja dalam rangka memelihara, melestarikan, mengembangkan, dan mengamalkan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah, tapi juga bagi khidmah kepada bangsa, negara dan umat manusia.” “Sebenarnya kami sudah bersyukur bahwa khitthah kami telah berhasil dirumuskan secara jelas dan rinci; sehingga generasi yang datang belakangan tidak kehilangan jejak para pendahulunya. Sehingga langkah-langkah perjuangan semakin mantap. Tapi kenapa rumusan itu tidak dipelajari dan dihayati secara cermat untuk diamalkan? Kenapa kemudian malah banyak warga Jam’iyah yang kaget, bahkan seperti lepas kendali? Satu dengan yang lain saling bertengkar dan saling cerca. Tidak cukup sekedar berbeda pendapat (ikhtilaaf), tapi sudah ada yang saling membenci (tabaaghudl), saling mendengki (tahaasud), saling ungkur-ungkuran (tadaabur), bahkan saling memutuskan hubungan (taqaathu’). Padahal mereka, satu dengan yang lain, bersaudara. Sebangsa. Setanahair. Seagama. Seahlissunnahwaljama’ah. Sejam’iyah.” “Laa haula walaa quwwata illa billah…” gumam semua yang hadir serempak, membuat tunduk saya semakin dalam. Dan saya merasakan berpasang-pasang mata menghunjam ke diri saya bagai pisau-pisau yang panas. Sementara Hadlratussyeikh melanjutkan masih dalam nada yang sareh, penuh kebapakan: “Yang pada bertikai itu; sebenarnya masing-masing sedang membela kemuliaan apa? Mempertahankan prinsip Islami apa? Sehingga begitu ringan mereka mengorbankan persaudaraan yang agung?” “Sejak awal saya kan sudah memperingatkan, baik dalam mukaddimah Al-Qaanun Al-Asasi maupun di banyak kesempatan yang lain, akan bahayanya perpecahan dan pentingnya menjaga persatuan. Dengan perpecahan tak ada sesuatu yang bisa dilakukan dengan baik. Sebaliknya dengan persatuan, tantangan yang bagaimana pun beratnya, insya Allah, akan dapat diatasi.” “Perbedaan pendapat mungkin dapat meluaskan wawasan, tapi tabaaghuudl, tahaasud, tadaabur dan taqaathu’ –apapun alasannya- hanya membuahkan kerugian yang besar dan dilarang oleh agama kita.” “Kalau di dalam organisasi, tabaaghudl, tahaasud, tadaabur dan taqaathu’ itu merupakan malapetaka; maka apa pula namanya jika itu terjadi dalam tubuh organisasi ulama dan para pengikutnya?” Hadlratussyeikh menarik napas panjang, diikuti secara serentak oleh ribuan gunung kiai. Suatu tarikan napas yang disusul gemuruh dzikir dalam nada keluhan: Laa haula walaa quwwata illa billah… Saya sedang mengumpulkan keberanian untuk mengatakan kepada Hadlratussyeikh bahwa warga jam’iyah baik-baik saja –kalaupun ada sedikit ketegangan itu wajar, kini sudah membaik- tak ada yang perlu diprihatinkan, ketika tiba-tiba beliau berkata: “Kau tidak perlu menutup-nutupi keadaan yang sebenarnya. Kami tahu semua. Mungkin keadaan yang sebenarnya tidak separah yang tampak oleh kami, namun yang tampak itu saja sudah cukup membuat kami prihatin. Kami ingin khidmah dan yang dilakukan jam’iyah ini sebanding dengan kebesarannya,” “Lalu apa nasehat Hadlratussyeikh?” Pertanyaan ini meluncur begitu saja tanpa saya sadari. “Nasehatku; lebih mendekatlah kepada Allah. Bacalah lagi lebih cermat Mukaddimah Al-Qaanuun Al Asasi dan Khitthah Jam’iyah. Fahami dan hayati maknanya, lalu amalkan! Dan waspadalah terhadap provokasi kepentingan sesaat ! Itu saja!” Mendengar nasehat singkat itu, tanpa saya sadari, saya melayangkan pandangan ke wajah-wajah jernih berwibawa di sekeliling saya. Semuanya mengangguk lembut seolah-olah meyakinkan saya bahwa nasehat Hadlratussyeikh itu tidaklah sesederhana yang saya duga. “Dan belajarlah berbeda pendapat!” seru sebuah suara yang ternyata suara Kiai Abdul Wahid Hasyim. “Berbeda pendapat dengan saudara adalah wajar. Yang tidak wajar dan sangat kekanak-kanakan adalah jika perbedaan pendapat menyebabkan permusuhan di antara sesama saudara.” Sekali lagi semuanya mengangguk-angguk lembut. Saya tidak bisa dan tidak ingin lagi meneruskan wawancara. Saya hanya menunggu. Ingin lebih banyak lagi mendengar nasehat. Tapi yang saya dengar kemudian adalah ayat Al-Quran yang dibaca dengan khusyuk oleh –masya Allah!- Kiai Abdul Wahab Hasbullah: “Washbir nafsaka ma’alladziena yad’uuna Rabbahum bilghadaati wal ‘asyiyyi yurieduuna wajhaHu walaa ta’du ‘ainaaka ‘anhum turiedu zienatal-hayaatid-dunya walaa tuthi’ man aghfalNaa qalbahu ‘an dzikriNaa wattaba’a hawaahu wakaana amruhu furuthaa.” (“Dan bersabarlah kamu bersama orang-orang yang menyeru Tuhan mereka di pagi dan petang hari mengharapkan keridhaanNya dan jangan palingkan kedua matamu dari mereka karena mengharapkan gemerlap kehidupan dunia ini dan jangan ikuti orang yang hatinya telah Kami lailakan dari mengingat Kami dan menuruti hawa nafsunya serta adalah keadaannya melampaui batas.”) Dan dengan berakhirnya bacaan ayat 28 Al-Kahfi itu, saya tak mendengar apa-apa lagi kecuali dzikir dan dzikir yang gemuruhnya serasa hendak mengoyak langit. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-7981112336721473961?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/7981112336721473961/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/11/wawancara-imajiner-dengan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/7981112336721473961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/7981112336721473961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/11/wawancara-imajiner-dengan.html' title='Wawancara Imajiner dengan Hadlratussyeikh'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-3157319274043074804</id><published>2009-11-01T15:18:00.003+08:00</published><updated>2009-11-01T16:13:48.960+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kajian'/><title type='text'>Allah Tidak Kejam</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Beberapa pekan terakhir ini rasa-rasanya dalam tiap tayangan berita di semua stasiun TV atau terbitan media cetak selalu diramaikan dengan kabar bencana alam yang silih berganti terjadi di hampir seluruh penjuru dunia. Di negeri kita saja, yang masih lekat dalam ingatan adalah gempa 7,3 SR di Tasikmalaya, disusul goncangan 7,8 SR di Padang yang dibarengi longsor di beberapa titik, banjir yang ironisnya bersamaan dengan kekeringan di beberapa wilayah lainnya, kebakaran hutan dan banyak peristiwa lainnya yang pastinya cukup banyak menguras air mata kita. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apakah ini semua pertanda Allah Sang pencipta alam sedang marah? Kebanyakan orang berpikir demikian. Mereka lupa kalau Allah itu maha pengasih. Kasih sayang dan rahmatNya mengalahkan amarahNya. Allah tidak seperti kita yang jika peraturan yang kita buat dilanggar akan marah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Al Quran menggunakan tiga kata untuk menjelaskan peristiwa yang tidak menyenangkan:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pertama,  MUSIBAH, untuk sesuatu yang tidak menyenangkan akibat ulah manusia. Al Quran mengisyaratkan, "tidak disentuh seseorang oleh musibah kecuali karena ulahnya sendiri". &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kedua, BALA, berupa sesuatu yang datang langsung dari Tuhan tanpa keterlibatan manusia, kecuali menerimanya. Dengan menurunkan bala, Allah SWT menguji untuk menampakkan kualitas seseorang.&lt;br /&gt;Ketiga, FITNAH, yang dalam bahasa Al Quran berarti ujian atau siksaan. Allah SWT berfirman, berhati-hatilah terhadap fitnah (bencana) yang tidak hanya menimpa orang-orang yang bersalah. Ini berarti bencana itu datang dari perbuatan seseorang atau kelompok, tetapi dampaknya mengenai orang yang tidak bersalah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketiga hal itu hendaknya tidak membuat manusia berburuk sangka, baik terhadap manusia maupun kepada Allah. Mereka yang hanya berpikir tentang ’sekarang ’ dan ’di sini ’ menganggap suatu bencana tidak fair sebab juga mengenai orang yang tidak berdosa. Manusia tidak boleh mempersalahkan Allah karena Dia tidak pernah salah. Jangan pula melemparkan kesalahan kepada orang-orang tertentu tanpa bukti yang jelas. Sebab, boleh jadi justru yang menuduh itu penyebabnya. Yang terpenting adalah introspeksi dan semangat untuk memperbaiki diri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Allah tidak kejam. Musibah yang terjadi  itu mempunyai beberapa arti yang hanya Dia saja yang tahu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt;, musibah itu memang boleh jadi merupakan hukuman Allah atas pembangkangan yang dilakukan manusia yaitu sebagai peringatan bagi yang bersangkutan agar segera bertobat. Manusia yang masuk dalam golongan musibah tipe ini, bila tidak sempat bertobat, sangat merugi. Karena di dunia dia dihukum, di akhirat pun dia tidak luput menerima hukuman &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kedua&lt;/strong&gt;, musibah itu merupakan 'pencucian dosa' atas kesalahan yang dahulu pernah dilakukan. Mereka yang masuk golongan kedua ini adalah orang-orang yang bertakwa, dia sebenarnya 'beruntung'. Karena, musibah itu baginya berfungsi sebagai penebus dosa-dosanya, sehingga dengan demikian kesalahannya itu tidak akan diperhitungkan lagi di akhirat nanti.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Ketiga,&lt;/strong&gt; makna musibah ketiga ini, yaitu sebagai ujian kenaikan peringkat di sisi Allah. Hal ini jelas nampak pada diri Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad adalah orang yang paling dicintai Allah, sekaligus orang yang paling berat menerima musibah musibah-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kita harus yakin bahwa apa pun musibah yang menimpa diri kita pada hakekatnya adalah baik. Allah tidak marah. Justru Dia sebenarnya ingin menolong agar kita terhindar masuk ke neraka. Bagi orang-orang yang bersalah musibah adalah peringatan, sedangkan bagi  orang yang tidak bersalah dan terkena musibah itu, Allah menjadikan dia alat untuk mengingatkan orang lain. Ketika Allah SWT menjadikan seseorang sebagai alat atau sarana, tidak mungkin orang itu disia-siakan. Bencana itu menjadi sarana pelebur dosa dan peningkat derajat baginya. Masalahnya sekarang berpulang kepada kita sendiri. Mampu atau tidak kita menterjemahkan "signal" Allah itu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Banyak musibah bisa dihindari -atau setidaknya diringankan- apabila setiap orang melakukan introspeksi, kembali kepada Tuhan, mohon ampunan, dan lebih mendekatkan diri kepada-Nya. Kalaupun kita jatuh dari lantai 10 sebuah gedung, mudah-mudahan kita jatuh di atas tumpukan jerami.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-3157319274043074804?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/3157319274043074804/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/11/allah-tidak-kejam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/3157319274043074804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/3157319274043074804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/11/allah-tidak-kejam.html' title='Allah Tidak Kejam'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-4440170246004381688</id><published>2009-10-25T20:56:00.003+08:00</published><updated>2009-10-25T23:04:45.228+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita'/><title type='text'>Jihad Terbesar</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Beberapa hari terakhir, perasaan saya tak menentu, campur aduk! Tak bisa dibedakan antara rasa manis, pahit, sepah, asem, asin..yang kalau dipikir jadinya kayak rasa rujak gobet! Pasti ada yang tak beres. Saya terus mencari...apa yang salah sebenarnya? Terlalu banyak hal yang kalau diingat bisa bikin napas sesak. Rasanya ada sesuatu dalam diri saya yang ingin memberontak, menagih, mengeluh dan menyalahkan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Belakangan baru saya sadari kalau 'sesuatu' itu adalah pikiran bawah sadar saya yang bekerja secara otomatis untuk melawan pikiran sadar saya. Dan tak hanya saya, bagi tiap orang musuh terbesar adalah dirinya sendiri. Bukankah Rasulullah seusai peperangan Badr sudah mengingatkan bahwa perang yang terbesar adalah &lt;em&gt;jihad an nafs&lt;/em&gt;.? Hati adalah medan pertempuran dan jalan terbaik untuk mengakhiri pertempuran itu adalah berdamai; yap..berdamai dengan diri sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berdamai dengan diri sendiri artinya bersyukur. Berusaha memahami setiap keadaan yang ada, mensyukuri kekurangan, tidak menyalahkan orang lain, dan dapat menerima sesuatu yang menimpa diri kita dengan lapang. Kehidupan ini dirangkai dengan peristiwa-peristiwa yang menggelitik emosi  seperti frustrasi, depresi, rasa sakit hati, sedih, bahagia dan hal-hal yang tidak dapat diramalkan. Kalau kita mampu berdamai dengan keadaan, berdamai dengan diri sendiri, maka hidup akan terasa lebih ringan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saya mendapat pencerahan dari sebuah situs:".. cari lebih dalam apa yang sebenarnya kamu rasakan.. di atas masalah yang kamu hadapi ada masalah di dalam hati kamu yang paling dasar yang belum terselesaikan! Dan kamu memang belum selasai .. Berdamai dengan dirimu lebih baik daripada kamu biarkan dirimu membangun dinding yang lebih kokoh untuk menutupi apa yang belum kamu selesaikan .. Semua sudah diperhitungkan .. dan kamu cukup punya hati yang besar saja untuk menerima hal terburuk sekalipun”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kita memang tidak bisa mengatur setiap kejadian yang menimpa kita, tetapi kita bisa kondisikan bagaimana diri kita beradaptasi dengan apapun yang terjadi, kalau kita mau. Berdamai dengan diri sendiri artinya memiliki hati yang lapang, yang dipenuhi kesabaran dan kepasrahan pada Yang Kuasa.  Pengendalian emosi, itulah intinya. Emosi yang terkendali menjauhkan diri dari tindakan agresif yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tak mudah memang, tapi..Huuuphff...sekarang napas saya terasa lebih lega...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-4440170246004381688?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/4440170246004381688/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/10/jihad-terbesar.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/4440170246004381688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/4440170246004381688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/10/jihad-terbesar.html' title='Jihad Terbesar'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-3872210222215164607</id><published>2009-10-15T12:24:00.002+08:00</published><updated>2009-10-15T12:50:36.003+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Makna Khaul Bagi Santri</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Minggu 18 Oktober yang akan datang, kami punya gawe besar: mengadakan pengajian umum dalam rangka khaul guru kami, KH. Muhammad Yahya. Walau acara puncaknya masih 3 hari lagi, namun kesibukan persiapannya sudah terasa sejak beberapa hari ini. Rangkaian acara peringatan khaul ini akan diawali dengan tahlil yang dilaksanakan malam nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada hubungan dengan &lt;a href="http://gading41.blogspot.com/2009/10/kyai-di-mata-santri.html"&gt;postingan saya terdahulu&lt;/a&gt;, bagi kami kyai adalah seorang yang diberi authoritas dan ditempatkan pada posisi tinggi dalam struktur atau susunan sosial masyarakat, bukan saja terbatas pada masa “sugengnya” saja, tetapi pengakuan itu juga diteruskan sampai pada masa sang kyai itu berada di alam barzah. Ini ditandai oleh apa yang kita kenal dan rasakan dengan upacara khaul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khaul artinya peringatan ulang tahun meninggalnya seseorang yang dalam praktiknya istilah khaul itu “hanya” dipersembahkan untuk tokoh-tokoh yang sangat dihormati oleh masyarakatnya dan bukan untuk warga masyarakat umum. Arti penting dari upacara-upacara khaul itu ialah : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pertama&lt;/span&gt;, meneguhkan perasaan hormatnya santri dan masyarakat sekitarnya akan peran dari figur kyai yang bersangkutan. Pada konteks ini, terutama bagi santri-santri, menghadiri khaul kyai mereka sama artinya dengan meneguhkan silsilah atau mata rantai keilmuan. Peneguhan itu semakin kentara dalam jamaah tarekat. Arti &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kedua&lt;/span&gt; dari acara khoul adalah pertemuan alumni. Pada acara temu alumni itu, bukan saja masing-masing alumnus bisa tukar pengalaman dalam kaitannya dengan perjuangannya menyebarkan ilmu di daerahnya masing-masing tetapi juga mempererat hubungan batin antaralumni dan antara alumni dengan badal atau wakil-wakil kyai, yang umumnya adalah putra-putra kyai sendiri atau kerabat dekatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan arti penting &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ketiga&lt;/span&gt; dari khaul adalah keteladanan. Pada setiap acara khaul kyai, sebetulnya secara tersirat mengingatkan kembali kepada figur dan prestasi yang disandangnya. Kealiman dan ketakwaan sang kyai tersebut kemudian dijadikan acuan keteladanan bagi generasi-generasi berikutnya. Semoga peringatan khaul Kyai Yahya yang diadakan rutin tiap hari Minggu terakhir bulan syawal ini menjadi momentum bagi kita untuk meneladani dan mer&lt;span style="font-style: italic;"&gt;efresh&lt;/span&gt; ajaran-ajaran beliau, bukan sekedar upacara simbolik yang kering makna. Amiiin...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-3872210222215164607?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/3872210222215164607/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/10/makna-khaul-bagi-santri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/3872210222215164607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/3872210222215164607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/10/makna-khaul-bagi-santri.html' title='Makna Khaul Bagi Santri'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-3563866092242242204</id><published>2009-10-14T09:49:00.002+08:00</published><updated>2009-10-15T12:22:23.965+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Kyai di Mata Santri</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hubungan antara santri dengan kyai atau gurunya dapat dianalogikan seperti batang pohon dan rantingnya. Ranting itu akan bisa terus hidup, tumbuh memanjang dan akhirnya berbuah selama tak terlepas dari batangnya. Sama dengan santri, yang akan mampu mengaplikasikan dan mengembangkan potensi keilmuannya (baca: mendapat ilmu manfaat) selama dia tetap  menjalin hubungan yang baik dengan lembaga tempatnya belajar serta segenap elemennya, bahkan setelah wafatnya sang guru ataupun selepasnya belajar di sana.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jalinan ini terwujud dalam tradisi 'sowan pada kyai' yang populer di dunia pesantren. Jika memang tidak memungkinkan bersilaturrahmi -karena berbagai alasan- maka doa dianggap cukup mewakili keinginannya untuk tak terpisah dari ' Sang batang pohon'. Namun  sesungguhnya, subtansi dari semua itu adalah tekat santri untuk terus mengamalkan ajaran Sang Guru, berjalan pada koridor yang telah beliau tunjukkan, dan memegang teguh norma-norma kebenaran dan adab yang didapatnya dari sang kyai, yang sebelumnya beliau dapat dari gurunya dan demikian seterusnya hingga mata rantai ajaran ini bermuara pada rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Santri dikenal memiliki loyalitas yang tinggi dan ikatan emosional yang kuat terhadap Sang Guru karena mengharap keberkahan dari ilmu dan ketakwaan beliau. Hubungan antara kyai dengan santri adalah hubungan sosial yang didasarkan dan diikat oleh moralitas keagamaan (religion morality’s tied), bukan oleh upah atas jasa mendidik, atau mengajar kepada santri dalam jumlah waktu yang tidak dibatasi. Seringkali kita dengar kisah santri-santri yang sebenarnya tak begitu bersinar prestasi akademiknya, namun karena keikhlasan dan ketaatan mereka pada kyai mereka mendapat keberkahan ilmu yang sangat didamba siapapun. Kalau 1 + 1 =2 dalam logika kita, maka dengan adanya barakah hasilnya bisa berpuluh bahkan beratus kali lipat.  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal ini dapat dimengerti, mengingat pesantren adalah lembaga edukasi yang tujuan pembelajarannya bukan hanya berorientasi pada transformasi pengetahuan dan keterampilan, namun lebih pada pembentukan karakter. Dalam proses pembentukan karakter ini figur dan prestasi sang kyai lantas menjadi sosok ideal (the ideal type) yang kemudian dijadikan acuan keteladanan bagi santri-santrinya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-3563866092242242204?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/3563866092242242204/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/10/kyai-di-mata-santri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/3563866092242242204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/3563866092242242204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/10/kyai-di-mata-santri.html' title='Kyai di Mata Santri'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-3832623520667725425</id><published>2009-10-08T14:54:00.002+08:00</published><updated>2009-10-08T15:55:06.483+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><title type='text'>Menyebalkan!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Kalau kalian bertemu dengan orang yang menyebalkan, biarkan saja. Mereka memang tercipta seperti itu, tercipta untuk membuat kita sebal! Tapi jangan terlalu cepat menjatuhkan vonis menyebalkan pada seseorang yang sikapnya 'engga bgt' di depan kita, karena bisa jadi sikap buruknya itu adalah respon balik dari sikap kita yang tak terlalu menyenangkan baginya. Singkat cerita, lihat dulu yang menyebalkan itu dia atau kita. Harus dialui, memang sebagian dari kita tercipta untuk menjadi cobaan bagi yang lainnya..hehe. Tapi kadang kalau menyebalkannya udah kelewat batas, bingung juga, mau introspeksi atau ngomel duluan??! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yang jelas, manusia itu tercipta dengan bentuk dan karakter yang berbeda. Bertemu dengan 10 kepala artinya bertemu dengan 10 macam kepribadian. Tak ada yang sama. Cara memperlakukannya pun berbeda. Saat seseorang mendapatkan perlakuan yang tak ia harapkan dari lawan bicaranya di situlah mulai muncul kata-kata: menyebalkan! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Payahnya, seringkali mereka yang kita anggap menyebalkan kita adalah orang-orang terdekat kita. Teori sederhana saya: makin dekat kita dengan seseorang makin leluasa kita melakukan apapun yang kita mau pada mereka. Pada orang terdekat, perasaan ingin dimengerti lebih kuat daripada mencoba mengerti. Dan mereka tak kuatir kita berpaling atas apa yang mereka lakukan. Contoh sederhana saja, kita lebih banyak mengomel pada tetangga atau adik kita?  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menyebalkan memang, jika harus bertemu dengan orang-orang yang menyebalkan. Tapi disadari atau tidak, mereka yang menurut kita menyebalkan itu telah memberi warna yang berbeda dalam hidup kita. Nikmati saja, anggap bergaul dengan mereka sebagai suatu eksperimen. Bisa kta amati bagaimana respon mereka menerima macam-macam perlakuan dari kita, sampai akhirnya kita menemukan cara yang tepat untuk 'menaklukkan' mereka.Perasaan senang, sebal, sedih, sakit, sesal, haru, bangga, it's all 'bout keseimbangan. Jika diramu dengan formulasi yang sesuai akan menjadi sebuah pelajaran yang berharga untuk perjalanan selanjutnya. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-3832623520667725425?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/3832623520667725425/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/10/menyebalkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/3832623520667725425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/3832623520667725425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/10/menyebalkan.html' title='Menyebalkan!'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-192713785151067987</id><published>2009-10-01T11:35:00.004+08:00</published><updated>2009-10-01T12:23:17.200+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita'/><title type='text'>Aku Berpikir Maka Aku...</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Saya sejujurnya begitu terpesona dengan ucapan Descartes: “Aku berpikir maka aku ada”. Begawan matematika ini mengajak kita membuktikan eksistensi kita melalui pikiran yang kemudian diterjemahkan dalam wujud nyata, bukannya sibuk mencitrakan diri kita melalui seperangkat atribut materi yang melingkari tubuh kita. Namun, untuk saat ini saya lebih senang dengan ucapan saya sendiri: “Aku berpikir maka aku pusing!”.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jangan berprasangka buruk dulu. Saya tidak pernah bermaksud menyia-nyiakan otak. Bukan pula saya lebih senang berbodoh-bodoh ria dengan tidak berpikir. Wah, bisa-bisa Pak Descartes bela-belain loncat dari kuburnya demi menjitak kepala saya...hiii.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Maksud saya adalah kita memang dianugrahi akal untuk berpikir, namun adakalanya rasionalitas terbentur oleh sebuah realita yang tak terjangkau akal kita. Ada saatnya berpikir, menganalisa, menentukan target dan menyusun strategi, namun ada garis batas yang tak bisa kita langgar. Garis itu adalah pemisah dari usaha dan hasil. Berusaha dengan segenap jiwa raga adalah tugas kita, sedangkan penentuan hasil adalah bagian dari takdir Allah. Kita tak bisa ikut campur terhadap hal-hal yang masuk ke ranah takdir. Di titik inilah berlaku idiom ‘aku berpikir maka aku pusing’.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Semut merah yang berbaris di dinding tentu akan menertawakan kita habis-habisan jika kita menghabiskan umur hanya untuk memikirkan hal yang bukan kewenangan kita. Apa gunanya kita memikirkan apa yang akan dilakukan Allah, sementara tugas yang seharusnya kita lakukan menjadi terbengkalai. Toh apa yang akan terjadi memang itulah yang seharusnya terjadi, dan akan tetap terjadi tak peduli kita mau atau tidak. Yang terpenting bagi kita adalah melakukan dan meminta yang terbaik kemudian mengembalikan segalanya pada Dia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Daripada kita jadi pusiiiing! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387481683800606482" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 95px; CURSOR: hand; HEIGHT: 124px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/SsQuDBzbxxI/AAAAAAAAAIM/H2fmxURS3k8/s400/imagesCA54UK1U.jpg" border="0" /&gt;&lt;a href="http://images.google.co.id/imgres?imgurl=http://1.bp.blogspot.com/_C5XPqzlI-_s/Re-_cNXHpuI/AAAAAAAAAE0/lL-LWYrKxEo/s400/pusing.jpg&amp;amp;imgrefurl=http://www.masarif.net/2009/02/page/2&amp;amp;usg=__qntwY71lEactlsr89zuQ8hIGny0=&amp;amp;h=400&amp;amp;w=308&amp;amp;sz=13&amp;amp;hl=id&amp;amp;start=21&amp;amp;um=1&amp;amp;tbnid=sLYsehr7bMjr_M:&amp;amp;tbnh=124&amp;amp;tbnw=95&amp;amp;prev=/images%3Fq%3Dberpikir%2Bpusing%26ndsp%3D20%26hl%3Did%26sa%3DN%26start%3D20%26um%3D1"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-192713785151067987?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/192713785151067987/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/10/aku-berpikir-maka-aku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/192713785151067987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/192713785151067987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/10/aku-berpikir-maka-aku.html' title='Aku Berpikir Maka Aku...'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/SsQuDBzbxxI/AAAAAAAAAIM/H2fmxURS3k8/s72-c/imagesCA54UK1U.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-7771656815623238874</id><published>2009-09-30T21:33:00.002+08:00</published><updated>2009-09-30T22:12:49.107+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita'/><title type='text'>Akuuuu Dataaang!!!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pfuiiih...Alhamdulillah. Akhirnya bisa juga aku kembali beraksi di &lt;em&gt;blogsphare&lt;/em&gt;. Postingan terakhirku tertanggal 21 Juni. Hmmm,, itu artinya 3 bulan 10 hari sudah aku 'menghilang'. Masa &lt;em&gt;vacum&lt;/em&gt; yang cukup lama, setidaknya cukup membuatku merasa gagap, seperti ketika pertama kali kujentikkan jemariku menulis di ranah blog. Banyak yang terjadi padaku dalam kurun 3 bulan itu, yang pastinya sangat ingin ku bagi bersama kalian. Namun, apa daya tangan tak sampai! Hehehe...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ada kejadian2 yang menyenangkan, mengharukan, meyebalkan dan mengejutkan yang demi mengingatnya kadang aku tersenyum simpul, menyembunyikan wajah di balik selimut atau mengepalkan tangan. Ingin ku ceritakan semuanya di sini, agar suatu saat bisa kukenang kembali, tak menguap begitu saja. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kondisi ayahku sudah semakin membaik, walo masih butuh waktu untuk kembali seperti sediakala. Ramadhan tahun ini terasa sangat spesial dengan hadirnya kawan2 baru. Kalian tau, aku habiskan 21 hari singgah di Kediri, akan ku ceritakan di postingan selanjutnya, insyaallah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Banyak pula ide-ideku yang selama ini tertampung di kepalaku. Agar memorinya tak sampai tumpang tindih, insy akan aku pindahkan juga ke blog ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Okeh, kita awali kembali perjalanan ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bismillah... &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-7771656815623238874?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/7771656815623238874/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/09/akuuuu-dataaang.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/7771656815623238874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/7771656815623238874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/09/akuuuu-dataaang.html' title='Akuuuu Dataaang!!!'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-8141077612793431601</id><published>2009-06-21T17:14:00.002+08:00</published><updated>2009-06-21T17:19:36.098+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita'/><title type='text'>Ayah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ayahku sejak Selasa pekan lalu dirawat di RS gara-gara hipertensinya. Minggu udah baikan dan dibolehin pulang, tapi rabu malam kondisinya drop lagi. Rabu pagi sebenernya ayah udah keliatan lebih fresh dari hari-hari sebelumnya, udah bisa turun dari ranjang bahkan duduk-duduk di ruang keluarga seperti biasanya sambil melihat ulah keponakanku yang selalu tak biasa. Sarapan berlangsung sukses, tapi pas waktu minum obat yang ukurannya segede gambreng, eh tiba-tiba tak bisa tertelan..setelah itu kondisinya terus menurun. Pas dibangunin buat makan siang, kondisinya lemez banget dan sulit berkomunikasi. Karena dalam riwayat medisnya sudah tertera 4 kali serangan stroke, jadi gejala gangguan kesehatan sekecil apapun harus diwaspadai…Waktu konsultasi ke dokter yang ngrawat ayah, dia bilang lebih baik kembali ke RS. Benar saja, waktu dicek , tekanan darahnya sih normal, tapi tak disangka gula darahnya Cuma 12 dari batas normal diatas 100. Agak aneh, karna selama ini ayah ga pernah punya masalah sama gula darah. Setelah beberapa hari dirawat tensi dan gula darahnya berangsur normal, walo belom stabil. Udah bisa diajak komunikasi, responnya udah baik tapi bicaranya masih belom jelas. Menurut penjelasan dokter sarafnya, itu karna ada stroke yang menyerang batang otak yang berhubungan dengan fungsi linguistiknya. Untuk memenuhi asupan kalorinya, dipasang selang di hidung untuk memasukkan susu langsung ke lambungnya, karna ayah sulit menelan bermacam makanan dan minuman sehubungan dengan gangguan di batang otaknya tadi.&lt;br /&gt;Kesian ayahku… dia mw bilang keinginannya tapi kita tak paham apa maksudnya. Ayah tergolek lemah di ranjang, walo sama sekali tak krasan di RS. Memegang tangan lemahnya dan menatap wajahnya yang sedang tidur mataku benar-benar panas. Aku ingat bagaimana ayahku yang penyayang selalu menuruti keinginanku dan sodara-sodaraku, bagaimana dia selalu bertanya berapa nilai ujianku, dan membubuhkan tanda tangannya di raporku dengan senyum terkembang. Ku masih ingat, suatu ketika ayah mengajak kami pergi tanpa memberitahu tujuannya…dengan muka ditekuk, kami pun terpaksa mengikuti ajakannya itu. Kami begitu surpraise setelah beberapa jam perjalanan melintasi gunung kapur yang membosankan kami sampai dihutan yang teduh. Jalan semakin berkelok dan di ujung hutan sana terlihat hamparan pasir putih dengan ombak yang tenang. Itulah pantai sendang biru di Selatan Malang. Ah...terima kasih Ayah!&lt;br /&gt;Tak hanya kali itu, ayah kerap memberi kejutan dengan mewujudkan keinginan kami yang kami sendiri tak sadar mengungkapkannya. Kalo kami inginkan sesuatu, ayah pasti mengingatnya dan jika saatnya sudah memungkinkan dia memberikan apa yang kami inginkan itu. Ayah orang yang disiplin, orang yang selalu on time dan penuh perhatian, walo kadang dia tunjukkan dengan caranya sendiri. Dia pun ramah dan supel dengan semua orang. Menyambung silaturrahmi adalah kegemarannya. Di saat musim kampanye pilpres seperti sekarang ini, bagi kami dialah yang paling pantas menjadi &lt;em&gt;top leader&lt;/em&gt; di keluarga kami.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Semoga Allah selalu mengasihi Ayahku sebagaimana dia menyayangi aku. Amin...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-8141077612793431601?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/8141077612793431601/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/06/ayah.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/8141077612793431601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/8141077612793431601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/06/ayah.html' title='Ayah'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-664934116440392210</id><published>2009-06-21T16:41:00.003+08:00</published><updated>2009-06-21T17:13:38.242+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Ijtihad Politik</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Euforia pilpres benar-benar menyemarakkan berbagai media kita belakangan ini. Baik media cetak ataupun elektronik seakan berlomba menyajikan informasi terkini dan terlengkap seputar pilpres. Mulai mengadakan acara debat resmi, talk show ringan bersama sang capres-cawapres, menampilkan profil kandidat plus visi misinya, dan apapun itu yang bisa menjadi referensi bagi kita untuk menentukan pilihan 8 Juli mendatang. Tak semuanya netral, ada juga beberapa acara yang dibuat untuk menyerang atau mengunggulkan salah satu pasangan kandidat. Kita sebagai konsumen yang harus pandai-pandai menilai.&lt;br /&gt;Pintu informasi sudah terbuka lebar, tapi beberapa kali saya iseng bertanya pada beberapa kawan dan keluarga apakah sudah menentukan pilihan, mayoritas menjawab belum! Mungkin inilah cermin dari rendah kesadaran masyarakat kita akan pentingnya pendidikan politik. Mereka masih menganggap dunia politik itu dunia yang sama sekali berbeda dengan dunia mereka. Mereka tak sadar, menghendaki pemimpin yang berkualitas harus dimulai dari menjadi pemilih yang berkualitas pula. Saya pun awalnya punya pemahaman yang sama seperti mereka, tapi setelah banyak informasi yang saya terima, saya pun menyadari pentingnya pemahaman yang utuh tentang politik, meskipun maaf saja, saya tidak sedikitpun berminat terjun ke politik praktis yang saya rasa sangat tak sesuai untuk saya yang (sok) idealis ini.&lt;br /&gt;Para kandidat pun harus memberi informasi yang benar pada masyarakat, terutama dalam mengiklankan dirinya. Iklan harus faktual dan ‘menjual’, dan karena faktor yang kedua itulah fakta yang disampaikan tak utuh, tapi dipilah dan dipilih yang menguntungkan saja. Semua pasti mengunggulkan diri sendiri dan menjatuhkan lawannya, tapi dari etika dan cara yang dipakai selama kampanye, kita bisa menilai seperti apa para kandidat itu sebenarnya. Ada yang agresif karena selalu menyertakan kecaman pada kandidat lain dalam materi kampanyenya, ada yang defensif karena sebagai &lt;em&gt;incumbent&lt;/em&gt; dia sudah merasa di atas angin yang menimbulkan kesan arogan dan membosankan, tapi ada juga yang sportif yang mengaku yakin menjadi yang terbaik tapi jika ternyata kandidat lain yang memenangkan laga ini, dia akan mendukung sepenuhnya sang ‘pemenang’ siapapun itu.&lt;br /&gt;Karena takut salah memilih banyak juga diantara kita yang tidak menggunakan hak pilihnya. Padahal, golput itu haram hukumnya jika kita merujuk pada fatwa MUI. Menurut hemat saya, asalkan kita sudah berusaha mencari informasi tentang siapa yang paling layak dipilih kalaupun ternyata pendapat kita salah, itu bukanlah suatu dosa. Bukankah seorang mujtahid yang berusaha mencari hukum jika pendapatnya benar mendapat 2 pahala dan jika salah tetap mendapat 1 pahala?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nah, masih ada waktu untuk mengenal lebih dekat sosok ketiga pasangan kandidat capres-cawapres kita ini. Jangan sampai kita memilih orang yang tidak layak memimpin kita..&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-664934116440392210?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/664934116440392210/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/06/ijtihad-politik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/664934116440392210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/664934116440392210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/06/ijtihad-politik.html' title='Ijtihad Politik'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-966184976668084554</id><published>2009-05-14T12:48:00.004+08:00</published><updated>2009-05-19T13:37:00.171+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Learn to Love</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Banyak hal-hal yang salah tapi karena terlanjur menjadi kebiasaan (jawa:kaprah) maka tak lagi dianggap keliru, itulah yang dinamakan salah kaprah. Salah satu kasus salah kaprah yang ingin saya angkat kali ini adalah tentang 'jatuh cinta'. Ketika mendengar kata ini yang terpikir di benak kita adalah bayangan tentang indahnya rasa yang (konon) bisa membuat orang serasa melayang-layang. Yang membuat saya heran, kita -sadar atau tidak- malah menyebut proses yang menyenangkan itu sebagai suatu kecelakaan dengan mengistilahkannya sebagai '&lt;em&gt;&lt;strong&gt;jatuh&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; cinta', padahal jatuh itu bukanlah hal yang diinginkan siapapun. Cinta juga bukanlah suatu kebetulan, namun suatu peroses pembelajaran. Saya lebih senang menyebutnya dengan &lt;em&gt;learn to love&lt;/em&gt; bukan &lt;em&gt;fallin love&lt;/em&gt;. Mencintai tak hanya sebatas perasaan antara lelaki-perempuan, tapi lebih luas mencakup seluruh perasaan sayang kepada keluarga, kawan, bahkan seluruh makhluk.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Cinta adalah proses pembelajaran, belajar untuk mengenal diri sendiri dan orang yang dicintai. Belajar untuk menerimanya dengan segala tentang dirinya. Belajar kompromi atas segala perbedaan. Belajar untuk meleburkan kata 'aku' dalam 'kita'. Suatu proses menarik yang berlangsung seumur hidup. Lebih jauh, mencintai sesama itu suatu tahapan awal untuk mencintai Allah. Tak ubahnya murid TK yang diawal pembelajarannya hanya mampu merespon hal yang konkret, kita pun akan sulit mencintai dan mengenal Allah, dzat yang ghaib jika kita belum mampu mencintai yang konkret yang dekat dengan kita, dimulai dari keluarga, pasangan, kawan dsb. Setelah berlatih mengalahkan ego kita dengan memprioritaskan kepentingan orang yang kita cintai, di situlah kita harus secara bertahap mengembangkan kepribadian kita dengan mencintai Allah, sumber segala cinta. Mencintai Allah dimulai secara hierarkis dengan mencintai RasulNya, mencintai segala perbuatan yang bisa mendekatkan kita padaNya, mencintai semua makhluk ciptaannya melebihi cinta kita pada diri kita sendiri. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam Ihya Ulumuddin, Al-Ghazali menyatakan adalah sebuah kebohongan besar bila seseorang mencintai sesuatu tetapi ia tidak memiliki kecintaan kepada sesuatu yang lain yang berkaitan dengannya. Al-Ghazali menulis; "Bohonglah orang yang mengaku mencintai Allah swt. tetapi ia tidak mencintai Rasul-Nya; bohonglah orang yang mengaku mencintai Rasul-Nya tetapi ia tidak mencintai kaum fuqara dan masakin; dan bohonglah orang yang mengaku mencintai surga tetapi ia tidak mau menaati Allah swt." Semua itu pada hakikatnya mengajarkan kita untuk mencintai hal-hal yang bersifat abstrak. Nilai tasawuf yang paling penting adalah kecintaan kepada Allah swt. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-966184976668084554?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/966184976668084554/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/05/learn-to-love.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/966184976668084554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/966184976668084554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/05/learn-to-love.html' title='Learn to Love'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-8396818556711628907</id><published>2009-05-08T10:26:00.005+08:00</published><updated>2009-05-08T11:13:17.912+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita'/><title type='text'>Balik ke Jaman Behaula</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Senang jumpa lagi&lt;em&gt;. As u know&lt;/em&gt;, ne postingan pertamaku di bulan Mei, walau sudah masuk hari ke-8. Setelah hampir 2 minggu vacum dari dunia perblogingan hamdallah...bisa bikin entri juga akhirnya. Garing banget lama OL. Internet memang bukan lagi sekedar &lt;em&gt;life style&lt;/em&gt;, tapi udah jadi kebutuhan. Jadi bagiku barang kebutuhan pokok itu ga cuma ada 9, tapi ditambah pulsa HP dan internet jadi sebbako (sebelas bahan pokok). :D&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dua pekan terakhir memang ada beberapa perubahan. Koneksi speedy di rumah udah aku berhentiin, abis bikin kantong jebol sih. Mw pake speedy yang pre paid, eh... jarak pemasangannya min. sebulan dari pemberhentian. Kata tellernya sih kesian petugas instalasinya. Makanya, ne tadi mumpung pas kluar aku sempetin mampir bentar ke warnet di sebelah Dieng plaza. Koneksinya cepet sih, tempat duduknya nyaman dan suasananya asik, deket dari rumah pula, cuma keyboardnya yang jadul banget! Kalo mencet kudu sampe bunyi tak tek tak tek gitu. Serasa make mesin ketik peninggalan kompeni.! Kayaknya abis ne aku musti mampir ke salon deh, ngerebonding jariku yang hampir kriting. Hhhe... &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selain itu jadwal talaqi ku juga ditambah. Aku putuskan untuk nginep sekalian ajah di asrama 3 hari dalam seminggu daripada musti bolak-balik ke Singosari dan biar lebih efektif-efisien. Jadilah dalam 3 hari itu koneksiku dengan dunia luar terputus sejenak. Tak ada internet, tak ada HP. Huaah... serasa balik ke jaman behaula. Yah mw gimana lagi, hidup adalah perjuangan yang butuh pengorbanan.. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Walo ga bikin entri, tapi tiap hari aku ga pernah lupa cek live traffic feed ku via Hp loh. Sukur deh, banyak yang nyasar ke 'Aku Ada' ini...walopun mungkin mereka bakal kecewa karna yang mereka temukan tak sesuai harapan. Btw, makasih bwt temen-temen yang udah mampir. Jangan kapok maen ke sini yah. Harap maklum ajah ki sanak, namanya juga blog anak bawang. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-8396818556711628907?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/8396818556711628907/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/05/balik-ke-jaman-behaula.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/8396818556711628907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/8396818556711628907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/05/balik-ke-jaman-behaula.html' title='Balik ke Jaman Behaula'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-4540617304074319467</id><published>2009-04-24T15:32:00.000+08:00</published><updated>2009-04-24T15:39:29.469+08:00</updated><title type='text'>Aku Ingin</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/SfFr-F06v_I/AAAAAAAAAIE/H1vsXvqvi9s/s1600-h/0006881.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5328158548616200178" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 306px; CURSOR: hand; HEIGHT: 206px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/SfFr-F06v_I/AAAAAAAAAIE/H1vsXvqvi9s/s400/0006881.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;“aku ingin mencintaimu dengan sederhana;&lt;br /&gt;dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api&lt;br /&gt;yang menjadikannya abu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku ingin mencintaimu dengan sederhana;&lt;br /&gt;dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan&lt;br /&gt;yang menjadikannya tiada…”&lt;br /&gt;— Sapardi Djoko Damono &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-4540617304074319467?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/4540617304074319467/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/04/aku-ingin.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/4540617304074319467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/4540617304074319467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/04/aku-ingin.html' title='Aku Ingin'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/SfFr-F06v_I/AAAAAAAAAIE/H1vsXvqvi9s/s72-c/0006881.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-109587777941797543</id><published>2009-04-22T12:09:00.004+08:00</published><updated>2009-04-22T12:33:37.011+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita'/><title type='text'>Mati Gaya Nih...</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pengen bikin postingan tapi bingung mau nulis apaan. Bukannya ga ada ide, tapi karna kebanyakan ide (halah?!) malah kaya gini nih jadinya...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nulis itu susah, tapi  ada yang lebih sulit: mulai nulis, dan bencana itu sekarang sedang menimpaku. Kalo sampeyan-sampeyan juga pernah ngalami yang kayak gini...bagi tips dunk! &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-109587777941797543?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/109587777941797543/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/04/mati-gaya-nih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/109587777941797543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/109587777941797543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/04/mati-gaya-nih.html' title='Mati Gaya Nih...'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-6254911780378147321</id><published>2009-04-18T09:34:00.006+08:00</published><updated>2009-04-19T09:22:29.868+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita'/><title type='text'>Pasrah Dalam Ketidakpastian</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Jumat siang kemarin aku sempatkan waktu mampir ke perpustakaan umum kota di jl. Ijen. Inilah tempat favoritku, tempat aku lari dari kenyataan. Setidaknya di sini aku bisa sejenak melepaskan beban pikiran dan menjelajahi berbagai sudut dunia, berkenalan dengan orang-orang hebat dan menelusuri peradaban klasik dengan imajinasiku. Entah mengapa, tak seperti biasanya hampir 30 menit berlalu dan aku belum bisa memfokuskan pikiran pada deretan huruf yang ada di depanku. Semua yang terbaca hanya sekedar berkelebat di mataku tanpa aku mampu menangkap maksud di dalamnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ku tinggalkan tumpukan buku di meja, beranjak ke sudut perpus tempat 8 unit PC yang tersambung dengan koneksi internet, layanan khusus untuk pemegang kartu anggota perpustakaan. Kuputuskan untuk berkelana di dunia virtual saja, sayangnya semua unit sedang terpakai. Kembali ku telusuri rak-rak buku yang berderet dengan malas, sampai aku terhenti di rak buku dengan tag biografi dan memoar. Kutemukan 1 judul yang menarik di sana: 168 Jam Dalam Sandera. Memoar ini ditulis Meutya Hafidz &lt;em&gt;-my fave anchour &lt;/em&gt;yang sekarang menyeberang ke dunia politik&lt;em&gt;-&lt;/em&gt; berdasarkan pengalaman pribadinya menjadi sandera mujahidin Irak ketika melaksanakan tugas jurnalistiknya Februari 2005 silam. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sek_nueBEeI/AAAAAAAAAH8/6mlW-xF6HKM/s1600-h/book01.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325857986063700450" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 103px; CURSOR: hand; HEIGHT: 160px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sek_nueBEeI/AAAAAAAAAH8/6mlW-xF6HKM/s400/book01.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Buku ini memang bukan &lt;em&gt;new release&lt;/em&gt;, cetakan pertamanya September 2007, tapi buku ini tetap menarik untuk dibaca (buku kan tak ada tanggal &lt;em&gt;expired&lt;/em&gt;nya). Ditulis dengan gaya novel flashback, memoar ini sungguh menarik. Sisipan pergulatan batin penulis membuat pembaca serasa ikut mengalami sepekan drama penyanderaan itu. Mengharukan dan menyentuh. Dia menceritakan bagaimana awal keterkejutannya dijemput paksa oleh 3 lelaki bersenjata di POM Bensin di Ramadi dalam perjalanannya ke Bagdad. Ketegangan terus berlanjut sampai ketika dia, rekannya Budiyanto dan Ibrahim, sopir berkebangsaan Yordania yang di sewanya ditinggalkan di sebuah gua sempit di padang pasir yang masuk wilayah konflik pejuang Irak dengan pasukan koalisi dengan 3 penjaga.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dia menceritakan bagaimana tersiksanya dia sebagai jurnalis yang terbiasa dinamis harus diam dalam ketidakpastian dan ancaman maut yang terus mengintai. Namun di luar dugaan, persahabatan yang tulus terjalin di gua kecil itu, antara yang tersandera dengan para penyandera. Perlakuan baik ditunjukkan para penyandera itu bak mereka menghormati tamu jauh, namun bagaimanapun penyanderaan itu –berapapun lamanya– merupakan tindakan perampasan hak-hak manusia. Dikisahkan pula berbagai usaha diplomasi yang dilakukan pemerintah RI dan kru Metro TV untuk membebaskan dua wartawan ini. Di akhir buku, Marty Natalegawa, jubir deplu RI menuturkan dengan runtut upaya yang dilakukan pemerintah untuk melindungi anak bangsany di negeri orang ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yang menarik, menurutku, ditulis di salah satu bagian bahwa di tengah keputusasaan saat usaha tak lagi ada jalan dan semua materi yang dimiliki tak membantu satu-satunya yang kita miliki adalah ALLAH, pelindung kita yang MAHA KUASA. Tak ada yang tak mungkin bagiNYA. Dengan pasrah dan meminta pertolongan kepadaNYA semua kesulitan yang terjadi akan terasa ringan kita menjalaninya. Iman yang teguh akan menuntun kita keluar dari kemelut. Tak hanya dalam penyanderaan, dalam semua kasus ketidakpastian dalam hidup ini, satu yang pasti: DIA selalu bersama hambaNYA yang mau berserah diri.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-6254911780378147321?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/6254911780378147321/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/04/pasrah-dalam-ketidakpastian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/6254911780378147321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/6254911780378147321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/04/pasrah-dalam-ketidakpastian.html' title='Pasrah Dalam Ketidakpastian'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sek_nueBEeI/AAAAAAAAAH8/6mlW-xF6HKM/s72-c/book01.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-36460501006952412</id><published>2009-04-15T17:51:00.006+08:00</published><updated>2009-04-22T07:17:56.439+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kajian'/><title type='text'>Kitab Suci Edisi Revisi</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sea6r6qxGWI/AAAAAAAAAHs/yk7bHgiFxWI/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325148873057966434" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 210px; CURSOR: hand; HEIGHT: 144px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sea6r6qxGWI/AAAAAAAAAHs/yk7bHgiFxWI/s320/images.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Percaya pada kitab suci yang diturunkan Allah merupakan salah satu pilar iman. Tak hanya pada Al Quran, namun juga kitab-kitab pendahulunya. Masalahnya, Taurat, Injil dan Zabur yang ada sekarang (yang biasa disebut kitab perjanjian lama, perjanjian baru dan Mazmur) diyakini telah banyak berubah. Kitab-kitab itu tak lagi menyeru pada tauhid (mengesakan Allah) yang merupakan inti ajaran agama samawi dan tak menjelaskan ihwal hari kiamat. Namun demikian tetap kita wajib mengimani kitab-kitab tersebut, caranya cukup dengan yakin seyakin-yakinnya bahwa Allah memang telah menurunkan kitab Taurat pada Nabi Musa, Injil pada Nabi Isa, dan Zabur pada Nabi Dawud. Tentang isi kandungannya, karena kita tahu sudah banyak intervensi manusia di dalamnya maka tak perlu lagi kita mempelajarinya karena Al Quran sebagai kitab pamungkas telah memuat pokok-pokok ajaran kitab terdahulu yang masih relevan dan menyempurnakannya. Mempelajari Al Quran sama artinya dengan mempelajari kitab-kitab pendahulunya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Al Quran sangat menghargai kitab-kitab terdahulu. Hal ini bisa kita lihat dalam Al Baqarah:4 yang menuntut umat Islam untuk mengakui eksistensi kitab terdahulu. Selain itu Al quran juga berfungsi sebagai verifikator, batu ujian bagi kitab terdahulu (Al Maidah:48), sebagai referensi untuk menghilangkan perselisihan pendapat antara umat-umat rasul yang berbeda (An Nahl:63-64) dan meluruskan sejarah yang telah banyak diselewengkan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tak berlebihan rasanya jika kita menyimpulkan bahwa al Quran adalah edisi revisi dari kitab-kitab terdahulu yang telah banyak dirusak dengan campur tangan manusia. Mereka merubah isinya demi memenuhi hasrat nafsu duniawi semata. Mereka menukar akhirat dengan harga yang sangat tidak pantas. Al Quran datang untuk kembali memurnikan ajaran tauhid dan meluruskan berbagai kekeliruan yang terjadi. Kalau ada edisi revisi, mengapa harus memilih versi lama?&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-36460501006952412?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/36460501006952412/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/04/kitab-suci-edisi-revisi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/36460501006952412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/36460501006952412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/04/kitab-suci-edisi-revisi.html' title='Kitab Suci Edisi Revisi'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sea6r6qxGWI/AAAAAAAAAHs/yk7bHgiFxWI/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-3749318756672750170</id><published>2009-04-08T15:09:00.003+08:00</published><updated>2009-04-08T16:44:09.519+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><title type='text'>Maaf, Bukan Menghakimi, Hanya Koreksi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Besok pemilu yah? Beneran besok? Heran, barusan dalam kabar pemilu yang di up date tiap jam oleh beberapa stasiun TV beritanya masih sama dengan seminggu lalu: tentang logistik pemilu yang belum tersalurkan maksimal dan DPT yang amburadul di berbagai daerah. Yakin besok pemilu? Aku makin gamang waktu ibuku bilang: "Kok undangan buat nyontreng belom dateng yah?" Jangan-jangan ditunda hingga waktu yang tidak ditentukan..Owh, jangan Kau biarkan itu terjadi ya Allah..Image negara kami sebagai negara demokrasi terbesar sedang dipertaruhkan!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Buat menggelar pesta sebesar ini, memang dibutuhkan dana yang tak main-main. Fantastis. Konon, APBN kita terkuras 21, 8 T untuk biaya pemilu tahun ini, 9 kali lebih besar ketimbang anggaran yang (cuma) 2,3 T pada pemilu 2004 lalu. Waw! Sangat disayangkan bila biaya sebesar itu sia-sia, tidak menghasilkan anggota legislatif yang berkualitas yang pada gilirannya berpengaruh juga pada pilpres Juni mendatang. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dana yang besar mustinya diimbangi dengan kinerja EO (baca:KPU) yang profesional! Tapi nyatanya, bukan hanya persiapan pra pemilu yang mengkhawatirkan, pelaksanaan dan proses penghitungan pun rawan kecurangan.  Meskipun pejabat KPU (secara verbal) meyakinkan kalau validasi sudah sesuai ketentuan, kenyataan berkata lain. Manipulasi suara rakyat yang -tak dapat dipungkiri- terjadi di beberapa pilkada juga makin membuat rakyat was-was, akankah KPU sukses mengawal pemilu tahun ini? Maaf, bukan menghakimi, hanya koreksi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Semoga dosa-dosa kita yang bagai pasir tak terhitung tak membuat Allah yang Maha Pengasih murka dan menghukum kita dengan memberi pemimpin yang tak layak memimpin dan semoga Dia masih memberi kesempatan kita untuk berbenah menjadi lebih baik dengan memilihkan pemimpin-pemimpin yang terbaik. Amiin.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;NB: Ssstt..sampai sekarang aku belom tw, kedaftar apa ga di DPT. Emang serius pemilunya besok?&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-3749318756672750170?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/3749318756672750170/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/04/maaf-bukan-menghakimi-hanya-koreksi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/3749318756672750170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/3749318756672750170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/04/maaf-bukan-menghakimi-hanya-koreksi.html' title='Maaf, Bukan Menghakimi, Hanya Koreksi'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-2789921277526294864</id><published>2009-04-07T21:17:00.003+08:00</published><updated>2009-04-07T21:37:57.104+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='humor'/><title type='text'>Pesan Direktur</title><content type='html'>Berikut adalah sebuah cerita tentang bagaimana sebuah pesan dikomunikasikan secara hirarkis dalam sebuah perusahaan, dari Direktur hingga ke karyawan bawahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari: Direktur - Kepada: General Manajer&lt;br /&gt;“Besok akan ada gerhana matahari total pada jam sembilan pagi.Ini adalah kejadian yang tak bisa kita lihat setiap hari. Untukmenyambut dan melihat peristiwa langka ini, seluruh karyawan dimintauntuk berkumpul di lapangan dengan berpakaian rapi. Saya akanmenjelaskan fenomena alam ini kepada mereka. Bila hari hujan, dankita tidak bisa melihatnya dengan jelas, kita berkumpul di kantinsaja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari: General Manager - Kepada: Manager&lt;br /&gt;“Sesuai dengan perintah Direktur, besok pada jam sembilan pagi akanada gerhana matahari total. Bila hari hujan, kita tidak bisa berkumpuldi lapangan untuk melihatnya dengan berpakaian rapi. Dengan demikian,peristiwa hilangnya matahari ini akan dijelaskan oleh Direktur dikantin. Ini adalah kejadian yang tak bisa kita lihat setiap hari.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari : Manager - Kepada : Supervisor&lt;br /&gt;“Sesuai dengan perintah Direktur, besok kita akan mengikuti peristiwahilangnya matahari di kantin pada jam sembilan pagi dengan berpakaianrapi. Direktur akan menjelaskan apakah besok akan hujan atau tidak.Ini adalah kejadian yang tak bisa kita lihat setiap hari.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari : Supervisor - Kepada : Koordinator&lt;br /&gt;“Jika besok turun hujan di kantin, kejadian yang tak bisa kita lihatsetiap hari, Direktur, dengan berpakaian rapi, akan menghilang jamsembilan pagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari : Koordinator - Kepada : Semua Staff&lt;br /&gt;“Besok pagi, pada jam sembilan, Direktur akan menghilang. Sayangsekali, kita tidak bisa melihatnya setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;humor diatas menggambarkan bagaimana seorang perawi hadist mempunyai syarat-syarat yang sangat berat, tidak boleh berbohong, melakukan dosa kecil skalipun, hafal beribu-ribu hadits, dll. karena takut pesan dari seorang Rasul untuk umatnya akan mengalami distorsi seperti humor diatas. jadi jangan meremehkan riwayat &amp;amp; sanad dari sebuah hadits karena itu merupakan teknologi kita dan masih diakui kehebatannya.???&lt;br /&gt;(sumber: &lt;a href="http://indri-n-friends.super-forum.net/humor-f19/text-pesan-direktur-t837.htm"&gt;http://indri-n-friends.super-forum.net/humor-f19/text-pesan-direktur-t837.htm&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-2789921277526294864?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/2789921277526294864/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/04/pesan-direktur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/2789921277526294864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/2789921277526294864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/04/pesan-direktur.html' title='Pesan Direktur'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-8274168102854552260</id><published>2009-04-07T08:17:00.004+08:00</published><updated>2009-04-07T09:52:23.177+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Sekilas Tentang PP. Salafiyah Bangil</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Sejarah singkat&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada tahun 1366 H/ 1953 M &lt;strong&gt;KH. Abd. Rokhim Rohani&lt;/strong&gt; mulai merintis Pesantren dengan dengan sarana yang sangat sederhana: Sebuah rumah dan surau yang memiliki 3 ruang kecil. Jauh dari kesempurnaan, namun sarat dengan keoptimisan. Generasi pertama Salafiyah berjumlah 17 orang, 9 diantaranya bermukim di pesantren. Sedangkan 8 lainnya tidak bermukim (santri kalong). Materi yang beliau berikan lebih dititikberatkan pada penguasaan gramatikal bahasa arab sebagai instrumen penting dalam memahami kandungan kitab-kitab klasik. Jadwal pembelajaran pun belum tertata secara sistematis, tergantung waktu senggang Kyai. Metode yang digunakan juga bersifat tradisional, yaitu sistem sorogan (lebih fokus pada pengembangan kemampuan perseorangan santri di bawah bimbingan kyai) dan wetonan (santri mendengar dan menyimak kitab yang dibacakan kyai). Belum rampung tugas yang beliau emban, pada 9 Muharram 1397 H/ 1977 M beliau hartus menutup lembaran sejarah perjuangan, menghadap keharibaan Rabb al izzah, meninggalkan 300 santri yang masih membutuhkan bimbingan beliau. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Penerus pada periode kedua adalah &lt;strong&gt;KH. Khoiron Khusein&lt;/strong&gt;. Beliau dikenal produktif dan inovatif dalam pengembangan pendidikan pesantren. Wujud konkritnya ialah dengan mendirikan Madrasah Diniyah (pada tahun 1961 M) yang kemudian pada tahun 1978 M ditambah dengan Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) yang pola pendidikannya selain melestarikan unsur-unsur utama pesantren juga memasukkan materi-materi umum dalam muatan kurikulumnya. Di bawah kepemimpinan KH. Khoiron inilah PP. Salafiyah mengalami kemajuan yang sangat pesat, baik dalam segi kualitas maupun kuantitasnya. Salah satu gagasan beliau yang paling menonjol adalah ditugaskannya santri yang telah menyelesaikan jenjang MA untuk mengembangkan ilmu dan mengabdikan dirinya pada masyarakat yang bertempat di beberapa pesantren di Jawa Timur dan Madura. Pada tanggal 8 Jumadi al awal/ 19 desember 1987 PP. Salafiyah harus kembali merelakan kepergian salah satu tokoh kharismatiknya memenuhi panggilan ilahi pada usia 50 tahun.&lt;br /&gt;Regenerasi kepemimpinan kembali terjadi dalam struktur kepengurusan Salafiyah. &lt;strong&gt;KH. Harisun Baihaqi AR.&lt;/strong&gt; menjadi elemen paling esensial dalam pengelolaan Salafiyah periode ke-3. Dengan dibantui KH. Zubair Rasul terus mengembangkan potensi santri disamping mengupayakan pembenahan sarana dan prasarana yang mendukung proses pembelajaran, diantaranya menambah lokal asrama, kelas dan kamar mandi. Beliau juga membentuk dewan penasehat yang terdiri dari ibu nyai Hj. Khilyah, Ibu nyai Hj. Istiqomah dan ustdz. Hj. Suroyyah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Sistem Pendidikan&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kurikulum yang berlaku di Madrasah Salafiyah (MID-MTs-MA) adalah kurikulum lokal yang tidak mengikuti kurikulum depag. Namun disediakan pula jenjang program Mts-MA yang berbasis kurikulum diknas bagi santri yang berniat mengikuti ujian nasional. Kegiatan belajar mengajar formal diadakan 6 hari per minggu. MID pada pagi hari mulai pukul 7.30- 11.00 dengan 4 jam pelajaran @ 45 menit. Sedangkan MTs-MA mulai pukul 13.30-16.50 dengan 5 jam pelajaran @ 40 menit. Untuk penilaian hasil belajar, MID melakukan evaluasi dengan sistem cawu, sedangkan MTs-MA menggunakan sistem semester. Untuk pencapaian yang maksimal tiap-tiap kelas yang rata-rata terdiri dari 40-60 siswi membentuk halaqah-halaqah belajar yang terdiri dari 6-8 siswi dengan jam wajib belajar min. 1 jam ba'da isya'.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Materi yang diajarkan di MID lebih menekankan pada pengenalan dan pengkajian berbagai kitab klasik yang membahas &lt;strong&gt;fiqh&lt;/strong&gt; (&lt;em&gt;Mabadi' Fiqhiyah, taqrib, fath al muin&lt;/em&gt;), &lt;strong&gt;nahwu&lt;/strong&gt; (&lt;em&gt;awamil, al ajrumiyah, kawakib ad durriyah mutammimah al ajrumiyah&lt;/em&gt;), &lt;strong&gt;sharaf&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;(amtsilah tasrifiyah, al maufuud, al kailani),&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;tarikh&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;(khulashoh nur al yaqin),&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;tafsir&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;(al jalalain, ash showi),&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;tauhid&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;(Aqidah islamiyah, jawahir kalamiyah, kifayah al awam, ad dasuqi),&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;hadist&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;( arbain an nawawi, riyadh as sholihin)&lt;/em&gt; dan lain sebaginya. Sedangkan MTs-MA merupakan lanjutan dan pemantapan atas materi yang telah dijarkan di MID. Pada jenjang ini mulai dikenalkan pula ilmu tafsir, mustholah hadist, ushul fiqh, balaghah, mantiq, faraid, dan siyasah. Selain itu, untuk pembekalan siswi juga ditambahkan beberapa materi pendukung seperti sosiologi, bahasa inggris, bahasa Indonesia, perbandingan agama, psikologi, PPKN dan ilmu pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Kegiatan ekstrakurikuler&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selain kegiatan formal madrasah, jadwal harian para santri juga dipenuhi dengan beragam kegiatan, seperti pengajian rutin yang diasuh para guru, kursus nahwu, bhs. arab, bhs. Inggris dan jurnalistik (bagi yang berminat), tilawah, bahtsu masail (untuk siswi 2 MA) dan forum kader dakwah (pengenalan medan dakwah untuk siswi 3 MA). Ada juga jam'iyah rutin yang dilaksanakan tiap Senin dan Kamis malam. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Sarana penunjang&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pengetahuan santri akan perkembangan dunia luar juga ditunjang dengan adanya koran berlangganan dan media internal santri: El Wardah yang mengelola majalah bulanan dan mading. Perpustakkan pesantren menyediakan cukup banyak literatur yang bisa dijadikan referensi dari berbagai bidang disiplin ilmu, baik karya klasik para ulama, buku-buku yang mengulas isu kontemporer, hingga fiksi islami yang menjadi inspirasi. Koperasi pesantren menyediakan berbagai kebutuhan logistik santri dan alat-alat sekolah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Tenaga Edukatif&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tenaga Edukatif Madrasah Salafiyah diupayakan langsung serta merupakan tanggungjawab pondok pesantren, baik dalam pengadaan maupun kriteria yang ditentukan sebagai syarat yang harus dipenuhi staf pengajar. Dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan, tenaga pendidik tidak hanya diambil dari dalam pesantren namun juga dari luar pesantren, disesuaikan dengan bidang mata pelajaran yang diajarkan. Staf pengajar MID berjumlah 45 orang yang keseluruhanyya merupakan alumni PP. Salafiyah dengan jumlah siswi 1336 orang. Sedangkan MTs- MA diasuh oleh 35 guru, dengan perincian 18 orang ustadz dan 17 orang ustadzah. (Data tahun 2006). Adapun kegiatan ekstrakurikuler, diserahkan kepada segenap kelas 3 MA di bawah pengawasan seksi pendidikan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Stuktur kepengurusan&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kepemimpinan Salafiyah ada dua macam: pusat dan cabang. Pimpinan pusat dijalankan oleh KH. Harisun Baihaqi selaku tokoh sentral dengan dibantu segenap keluarga pengasuh. Sedangkan pimpinan cabang mengurusi hal-hal yang bersifat teknis operasional selama menjadi kewenangan yang dilaksanakan oleh segenap jajaran pengurus (yang dibentuk oleh pimpinan pusat) dan dibantu oleh seksi-seksi dari siswi kelas 3 MA. Menjelang pertengahan tahun ajaran selama persiapan menghadapi EBTA MA tugas-tugas keorganisasian dilimpahkan pada siswi 2 MA. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;(Profil singkat ini saya buat karena beberapa kali browsing di google dengan keyword PP. Salafiyah Bangil belum saya temukan profil yang representatif tentang kondisi riil pesantren ini. Di satu situs yang saya kunjungi, ada gambaran PP. Salafiyah era 80-90 an yang tentu kini keadaannya sudah sangat jauh berbeda. Semoga bermanfaat...) &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-8274168102854552260?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/8274168102854552260/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/04/sekilas-tentang-pp-salafiyah-bangil.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/8274168102854552260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/8274168102854552260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/04/sekilas-tentang-pp-salafiyah-bangil.html' title='Sekilas Tentang PP. Salafiyah Bangil'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-1239488684612797522</id><published>2009-04-02T07:22:00.004+08:00</published><updated>2009-04-02T08:07:49.171+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Lagi-lagi Soal Politik</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sejak beberapa bulan terakhir -dan tampaknya akan terus berlajut hingga beberapa pekan ke depan- isu yang paling banyak mendapat porsi pemberitaan di berbagai media adalah isu politik. Tak mau ketinggalan, dalam beberapa diskusi ringan kawan-kawanku pun kerap mengangkat politik sebagai tema utamanya. Kami yang awalnya tidak benar-benar tertarik (atau mungkin benar-benar tak tertarik?) akan dunia politik memulai pembahasan ini dengan menelusuri politik dalam pandangan Islam. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Banyak kalangan seolah mengharamkan politik untuk ditekuni, padahal tak ada ayat yang menjelaskan seperti itu. Mereka memandang politik dalam arti yang terlalu sempit serta cenderung menampilkan politik dalam wajah negatifnya. Seperti keculasan, penindasan, perebutan kekuasaan, pembunuhan, perang dan ceceran darah.&lt;br /&gt;Politik dalam arti sempit dan wajah negatif ini seringkali muncul menjadi icon yang mewakili pengertian kata istilah politik. Padahal ini hanyalah sebuah aliran dan pemahaman subjektif dari Machiavelli yang termasyhur dengan nasihatnya, bahwa seorang penguasa yang ingin tetap berkuasa dan memperkuat kekuasaannya haruslah menggunakan tipu muslihat, licik dan dusta, digabung dengan penggunaan kekejaman penggunaan kekuatan.&lt;br /&gt;Tentu saja politik dalam konsep si Machivelli itu bukan sekedar diharamkan dalam syariat Islam, tetapi juga dikutuk. Bahkan turunnya syariat Islam salah satu perannya adalah untuk membasmi konsep politik orang Italia yang banyak diadopsi oleh para diktator itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Para Nabi dan Shahabat Adalah Politikus yang Benar&lt;br /&gt;Dijelaskan lebih lanjut oleh &lt;a href="http://groups.yahoo.com/group/Muslim_BintaroJaya_BSD/message/1162"&gt;Ust. Ahmad Sarwat&lt;/a&gt;, jika politik kita kembalikan pada arti dasarnya sebagai sebuah sistem untuk mengatur masyarakat atau negara dengan tujuan demi kemashlahatan umat manusia, maka politik itu suatu hal yang baik.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bahkan sejak masa awal manusia diturunkan ke muka bumi dengan dikawal oleh para nabi dan rasul, tugas utama syariah adalah mengatur kehidupan masyarakat dan negara. Dan itu adalah politik. Tapi bukan versi Machiavelli, melainkan versi langit alias versi syariah.&lt;br /&gt;Maka bisa kita sebutkan bahwa menjalankan politik yang benar itu bukan hanya boleh, tetapi wajib bahkan menjadi inti tujuan risalah. Untuk mengatur politik-lah para nabi dan rasul diutus ke muka bumi, selain mengajarkan ritual peribadatan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Diplomasi dengan Penguasa Zalim&lt;br /&gt;Dalam realitasnya, ternyata para nabi dan Rasul pun bukan hidup di dalam hutan jauh dari politik kotor. Justru mereka berhadapan langsung -&lt;em&gt;face to face&lt;/em&gt;- dengan para pelaku politik jahat. Bukankah Allah SWT memerintahkan kepada Musa untuk mendatangi Fir''aun?&lt;br /&gt;Pergilah kepada Fir''aun; sesungguhnya ia telah melampaui batas.(QS. Thaha: 24)&lt;br /&gt;Bahkan Nabi Musa as. sendiri lahir di dalam istana Fir''aun yang sedang aktif berpolitik kotor. Dan Musa ikut masuk dalam gelanggang politik berhadapan dengan Fir''aun, namun membawa konsep politk langit. Maka begitulah, sebagian besar isi Al-Quran yang bercerita tentang Nabi Musa as, lebihbesar porsinya tentang kisah politik Nabi Musa versus Fir''aun.&lt;br /&gt;Datangnya Musa as berdebat dan berdiplomasi langsung ke istana Fir''aun, bukankah itu tindakan politik?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Perang&lt;br /&gt;Selain Musa as., nyaris semua nabi memang menjadi pimpinan politik umatnya. Mereka tidak mengurung diri di dalam mihrab meninggalkan urusan duniawi, melainkan mereka ikut dalam semua aktifitas membangun bangsa. Bahkan tidak sedikit di antara para nabi itu yang wafat dalam perjuangan mereka di kancah politik. &lt;em&gt;Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak menyerah. Allah menyukai orang-orang yang sabar.(&lt;/em&gt;QS. Ali Imran: 146)&lt;br /&gt;Apakah perang bukan urusan politik?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mengatur Kekayaan Negara&lt;br /&gt;Nabi Yusuf as. juga seorang politkus yang handal dan sukses menyelamatkan negaranya dari berbagai krisis ekonomi. Bahkan Al-Quran secara nyata mengisahkan bagaimana deal-deal politik Nabi Yusuf as. untuk mengincar jabatan sebagai penguasa masalah logistik negara.&lt;br /&gt;Berkata Yusuf, &lt;em&gt;"Jadikanlah aku bendaharawan negara; sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan."&lt;/em&gt; (QS. Yusuf: 55)&lt;br /&gt;Apakah mengatur logistik dan kekayaan negara bukan urusan politik?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kesimpulannya, politik dengan tujuan dan cara yang sesuai dengan misi ilahi, tentu saja hukumnya boleh dan bahkan wajib. Sedangkan berpolitik yang tujuan dan caranya bagai si Machiavelli itu, jelas haram bahkan dilaknat. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-1239488684612797522?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/1239488684612797522/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/04/lagi-lagi-soal-politik.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/1239488684612797522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/1239488684612797522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/04/lagi-lagi-soal-politik.html' title='Lagi-lagi Soal Politik'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-8181343715853541674</id><published>2009-03-31T10:48:00.003+08:00</published><updated>2009-03-31T11:59:08.013+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><title type='text'>Malangnya Orang Malang</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Malang benar nasib kami warga Malang. Sejak Desember tahun lalu, satu per satu stasiun TV favorit menghilang dari peredaran. Awalnya Metro TV, kemudian diikuti Trans TV, Trans 7, TV One, Global TV  dan beberapa stasiun TV lokal. Terhitung 11 stasiun TV tak lagi mengudara di Malang. Usut punya usut, ternyata penyebabnya adalah stasiun TV tersebut tidak mengantongi ijin beroperasi di Malang dan sekitarnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Gara-gara ulah Balmon (Balai Monitoring) ini terjadi pembodohan massal di Malang. Pasalnya, stasiun TV yang dicekal adalah yang berkualitas dan menambah wawasan pemirsa akan isu yang tengah berkembang. Masyarakat hanya dicekoki dengan tayangan yang sangat tidak bermutu yang menjual sinetron-sinetron yang banjir air mata buaya, reality show yang penuh kebohongan dan acara gosip yang memuakkan! Satu-satunya yang tidak menyiarkan omong kosong adalah TVRI. Yah, walaupun beberapa tayangannya terkesan 'jadul', tapi jelas masih lebih mendidik dibanding lainnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kabarnya, di Madiun juga terjadi masalah yang sama, tapi semuanya kini sudah diselesaikan dan kembali normal. Mengapa Malang Raya masih dalam kegelapan jahiliyah? Apakah prosedur perijinan di Kota Malang yang notabene kota terbesar ke-2 di Jatim ini tak lebih baik daripada Madiun? Entah apa alasan sebenarnya, yang jelas mulai terdengar kasak-kusuk warga yang curiga ada 'main' antara pihak pemerintah dengan pengusaha TV kabel. Kabar angin ini berhembus santer, mengingat stasiun TV yang dibrendel adalah TV yang banyak diminati kalangan menengah ke atas, yang tentunya memiliki memiliki daya beli tinggi. Atau bisa juga ada upeti yang belum lunas terbayar, entah pada Pemda atau Depkominfo atau apalah itu..Ups kok jadi buruk sangka gini sih, bisa saja kan semua ini memang kesalahan pihak TV yang tak serius melengkapi syarat-syarat perijinan (yang mungkin terlalu berbelit-belit).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apapun alasannya, yang jelas rakyat kecillah yang dirugikan!   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-8181343715853541674?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/8181343715853541674/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/03/malangnya-orang-malang.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/8181343715853541674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/8181343715853541674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/03/malangnya-orang-malang.html' title='Malangnya Orang Malang'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-2879013930448659311</id><published>2009-03-30T11:04:00.004+08:00</published><updated>2009-03-30T11:34:41.694+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>How To Be a Leader</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/SdA9Q5ZgVXI/AAAAAAAAAHk/s8vziVIMETY/s1600-h/0004922.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318818520419554674" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 265px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/SdA9Q5ZgVXI/AAAAAAAAAHk/s8vziVIMETY/s400/0004922.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Masing-masing kita adalah pemimpin, setidaknya untuk diri sendiri. Pemimpin yang baik, selain harus kompeten di bidangnya,  setidaknya juga harus memiliki sifat seperti matahari, bulan, bintang, angin, api, awan, samudra dan bumi.&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;matahari : Harus mampu mengobarkan semangat dan membangkitkan kekuatan spirit pada anak buahnya&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bulan : harus menarik, bisa menciptakan suasana kerja yang kondusif dan akrab serta menjadi penerang saat muncul gelap&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Angin : Harus mampu berkomunikasi dengan baik, mampu memotivasi dan mengisi kekurangan anak buahnya dengan ungkaan yang menyejukkan, bukan sekedar mencela.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;api :Harus dapat bersikap tegas tanpa pandang bulu dan ragu-ragu&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Awan : Harus memiliki kewibawaan yang kuat&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Samudra dan Bumi : Harus mampu menampung segala permasalahan, tetap sabar dan tenang dalam memberikan solusi. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-2879013930448659311?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/2879013930448659311/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/03/how-to-be-leader.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/2879013930448659311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/2879013930448659311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/03/how-to-be-leader.html' title='How To Be a Leader'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/SdA9Q5ZgVXI/AAAAAAAAAHk/s8vziVIMETY/s72-c/0004922.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-8952701413659619010</id><published>2009-03-29T22:12:00.002+08:00</published><updated>2009-03-29T22:22:11.206+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='humor'/><title type='text'>Indahnya Bahasa Indonesia dan Anehnya Bahasa Malaysia</title><content type='html'>*INDONESIA : Kementerian Hukum dan HAM&lt;br /&gt;MALAYSIA : Kementerian Tuduh Menuduh&lt;br /&gt;*INDONESIA : Kementerian Agama&lt;br /&gt;MALAYSIA : Kementerian Tak Berdosa&lt;br /&gt;*INDONESIA : Angkatan Darat&lt;br /&gt;MALAYSIA : Laskar Hentak-Hentak Bumi&lt;br /&gt;*INDONESIA : Angkatan Udara&lt;br /&gt;MALAYSIA : Laskar Angin-Angin&lt;br /&gt;*INDONESIA : “Pasukaaan bubar jalan !!!”&lt;br /&gt;MALAYSIA :”Pasukaaan cerai berai !!!”&lt;br /&gt;*INDONESIA : Merayap&lt;br /&gt;MALAYSIA : Bersetubuh dengan bumi&lt;br /&gt;*INDONESIA : rumah sakit bersalin&lt;br /&gt;MALAYSIA : hospital korban lelaki&lt;br /&gt;*INDONESIA : telepon selular&lt;br /&gt;MALAYSIA : talipon bimbit&lt;br /&gt;*INDONESIA : Pasukan terjung payung&lt;br /&gt;MALAYSIA : Aska begayut&lt;br /&gt;*INDONESIA : belok kiri, belok kanan&lt;br /&gt;MALAYSIA : pusing kiri, pusing kanan&lt;br /&gt;*INDONESIA : Departemen Pertanian&lt;br /&gt;MALAYSIA : Departemen Cucuk Tanam&lt;br /&gt;*INDONESIA : gratis bicara 30 menit&lt;br /&gt;MALAYSIA : percuma berbual 30 minit&lt;br /&gt;*INDONESIA : Satpam/sekuriti&lt;br /&gt;MALAYSIA : Penunggu Maling&lt;br /&gt;*INDONESIA : pejabat negara&lt;br /&gt;MALAYSIA : kaki tangan negara&lt;br /&gt;*INDONESIA : pemerkosaan&lt;br /&gt;MALAYSIA : perogolan&lt;br /&gt;*INDONESIA : Pencopet&lt;br /&gt;MALAYSIA : Penyeluk Saku&lt;br /&gt;*INDONESIA : joystick&lt;br /&gt;MALAYSIA : batang senang&lt;br /&gt;*INDONESIA : Tidur siang&lt;br /&gt;MALAYSIA : Petang telentang&lt;br /&gt;*INDONESIA : remote&lt;br /&gt;MALAYSIA : kawalan jauh&lt;br /&gt;*INDONESIA : kulkas&lt;br /&gt;MALAYSIA : peti sejuk&lt;br /&gt;*INDONESIA : chatting&lt;br /&gt;MALAYSIA : bilik berbual&lt;br /&gt;*INDONESIA : rusak&lt;br /&gt;MALAYSIA : tak sihat&lt;br /&gt;*INDONESIA : keliling kota&lt;br /&gt;MALAYSIA : pusing pusing ke Bandar&lt;br /&gt;*INDONESIA : Tank&lt;br /&gt;MALAYSIA : Kereta kebal&lt;br /&gt;*INDONESIA : bioskop&lt;br /&gt;MALAYSIA : panggung wayang&lt;br /&gt;*INDONESIA : rumah sakit jiwa&lt;br /&gt;MALAYSIA : gubuk Gila&lt;br /&gt;*INDONESIA : dokter ahli jiwa&lt;br /&gt;MALAYSIA : Dokter Gila&lt;br /&gt;*INDONESIA : pintu darurat&lt;br /&gt;MALAYSIA : Pintu kecemasan&lt;br /&gt;*INDONESIA : Wortel&lt;br /&gt;MALAYSIA : Karet&lt;br /&gt;*INDONESIA : Air Bening&lt;br /&gt;MALAYSIA : Air Kosong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: &lt;a href="http://ngakak.blogdetik.com/"&gt;http://ngakak.blogdetik.com/&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-8952701413659619010?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/8952701413659619010/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/03/indahnya-bahasa-indonesia-dan-anehnya.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/8952701413659619010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/8952701413659619010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/03/indahnya-bahasa-indonesia-dan-anehnya.html' title='Indahnya Bahasa Indonesia dan Anehnya Bahasa Malaysia'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-1714299613688938945</id><published>2009-03-26T21:27:00.005+08:00</published><updated>2009-03-26T22:14:47.532+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Filsafat Air Mengalir</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/ScuNPRwGhlI/AAAAAAAAAHc/2zGosmB-kZw/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317499078643713618" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 206px; CURSOR: hand; HEIGHT: 141px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/ScuNPRwGhlI/AAAAAAAAAHc/2zGosmB-kZw/s400/images.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Air sumber kehidupan. Darinya segala macam kehidupan berawal dan kepadanya segala yang hidup menggantungkan kelangsungan hidupnya.. Jika kita ingin memiliki peranan penting dalam masyarakat sebagaimana air, coba kita renungkan apa yang membuatnya begitu berarti:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;* Air yang mengalir dapat menyuburkan tanah sekitar, menumbuhkan tanaman dan menghasilkan buah; mengajarkan pada kita agar kita senantiasa berusaha memberikan manfaat, melayani masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan mereka. &lt;em&gt;Khairu an naas anfa'uhum li an naas&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;* Bersih dan jernih adalah sifat air yang masih alami; melambangkan kejernihan hati, kejujuran dan keadilan&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;* Aliran-aliran kecil bergabung menjadi anak sungai dan akhirnya menjadi sungai besar; jika ingin berhasil, maka kita harus saling membantu dan bekerjasama untuk mencapai tujuan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;* Aliran air setiap waktu berubah; mengajarkan bahwa kehidupan ini harus dinamis, selalu bergerak untuk berubah menjadi lebih baik. Jika air berhenti mengalir maka akan membusuk, demikian pula manusia harus kreatif dan inovatif jika ingin tetap eksis.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;* Sungai mengalir dari atas ke bawah; melambangkan kerendahan hati dan sopan santun, orang yang di atas harus mendatangi yang di bawahnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;* Air dengan mudah melewati bebatuan. Bila bertemu kerikil ia akan mengalir di atasnya namun bila menjumpai batu besar ia lewat di sampingnya; menggambarkan pribadi yang luwes, fleksibel, dan mudah menyesuaikan diri.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;* Air mendatangkan banyak kebaikan bagi lingkungannya, tapi bila lingkungannya dirusak maka ketika hujan turun akan terjadi banjir yang menerjang segala yang dilaluinya; ada saatnya bersikap lembut namun juga ada kalanya bersifat tegas.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;* Sungai menampung sampah, kaleng bekas bahkan kotoran manusia; mengajarkan kita untuk siap menerima masukan dan kritik sekalipun menyakitkan tapi harus ditanggapi dengan tenang dan obyektif.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;* Sungai yang masih alami suaranya gemericik indah; Orang yang bijak akan selalu menjaga komunikasi yang baik dengan tuhannya dan dengan sesamanya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Begitu banyak yang bisa kita pelajari dari air, tak salah bila air (sungai) menjadi sifat surga yang disebutkan berdampingan dengannya dalam 40 ayat dalam al Quran.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-1714299613688938945?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/1714299613688938945/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/03/filsafat-air-mengalir.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/1714299613688938945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/1714299613688938945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/03/filsafat-air-mengalir.html' title='Filsafat Air Mengalir'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/ScuNPRwGhlI/AAAAAAAAAHc/2zGosmB-kZw/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-8388553218131287860</id><published>2009-03-16T15:52:00.007+08:00</published><updated>2009-03-26T08:19:25.481+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iseng'/><title type='text'>Woooi, Pada ke Mana Sih?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Romantisme masa lalu kerap terbayang kala kerinduan terhadap tempat yang pernah membesarkan kita muncul. Tak sekedar terhadap tempatnya saja, tetapi juga terhadap para pengasuh dan segenap “pelaku sejarah”, makhluk-makhluk yang pernah bernasib sama, dididik di sebuah bangunan bertingkat di sebuah perkampungan padat Kauman- Bangil.&lt;br /&gt;Banyak hal telah kita lewati dalam perjalanan ini, yang kadang dengan mengenangnya kita bisa tersenyum simpul atau mencibir benci. Suatu paradoks, justru kita merasakan indahnya kebersamaan di tengah berbagai kepayahan dan deraan kerinduan pada keluarga.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Alangkah indahnya kalau kita dapat berkumpul kembali, mengenang yang telah kita lalui, membangun sebuah komunitas di “pondok baru” -pondok virtual- meski hanya sekedar chatting ataupun comment dalam blog. Sayangnya, tak mudah melacak keberadaan saudara seperguruan alumni Salafiyah di ranah maya meski dengan bantuan 'mbah google'. Mungkin saja mereka terselip diantara lipatan lembar-lembar fesbuq atau frenster. Smoga suatu saat silaturrahmi ini bisa terjalin kembali. Smoga... &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-8388553218131287860?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/8388553218131287860/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/03/woooi-pada-ke-mana-sih.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/8388553218131287860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/8388553218131287860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/03/woooi-pada-ke-mana-sih.html' title='Woooi, Pada ke Mana Sih?'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-5544929394786344120</id><published>2009-03-12T10:29:00.008+08:00</published><updated>2009-03-26T08:19:02.325+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iseng'/><title type='text'>PNPM Nama Partai Juga Bukan Yak?</title><content type='html'>Kau sudah tau belom (kalo aku sih baru tauk!:D), ternyata ada 34 partai nasional plus 10 partai lokal di NAD lolos melenggang ke pemilu 2009, membengkak dari jumlah partai di pemilu 2004 yang hanya 24 partai, meski tak lebih banyak dari peserta pemilu 1999 yang menembus angka 48. (Hebat betul kan?! Bandingkan dengan pemilu di AS yang hanya diikuti 2 partai besar)&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Satu kejanggalan, yang ikut andil 'menghiasi' jalanan di kota Malang ko cuma partai warna lampu lintas dan beberapa partai besar ajah yah? Lha yang laen pada kemana? Apa mereka cuma sebagai penyemarak? Atw karna udah yakin ga dapet penggemar trus milih skalian ajah ga nampang?Atw jangan-jangan seperangkat atributnya masih ditahan perusahaan printing gara-gara belum beres pembayarannya? Atw...Ah terserah lah!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tapi seru juga, tiap nemu nama partai yang ga terkenal orang rumah pada rame ngarang kira-kira apa kepanjangannya. Sampe ada yang nyletuk: PNPM tuh nama partai juga bukan yak? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Adalah Bang &lt;a href="http://luqmanhakim.multiply.com/reviews/item/3"&gt;Lukman Hakim&lt;/a&gt; yang kreatif banget menampilkan profil partai-partai yang tak lolos seleksi KPU. Beberapa diantaranya:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;(1)&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312142296361806930" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 134px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/SbiFRgr5LFI/AAAAAAAAAG0/U-ez5uwoW3Q/s200/pantura.jpg" border="0" /&gt;Nama Partai:Pantura (Partai Tempat Usaha Rakyat [?])&lt;br /&gt;Semboyan/Jargon:Jalur Pantura Belok Kanan&lt;br /&gt;Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009: Berangkat dari kekhilafan pengurus partai yang mendaftarkan partainya ke KPU dan memberikan tanda penunjuk jalan Pantura (Pantai Utara) sebagai logo partai. Belakangan diketahui bahwa PANTURA singkatan dari Partai Tempat Usaha Rakyat dan logo yang didaftarkan salah. Kebetulan salah satu pengurus PANTURA adalah ketua RT di daerah Pantura (Pantai Utara), sewaktu mendaftarkan ke KPU terburu-buru dan logo yang didaftarkan malah tanda penunjuk jalan Pantura.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;(2) &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/SbiGJdN2AWI/AAAAAAAAAG8/4H38N7chIRQ/s1600-h/44_PARTAINYURUH.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312143257503138146" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/SbiGJdN2AWI/AAAAAAAAAG8/4H38N7chIRQ/s200/44_PARTAINYURUH.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nama Partai:PARTAI NYURUH&lt;br /&gt;Singkatan Partai:-&lt;br /&gt;Semboyan/Jargon:Laksanakan segera!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009: Sekelompok orang yang disebut majikan, merasa tak puas dengan pekerjaan bawahannya, membentuk partai dengan nama Partai Nyuruh. Didasarkan pada satu solidaritas bersama menyatukan kekuatan untuk menyuruh bawahannya, apalagi yang tergolong bandel, mbeling dan ndablek. Ketika didaftarkan, KPU langsung mencoret partai ini karena baru berbentuk partai saja bisanya hanya main perintah, menyuruh-nyuruh, bagaimana bila menjadi wakil rakyat?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;(3)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/SbiG4dJMvBI/AAAAAAAAAHE/HTuvLAKCOQE/s1600-h/24_PPPK.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312144064937507858" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 133px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/SbiG4dJMvBI/AAAAAAAAAHE/HTuvLAKCOQE/s200/24_PPPK.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Nama Partai: PPPK&lt;br /&gt;Singkatan Partai: Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)&lt;br /&gt;Semboyan/Jargon:-&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009: Sekelompok profesi paramedis muslim mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi partai-partai di Pemilu 2009. Setelah diteliti, tidak ada AD/ART dan berkas-berkas administratif yang menunjukkan organisasi ini adalah partai. Logo yang dipakai adalah kotak obat yang diganti warnanya dengan nuansa hijau kuning dan hitam. Keputusan KPU mencoret dari kepesertaan Pemilu 2009 karena organisasi ini lebih pada sekelompok profesi paramedis, bukan sebagai partai.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;(4)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/SbiJpMYrpkI/AAAAAAAAAHM/gtUZ6ttaJyY/s1600-h/05_GERINDA.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312147101275891266" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 133px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/SbiJpMYrpkI/AAAAAAAAAHM/gtUZ6ttaJyY/s200/05_GERINDA.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Nama Partai: TOKO GERINDA&lt;br /&gt;Singkatan Partai: -&lt;br /&gt;Semboyan/Jargon: Jual Perkakas dan Bahan Bangunan&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009: Seorang karyawan dari Toko Gerinda (diduga stres akibat pekerjaan), secara iseng mendaftarkan logo toko tempatnya bekerja pada KPU untuk mengikuti seleksi partai di Pemilu 2009. Setelah diteliti, tidak ada AD/ART dan berkas-berkas administratif yang lengkap selain logo toko. Karyawan tersebut telah diamankan oleh pihak yang berwajib. Setelah lewat berbagai pemeriksaan, karyawan yang bersangkutan akhirnya dikirimkan ke Rumah Sakit Jiwa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Profil partai laennya bisa dilihat langsung &lt;a href="http://luqmanhakim.multiply.com/reviews/item/3"&gt;di sumbernya&lt;/a&gt;. Hihihi...lumayan juga, ternyata ngomongin pemilu bisa bikin kita ketawa juga yah :D&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-5544929394786344120?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/5544929394786344120/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/03/pnpm-nama-partai-juga-bukan-ya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/5544929394786344120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/5544929394786344120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/03/pnpm-nama-partai-juga-bukan-ya.html' title='PNPM Nama Partai Juga Bukan Yak?'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/SbiFRgr5LFI/AAAAAAAAAG0/U-ez5uwoW3Q/s72-c/pantura.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-3377003003661866328</id><published>2009-03-01T15:37:00.008+08:00</published><updated>2009-03-23T16:06:36.727+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><title type='text'>Tarekat  Al Blogiyah</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas6lG2In4I/AAAAAAAAAGM/2S54J3tErec/s1600-h/229,1170416780,2.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di tengah maraknya pemblokiran terhadap tarekat-tarekat baru yang tidak dianggap mu'tabar (bersambung sanad dengan Nabi saw.), ada satu tarekat baru yang dalam beberapa tahun terakhir kian menjadi fenomena: TAREKAT AL BLOGIYAH. Jamaah tarekat ini menjadikan NETTERs sebagai gurunya. Diantara ritual hariannya: membuat entri, Blogwalking, meninggalkan komentar, menautkan link dan riset kecil-kecilan untuk bahan postingan. Pantangannya adalah mengutip tanpa mencantumkan sumbernya dan mengklaimnya sebagai buah otak sendiri; membajak karya blogger lain. Yang menarik dari tarekat ini, jamaahnya tak terbatas dengan beragam latar belakang dan tersebar di 4 penjuru mata angin. Selain itu aspek kebabasan benar-benar ditonjolkan. Jamaah bebas berekspresi dan menyampaikan apapun diblognya dengan tetap mengedepankan kesantunan dalam bertutur, mengingat siapapun bisa mengaksesnya dengan hanya sekali klik. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aktivitas bloging di Indonesia bisa dikatakan mendapat dukungan penuh dari pemerintah, terbukti dengan ditetapkannya tanggal 27 Oktober sebagai hari blogger Nasional oleh menkominfo M. Nuh sejak tahun 2007 lalu. Tak seperti di negeri Mesir, IraN dan Cina yang merupakan tempat berbahaya untuk nge-blog. Di negeri itu para jamaah tidak mendapatkan kebebasan dalam menulis. &lt;a href="http://afatih.wordpress.com/2008/10/27/hari-blogger-nasional/"&gt;Ditjen depkominfo &lt;/a&gt;menuturkan bahwa (menurut prediksi beliau) jumlah blogger hanya sekitar 300 ribu dari total pengguna internet yang mencapai 30 juta orang. Artinya, masih banyak netter yang belum memanfaatkan TI secara maksimal. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Banyak tudingan miring yang ditujukan pada jamaah blogiyah -yang didominasi anak muda- ini. Acap kali mereka dituding hanya buang-buang waktu saja, kurang kerjaan dan komentator yang NATO alias &lt;em&gt;no action talk only.&lt;/em&gt; Padahal tak sedikit manfaat yang bisa didapat oleh para jamaah ataupun non-jamaah. Dengan berbagai kemudahan, mereka bebas menyampaikan ide atau pendapat -tentang apapun- berdasarkan perspektif masing-masing. Bayangkan saja seandainya (sekurang-kurangnya) ada 100 blogger dari beberapa komunitas membahas 1 tema seragam melalui pendekatan yang berbeda, tentu akan memperkaya khazanah keilmuan para pembacanya yang membuat mereka tak picik memandang perbedaan. Sekalipun hanya menulis, setidaknya itu cukup menunjukkan kalau mereka 'peduli', dan itu jelas lebih baik dari pada mereka yang sudah &lt;em&gt;no action, no talk &lt;/em&gt;pula&lt;em&gt;. &lt;/em&gt;Kini telah banyak &lt;a href="http://nonadita.com/2008/10/28/yang-muda-yang-ngeblog/"&gt;komunitas bloger &lt;/a&gt;yang beraksi secara offline, yaitu dengan turun langsung ke dunia nyata. Perlu diingat, menulis adalah budaya intelektual yang menjadi ciri &lt;em&gt;&lt;a href="http://www.cmm.or.id/cmm-ind_more.php?id=A2342_0_3_0_M"&gt;civil society&lt;/a&gt;&lt;/em&gt; yang harus menjadi budaya kita. Lebih jauh, &lt;a href="http://tonynugroho.konsultanseo.com/?p=109"&gt;Tony Nugroho &lt;/a&gt;mengatakan bahwa blog bisa berfungsi sebagai alat kontrol yang baik dan dan murah bagi pemerintah dalam menjalankan kebijakan publik, jika diterapkan secara lebih fair dan bertanggung jawab. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://priyadi.net/archives/2005/05/13/blog-ditinjau-dari-sisi-psikologis/"&gt;Secara psikologis&lt;/a&gt;, Aktivitas menulis blog merupakan proses belajar. Ketika kita mengungkapkan perasaan kita melalui suatu blog, kita akan belajar untuk mengenal perasan-perasaan dan emosi-emosi yang muncul dari suatu peristiwa dalam keseharian kita. Semakin sering kita menyadari hal tersebut semakin kita mengenal diri kita sendiri sehingga pada situasi yang sama, kita akan belajar untuk mengontrol emosi tersebut. Hal ini merupakan salah satu dari dasar pemikiran Aaron Beck yang terkenal dengan terapi kognitifnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Walau berjibun manfaatnya, tak dapat dipungkiri ada pula jamaah blogiyah yang &lt;em&gt;ndablek -&lt;/em&gt;semoga ALLAH mengampuni mereka- yang mengacuhkan etika dalam beraksi di &lt;em&gt;blogsphare.&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;Yah, dengan keadilanNYA segala sesuatu memang tercipta dengan dua sisi, tergantung bagaimana para makhluk menyikapi.. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tepatlah kiranya di titik ini, sebagai tarekat (arab: jalan), BLOGING dianggap bukan sebagai tujuan, melainkan hanya media untuk memulai. Tujuan sebenarnya adalah tindakan di dunia nyata..&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-3377003003661866328?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/3377003003661866328/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/03/di-tengah-maraknya-pemblokiran-terhadap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/3377003003661866328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/3377003003661866328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/03/di-tengah-maraknya-pemblokiran-terhadap.html' title='Tarekat  Al Blogiyah'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-1007386335676377641</id><published>2009-02-14T22:33:00.007+08:00</published><updated>2009-03-26T08:21:24.609+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><title type='text'>Musim Buah Parpol</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Kawan, musim hujan identik dengan musim buah. Ada Durian, Rambutan, Jambu biji, Jeruk bahkan beraneka Pisang (kalo yang satu ini sih tak kenal musim!). Tapi terkadang jenis buah yang sedang 'in' di suatu daerah berbeda dengan yang lagi marak di daerah lain. Tahukah kalian, ada satu jenis buah yang kompak menjadi trend di seluruh wilayah negeriku Indonesia saat ini, mulai Sabang sampai Merauke (kecuali Timor Timur pastinya):&lt;span style="color:#666666;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;pohon berbuah atribut partai!&lt;/span&gt; Baik berupa bendera, baliho, spanduk, stiker atau apapun itu yang bergambar logo parpol ataupun foto calegnya, tersedia mulai ukuran S sampai XXXL. Hebatnya, tak hanya pohon, bahkan lengan jembatan, dinding, atap rumah sampai tiang listrik pun kini ramai berbuah aneka warna. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Melihat fenomena &lt;em&gt;jor-joran&lt;/em&gt; 'sampah' parpol itu, yang terlintas di benak orang awam macam saya hanyalah: "Jangan sekali-kali memilih partai atau caleg yang tak punya wawasan keindahan dan kelestarian lingkungan!"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Melintasi jalan-jalan kota yang begitu semarak warna-warni, saya berpikir sederhana saja: sebenarnya untuk apa mereka memasang semua atribut itu? Apakah dengan pemasangan itu mereka akan mendapat dukungan pemilih? Rasanya, walau sebodoh-bodohnya pemilih, saya takkan memilih seseorang atau suatu partai hanya karena melihat gambarnya bertebaran di ketiak pohon-pohon peneduh jalan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yang saya pahami dari tulisan &lt;a href="http://www.wawasandigital.com/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=28816&amp;amp;Itemid=62"&gt;Pak Bramastia&lt;/a&gt;, ketika upaya membangun eksistensi politik hanya sebatas melalui bendera, justru akan menunjukkan sikap narsis dari para politisi yang sebenarnya. Meneguhkan identitas tak cukup dengan simbol belaka. Seolah-oleh mereka ingin mengaburkan opini masyarakat -untuk tidak mengatakan membodohi- dengan mengklaim keberadaan bendera sebagai parameter politik. Semakin banyak atribut yang terpasang, berarti semakin tak terhitung pula massa pendukungnya, mungkin itulah yang ingin mereka umumkan. Agaknya, mereka paham betul akan watak sebagian (besar atau kecil?) rakyat Indonesia yang menganut paham latahisme, suka ikut-ikutan tanpa alasan yang bisa dipertanggungjawabkan, hanya berdasarkan asumsi bahwa yang pantas diikuti adalah kelompok yang (tampaknya) memiliki banyak pengikut. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mestinya mereka memakai cara yang lebih terpelajar untuk memancing simpati pemilih: Setia pada ideologi partai, sosialisasi visi dan misi yang relistis, menunjukkan komitmen untuk mewujudkan kemakmuran disertai pembuktian melalui program nyata politik (bukan sekedar ritual pengibaran bendera sebanyak-banyaknya dan setinggi-tingginya). Seharusnya mereka mempelajari dan menganalisis lebih dalam kultur politik, ekonomi dan relasi sosial masyarakat setempat, yang selanjutnya bisa menjadi ide-ide brilian untuk lebih mendekatkan diri dengan rakyat, bahkan bisa jadi mungkin jauh lebih efektif dibanding memasang spanduk dan baliho di pinggir jalan. Dan yang lebih diutamakan rakyat hari ini, adalah materi kampanye harus sesuai dengan kondisi masyarakat sehari-hari dan juga tindakan nyata dalam memperjuangkan kepentingan rakyat dari sang Caleg, seperti apa yang dikatakan oleh Soe Hok Gie “Ide yang turun dari langit dan tidak membumi tidak kuat akarnya."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Melihat realitas politik "semu" saat ini, kita harus teliti menilai wajah politisi bangsa ini sesungguhnya. Inilah momentum untuk kita rakyat jelata membuktikan diri sebagai warga yang cinta pada negeri tanah air tumpah darahnya: dengan menentukan pilihan secara CERDAS!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Tulian ini saya buat berdasarkan kebodohan saya akan dunia politik, bila ada kawan yang berkenan berbagi pengetahuan, tentu akan sangat berharga. &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-1007386335676377641?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/1007386335676377641/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/02/musim-buah-parpol.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/1007386335676377641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/1007386335676377641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/02/musim-buah-parpol.html' title='Musim Buah Parpol'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-3418658505343816876</id><published>2009-02-10T08:07:00.006+08:00</published><updated>2009-03-26T08:21:53.181+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Membaca Kitab Kehidupan (2)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Banyak kalangan mulai mempertanyakan kemampuan pesantren dalam menjawab tantangan kemajuan jaman. Agaknya, selain meragukan kualitas akademik alumni pesantren mereka juga menilai dunia pesantren sengaja membangun 'komunitas eksklusif' yang membuatnya enggan membuka diri serta bersinggungan dengan berbagai realitas yang tengah terjadi di masyarakatnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Terlepas dari benar atau tidaknya tudingan tersebut, yang jelas dunia pesantren harusnya menjadikan isu itu sebagai kritik konstruktif yang memacunya untuk terus berbenah, salah satunya dengan kembali membudayakan tradisi literat di kalangan akademisinya. Tak dapat dipungkiri bahwa para kiai terdahulu tak hanya menyandang predikat agamawan, namun juga budayawan serta sastrawan. Kiai dahulu memiliki apresiasi yang tinggi terhadap budaya serta mampu melahirkan karya-karya bermutu. Tradisi menulis seolah menjadi rutinitas sehari-hari setelah mengajar santri. Tiada hari tanpa mengajar dan menulis, mungkin itu motto hidup kiai di masa lalu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tradisi menulis di pesantren sudah dimuai sejak lama, bahkan semenjak zaman para wali songo dengan Tembang Dandang Gulanya (Sunan Kalijaga), Sinom (Sunan Muria) dan seterusnya. Shalawat Badar karya Kiai Ali Mansur Tuban juga amat populer dan menjadi shalawat wajib bagi kaum sarungan. Siapa yang tak kenal dengan syair 'Tombo Ati' yang amat populer itu. Begitu populernya karya ini nyaris jadi bacaan wajib di surau-surau di pedalaman jawa. Belum lagi lir-ilir gubahan Sunan Kalijogo yang tak kalah kesohor. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Era selanjutnya diisi oleh Raden Ronggowarsito dengan Serat Kalatida, Syeikh Nawawi Banten, Syeikh Mahfudz Termas, Syeikh Hamzah Fanshuri, Syeikh Abdur Rauf Sinkel Aceh, Syeikh Khatib Sambas, Syeikh Ihsan Jampes. Menantu Kiai Siddiq, yaitu Kiai Abdul Hamid Pasuruan, tak kalah kreatif. Ia mensyairkan Sullam At Taufiq --sebuah kitab fikih sufistik yang bercorak ghozalian dan menjadi maistream pemahaman Islam Sunni Indonesia-- dalam 553 bait. Selain itu, ia juga menyairkan 99 nama Allah yang dikenal dengan Al Asma' Al Husna. Pada era modern tradisi menulis di pesantren diwakili oleh KH Wahid Hasyim, KH Saifuddin Zuhri, KH Bisri Musthafa. Pada era 1980-an ada KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Musthafa Bisri (Gus Mus) dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tapi, sayangnya tradisi menulis dan kerja-kerja budaya kiai telah jarang dan tak banyak diwarisi oleh kiai-kiai (dan santri) sekarang. Apalagi, beberapa tahun terakhir, terlalu banyak aktivitas di luar yang mereka geluti, terutama di kancah politik. Proses kreatif yang dulu mampu menghasilkan karya-karya monumental tak ada lagi, sehingga tradisi menulis di institusi pendidikan tertua di Indonesia itu terancam mandek atau bahkan mati. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kini sudah saatnya tradisi literat kembali dihidupkan di lingkungan pesantren. literasi, dalam arti sederhana, berarti kemampuan membaca dan menulis atau melek aksara. Dalam konteks yang labih luas, literasi bisa diartikan melek teknologi, politik, berpikiran kritis, dan peka terhadap lingkungan sekitar. Kirsch dan Jungeblut dalam buku Literacy: Profile of America’s Young Adult mendefinisikan literasi kontemporer sebagai kemampuan seseorang dalam menggunakan informasi tertulis atau cetak untuk mengembangkan pengetahuan sehingga mendatangkan manfaat bagi masyarakat. Lebih jauh, seorang baru bisa dikatakan literat jika ia sudah bisa memahami sesuatu karena membaca dan melakukan sesuatu berdasarkan pemahaman bacaannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari definisi di atas, dapat kita simpulkan bahwa yang diperlukan bukan sekedar membaca, namun juga berpikir kritis. Tak hanya rajin mencari rujukan dari teks yang tertulis, tapi juga mengkaji kitab kehidupan yang terbuka lebar. Amat disayangkan, teks yang dibaca terkadang lewat atau mengendap begitu saja tanpa menghasilkan manfaat apapun. Di sinilah mutlak dibutuhkan kemampuan mengikat makna dari bacaan tersebut, melengkapinya dengan berbagai referensi dan kemudian mereproduksinya. Inilah tujuan dari membaca kritis yang rupanya masih belum dimiliki oleh sebagian besar santri. Para santri harusnya bermetamorfosis dari obyek yang pasif menjadi subyek yang aktif. Berani mengkaji apapun dan mengambil kebenaran dari manapun, tak hanya menunggu ceramah para ustadz di depan kelas. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tumbuhnya media internal di kalangan santri, patut diberikan apresiasi. Sebagai agen perubahan sosial, santri diharapkan tidak hanya piawai mentransfer ilmu lewat kata, tetapi juga tulisan. Dokumentasi literasi ini sangat dibutuhkan agar bisa dilacak oleh lintas generasi. Sekarang ini, budaya santri literat mutlak dibutuhkan agar kita bisa bangkit dari keterpurukan bahkan bersaing dan hidup sejajar dengan institusi pendidikan lainnya. Menciptakan generasi literat merupakan jembatan menuju masyarakat makmur yang kritis dan peduli. Kritis terhadap segala informasi yang diterima sehingga tidak bereaksi secara emosional dan peduli terhadap lingkungan sekitar. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;*&lt;a href="http://hanifa93.wordpress.com/2008/02/17/menciptakan-generasi-literat/"&gt;http://hanifa93.wordpress.com/2008/02/17/menciptakan-generasi-literat/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;*&lt;a href="http://ifuljihad.blogspot.com/2009/02/rekonstruksi-fungsi-dan-peran-pesantren.html"&gt;http://ifuljihad.blogspot.com/2009/02/rekonstruksi-fungsi-dan-peran-pesantren.html&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;*&lt;a href="http://www.mui.or.id/mui_in/hikmah.php?id=15&amp;amp;pg=2"&gt;http://www.mui.or.id/mui_in/hikmah.php?id=15&amp;amp;pg=2&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;*&lt;a href="http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&amp;amp;menu=news_view&amp;amp;news_id=13915"&gt;http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&amp;amp;menu=news_view&amp;amp;news_id=13915&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-3418658505343816876?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/3418658505343816876/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/02/membaca-kitab-kehidupan-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/3418658505343816876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/3418658505343816876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/02/membaca-kitab-kehidupan-2.html' title='Membaca Kitab Kehidupan (2)'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-9132789175576587543</id><published>2009-02-07T10:28:00.007+08:00</published><updated>2009-03-23T16:09:14.151+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Membaca Kitab Kehidupan (1)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://blog.its.ac.id/ardan050689/2008/10/13/saatnya-santri-membaca-kitab-kehidupan/"&gt;Di sini &lt;/a&gt;dikisahkan tentang seorang Gus dari sebuah pesantren di daerah Jawa Barat. Suatu hari dia mengatakan pada temannya bahwa sebagai santri dia selalu dibawa ke masa lalu. Pasalnya, bacaan wajib para santri adalah kitab-kitab yang ditulis ratusan tahun yang lalu. Kitab-kitab tersebut (baik fikih, kalam, tafsir, maupun politik) tentu saja mewakili nafas zamannya. Yaitu, nafas ketika para cendekia Islam berbicara dari mimbar masanya jauh di seberang sejarah.&lt;br /&gt;Dia tidak menemukan pengetahuan kemanusiaan yang nyata, yang benar-benar menjadi realita hari ini dan di sini. Yang mendominasi topik bahasan di pesantren adalah ilmu agama yang dipahami dalam kacamata masa lalu dan dipelajari untuk menggapai kebahagiaan di seberang kehidupan dunia. Lalu kapan orang akan punya perhatian terhadap kehidupan nyata yang benar-benar dihadapi sat ini? Padahal kekini dan di sini-an adalah ruang sejarah di mana kita hadir dan harus meng-aktualisasikan diri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebenarnya mempelajari karya klasik para cendekia abad pertengahan bukanlah hal yang sia-sia. Kita bisa menengok kearifan mereka, mempelajari metode serta memetakan jalan pikiran mereka. Mengingat hingga kini, semenjak kejumudan ilmuwan muslim dimulai pada masa runtuhnya Baghdad, tak banyak kita temukan ilmuwan yang kualifikasinya sejajar dengan para tokoh di jaman keemasan. Tanpa bermaksud mengungkit kegemilangan masa lalu, Namun tidak dapat dinafikan, selama beberapa abad dari abad kesembilan hingga abad kesembilan belas umat Islam merupakan pimpinan intelektul di segala bidang, bahkan sains dan teknologi. Sebagai muslim tentunya kita bangga dengan lintasan yang gemilang dalam sejarah peradaban Islam itu.&lt;br /&gt;Namun tentu yang tak kalah pentingnya adalah menerjemahkan kandungan literatur-literatur klasik itu ke dalam konteks kekini dan disini-an serta melengkapinya dengan berbagai bidang ilmu 'masa kini' yang perkembangannya begitu dinamis. Merambah berbagai realitas kekinian, dan menyelami beragam kelompok masyarakat tanpa kehilangan identitas sebagai santri. Dengan demikian kita bisa menampilkan wajah pesantren (salaf) yang sederhana dan tetap teguh mempertahankan tradisi salaf al-shalih sebagai ruh utamanya. Namun, sangat modern dalam arah pandang dan paradigma berpikir, sehingga mampu memperlihatkan ketangkasannya menyikapi akselerasi zaman secara elaboratif. Prinsipnya, &lt;em&gt;Al muhafadzah 'ala al qadiim ash shalih wa al akhdzu bi al jadiid al aslah.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-9132789175576587543?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/9132789175576587543/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/02/membaca-kitab-kehidupan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/9132789175576587543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/9132789175576587543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/02/membaca-kitab-kehidupan.html' title='Membaca Kitab Kehidupan (1)'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-1253694351413979315</id><published>2009-02-02T15:36:00.005+08:00</published><updated>2009-03-26T08:17:49.577+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita'/><title type='text'>Sulitnya Membuat Keputusan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Saya adalah orang yang sulit menentukan pilihan; mengambil keputusan, dan saya yakin saya bukanlah satu-satunya. Banyak kawan yang memiliki masalah sama. Persoalan-persoalan hidup yang kita hadapi, terkadang menjadi dilema. Saya coba bertanya pada diri ini dan mencari penjelasan dari beberapa literatur, apa gerangan yang membuat saya gamang melangkah? Untuk sementara, inilah jawaban yang saya dapatkan: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&gt; kurang rasa percaya diri&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&gt; belum siap dengan konklusi tentang sebuah solusi&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&gt; mendapat tekanan dari luar diri &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&gt; masih mengikut sertakan faktor lain seperti emosional&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&gt; sikap terlalu banyak pertimbangan yang sebenarnya kurang efisien &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&gt; sikap yang peragu dan mudah terpengaruh&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&gt; komitmen yang belum jelas&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ada beberapa alternatif &lt;em&gt;problem solving&lt;/em&gt; yang bisa kita coba: kita telusuri dahulu permasalahannya, analisa segala kemungkinan yang mungkin timbul dari masing-masing keputusan yang kita buat, dan tentukan skala prioritas. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Meminta pendapat orang lain tentu dibutuhkan, tapi terlalu banyak masukan yang kita terima terkadang bisa membuat kita semakin ragu. Mereka hanya memberikan pendapat, tapi tetap kitalah yang harus memutuskan. Coba kita tanyakan 'Hati nurani' yang selalu menyuarakan kebenaran, yang karena terlalu samar tak jarang kita abaikan. Kita harus jujur membedakan antara hati nurani, emosi dan kepentingan. Selain itu, kita juga harus membuat deadline untuk kita sendiri mengambil sikap. Semakin lama kita menggantung masalah, semakin luas pula implikasinya. Bila situasinya bak simalakama, maka yang kita perlukan adalah keberanian mengambil resiko.Memilih yang terbaik di antara yang terburuk. Bagaimanapun, sikap jantan memutuskan jauh lebih baik daripada jadi orang plin-plan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1 hal lagi, yang terpenting adalah meminta petunjuk pada Sang pemilik persoalan agar kita dimudahkan untuk mengambil keputusan yang terbaik untuk semua pihak. Kita yakin bahwa dibalik kesulitan itu akan datang kemudahan (&lt;em&gt;Fainna ma’al usri yusraa, inna ma’al usri yusro). &lt;/em&gt;Dia tidak akan memberi cobaan berat kepada kita di luar batas kemampuan diri kita sendiri. Setiap masalah pasti ada jalan keluar dan pemecahan masalahnya, tinggal bagaimana kita menyikapi dan memecahkannya. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-1253694351413979315?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/1253694351413979315/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/02/sulitnya-membuat-keputusan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/1253694351413979315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/1253694351413979315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/02/sulitnya-membuat-keputusan.html' title='Sulitnya Membuat Keputusan'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-1284173366391062266</id><published>2009-01-22T08:52:00.007+08:00</published><updated>2009-03-23T16:10:01.166+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Jangan Takut Melangkah!</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/SXfTqk9HLtI/AAAAAAAAAFk/FsRgcRb7OmE/s1600-h/0005030.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5293932615425273554" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 132px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/SXfTqk9HLtI/AAAAAAAAAFk/FsRgcRb7OmE/s200/0005030.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seringkali apa yang kita pelajari hanya berhenti pada tataran pemahaman belaka. Padahal sejatinya pemahaman adalah pengamalan. Pemahaman sebelum tindakan jelas pentingnya, namun tak sedikit pemahaman justru didapat setelah tindakan. Jika kita mengamalkan apa yang kita pahami, maka Allah menjanjikan terbukanya pintu-pintu pemahaman lain yang sebelumnya tertutup.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Menurut Johann Pestalozzi,&lt;/em&gt; belajar yang baik adalah dengan menggunakan prinsip 3 H &lt;em&gt;(head, heart, hand).&lt;/em&gt; Ada hal-hal yang tidak bisa diajarkan di bangku sekolah yang hanya bisa ditemukan sendiri melalui pengalaman. Tidak semua yang bisa dipelajari dapat diajarkan dan seringkali kata-kata tak mewakili apa yang diketahui. Karena itulah lebih mudah mendapatkan inspirasi ketika kita bekerja menjalankan gagasan daripada ketika kita berdiam diri. Perlu diketahui, jaringan syaraf belajar dengan metode coba-coba sehingga dalam kondisi yang tak biasa otak terdorong untuk belajar. Prinsipnya, kita tak harus benar dalam setiap langkah, tapi kita harus terus mencari jalan keluar. Orang sukses selalu bergerak. Layaknya filsafat air akan terus terjaga kejernihannya selama ia mengalir. Jika ia tertahan, maka tak lama akan membusuk.&lt;br /&gt;Sesederhana apapun sebuah teori ia takkan bisa menggantikan proses pengalaman. Tindakan merupakan langkah terakhir dan penentu dalam seluruh proses pembelajaran. Tak perlu mencemaskan orang yang selalu gagal dalam usahanya. Sebaliknya, patut kita prihatin pada orang yang tak mau berusaha. Jelas lebih baik mencoba dan gagal daripada terus dilanda kebingungan, kecemasan dan keraguan. Dunia berubah dengan tindakan, bukan sekedar angan-angan.&lt;br /&gt;Yang menjadi masalah, &lt;em&gt;All the beggining is difficult.&lt;/em&gt; Selalu dituntut keberanian lebih untuk memulai langkah pertama. Sebenarnya, keberanian bukan ketiadaan rasa takut, melainkan kesadaran bahwa ada yang lebih penting dari rasa takut itu sendiri. Setelah memulai langkah, selanjutnya yang terpenting adalah keuletan dan keteguhan hati untuk menghadapi segala kemungkinan yang terjadi dalam proses pencapaian tujuan. "Banyak kegagalan terjadi karena orang tak menyadari betapa dekat mereka pada keberhasilan tatkala mereka menyerah", ujar Edison.&lt;br /&gt;'Saya bertindak dan membuat perubahan, maka saya ada' ; menyempurnakan ungkapan &lt;em&gt;Cogito ergo sum, '&lt;/em&gt;saya berpikir maka saya ada'-nya Rene Descartes.&lt;br /&gt;(Dikutip dari Titik Ba, Ahmad Thoha Faz)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-1284173366391062266?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/1284173366391062266/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/01/jangan-takut-melangkah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/1284173366391062266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/1284173366391062266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2009/01/jangan-takut-melangkah.html' title='Jangan Takut Melangkah!'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/SXfTqk9HLtI/AAAAAAAAAFk/FsRgcRb7OmE/s72-c/0005030.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-3614237264134338906</id><published>2008-12-23T22:53:00.008+08:00</published><updated>2009-03-26T08:22:19.099+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita'/><title type='text'>Salafiyahku</title><content type='html'>Cukup lama aku tak &lt;em&gt;sowan&lt;/em&gt; ke guru-guruku di Salafiyah, Bangil. Kalau tak dipaksakan, akan selalu ada alasan untuk menundanya. Akhirnya dengan segenap jiwa raga aku, mbakku dan seorang kawan membulatkan tekat bertandang ke Bangil, usai menghadiri selamatan akad nikah seorang kawan di Grati Pasuruan.&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berangkat pukul 8 (rencananya sih pkl 7), alhamdulillah sebelum pkl 10 kami sudah sampai di Grati. Perjalanan lancar. Pas Dhuhur, kami pamit pulang setelah dijamu dengan soto setengah rawon yang benar-benar &lt;em&gt;mak nyus&lt;/em&gt; sodara! Menuju ke Bangil, ada sedikit insiden. Pas nyalip mobil tanki Pertamina yang jalannya luambaaat bgt, mobil yang aku tumpangi keluar jalur terlalu jauh sampai akhirnya ddueeer!!! Kaca spion kanan terbang berkeping-keping tertabrak motor dari arah berlainan. Syukurlah, tak ada korban jiwa, cuma korban spion. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sampai pas jam di pondok menunjukkan pkl 13.45. Kawan-kawan udah pada berangkat sekolah. Kami terlambat 15 menit. Hanya 5 anak yang kutemui di kamar, salah satunya sepupuku. Mereka menyambutku dengan mata berkaca-kaca karena baru bangun tidur. Mumpung ke sana, aku sempetin ambil beberapa gambar: &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/SVLLegxtWLI/AAAAAAAAAEs/ngo4lWUdsx8/s1600-h/DSC02863.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283509037913954482" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 116px; CURSOR: hand; HEIGHT: 168px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/SVLLegxtWLI/AAAAAAAAAEs/ngo4lWUdsx8/s200/DSC02863.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Memasuki gerbang utama kita disambut papan ijo bertulis "Ma'had as Salafiyah li al banat- Kauman 274 Bangil"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menegaskan setegas-tegasnya kalo pesantren ini &lt;em&gt;girls only! &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;khusus 'lil banat'!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/SVEASmhYsrI/AAAAAAAAAEk/apCVzBSpISU/s1600-h/DSC02861.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283004157460525746" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/SVEASmhYsrI/AAAAAAAAAEk/apCVzBSpISU/s200/DSC02861.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di gedung putih ini, sejajar dengan kamar B-5 terdapat kantor sekretariat El-Wardah (buletin pondok), kelas 2 a dan b MA. Di bawahnya ada kantor madrasah, kelas 2 c MA dan parkiran sepeda ustadz. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hehe jadi inget pas masih 2 a MA, dulu di serambi ini aku dan kawan-kawan setia menanti kedatangan ustadz/ah sembari bercerita atau makan-makan. Abis kalo nunggu di dalam kelas ga betah sama panasnya. Bangil gitu loh! Dari sini juga kami mengintai guru kami tercinta. Dari sepeda yang terparkir dan sandal yang berjajar di kantor bisa kami prediksi hadir tidaknya beliau-beliau yang berimbas pada jam kosong yang sangat kami idamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/SVLQDqbOypI/AAAAAAAAAE0/y2YGylNP2es/s1600-h/DSC02862.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283514074205702802" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/SVLQDqbOypI/AAAAAAAAAE0/y2YGylNP2es/s200/DSC02862.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ku ambil dari pojok kamarku. Lokasinya yang berada di pusat keramaian, memberi akses mudah ke berbagai fasilitas umum. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tampak di gambar, halaman tengah pondok lengkap dengan sumurnya. Keliatan bersih, karena udah dipaving. Pas jamanku dulu halamannya masih berupa tanah yang ga rata, jadi kalo ujan becek-becek...ga ada ojek!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/SVLVtaZRQJI/AAAAAAAAAE8/tut-fLg-y9E/s1600-h/DSC02870.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283520289015152786" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/SVLVtaZRQJI/AAAAAAAAAE8/tut-fLg-y9E/s200/DSC02870.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tepat di selatan komplek pondok terdapat makam KH. KKhoiron Khusein (Pengasuh PP. Salafiyah periode ke-2) dan Ibu Nyai Hj. Umi Kulsum (Istri KH. Abd Rokhim Rohani, pendiri pondok). Tempat yang favorit segenap santri untuk memancing barakah. Damai dan tenang. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/SV1Gj9VO9WI/AAAAAAAAAFE/0Ms83e-b9Ho/s1600-h/DSC02866.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5286459121175819618" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/SV1Gj9VO9WI/AAAAAAAAAFE/0Ms83e-b9Ho/s200/DSC02866.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Ini kantor pondok. Tempat terima tamu&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/SV1IbuSISnI/AAAAAAAAAFM/AbfGXwhta74/s1600-h/DSC02859.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5286461178720569970" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/SV1IbuSISnI/AAAAAAAAAFM/AbfGXwhta74/s200/DSC02859.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Udah dulu ya jalan-jalannya...Kasian Si Aisha, kponkan baruku yang masih umur 2 bulan udah minta pulang. Seharian di jalan, kecapean dia. Liat, smpe kayak gini neh mukanya..segi lima, gundul, lucu deH! &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-3614237264134338906?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/3614237264134338906/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2008/12/salafiyahku.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/3614237264134338906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/3614237264134338906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2008/12/salafiyahku.html' title='Salafiyahku'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/SVLLegxtWLI/AAAAAAAAAEs/ngo4lWUdsx8/s72-c/DSC02863.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-4294144922468988780</id><published>2008-12-07T10:07:00.001+08:00</published><updated>2009-03-26T08:24:29.665+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iseng'/><title type='text'>Renungan Sakit Gigi</title><content type='html'>Belakangan aku sering sakit gigi, sakit gusi lebih tepatnya. Pasalnya, (mungkin agak aneh juga) hari gini gigi geraham atasku (masih) tumbuh jadi gusi bawahnya lecet2 gitu&lt;br /&gt;kena tumbuk. Ngilu, kata pak dokter malah bisa sampe 3 bulan sakitnya, selama masa penyesuaian sama bentuk gusi baru. Wdw, ga kebayang kalo sampe segitu lamanya...Malez makan deh jadinya (kalo pas gi kambuh aja :D)&lt;br /&gt;Kalo ditawarin milih antara sakit gigi sama sakit hati, tanpa pikir panjang pasti aku langsung milih ga sakit gigi pun ga sakit hati...pengarang lagu &lt;em&gt;lebih baik sakit gigi daripada sakit hati iniiiii hihihi &lt;/em&gt;pasti bikin liriknya ga pake observasi dulu!&lt;br /&gt;Pi ada hikmahnya juga sih: Krn jarang makan sapa tw aku jd agak kurusan...persediaan beras di rumah jg jd lebih awet, dalam skala yang lebih luas malah bisa menghemat stok beras nasional! Kesejahteraan rakyat Endonesia pun tercapai.&lt;br /&gt;trus skr aku juga rajin gosok gigi. Ga keitung deh berapa kali dalam sehari..penggunaan pasta gigi meningkat, otomatis permintaan barang juga meningkat. Pada gilirannya akan memperkuat ketahanan perusahaan pasta gigi menghadapi krisis ekonomi global...&lt;br /&gt;Walhasil, aku diundang ke istana negara untuk dinobatkan sebagai pahlawan nasional. Prosesi penobatan diliput stasiun TV dalam&amp;amp;luar negri. Aku pun jadi terkenal!Hebat nian!&lt;br /&gt;Yah, harap maklum, inilah renungan orang sakit gigi. Biar gak rasional pi sistematis kan?! Hwahahaha...&lt;br /&gt;Well, daripada nelangsa disyukurin ajah lah. KAlo ga gini, lupa kita akan anugrahNYA. Minta doa restunya ya kawan...moga cpt smbuh, di beri kekuatan dan kesabaran. Amiiin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-4294144922468988780?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/4294144922468988780/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2008/12/renungan-sakit-gigi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/4294144922468988780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/4294144922468988780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2008/12/renungan-sakit-gigi.html' title='Renungan Sakit Gigi'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-813747355824052402</id><published>2008-12-03T09:07:00.001+08:00</published><updated>2009-03-26T08:24:11.164+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iseng'/><title type='text'>Blog addict</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Pas blogwalking aku ketemu banyak istilah baru seperti BAD (Blog Addiction Disorder) dan IAD (Internet Addiction Disorder). Di beberapa blog tetangga (maaf aku lupa linknya) disebutkan ciri-ciri orang yang ngidap blog addict (kecanduan blog), yang bercetak tebal itu komentarku sendiri:&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengambil foto saat ada acara keluarga bukan untuk koleksi album, tetapi sebagai bahan ilustrasi di blog;&lt;em&gt; &lt;strong&gt;aku&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;2. Saat ditanya teman tentang kontak yang bisa dihubungi, anda lebih suka memberikan alamat blog daripada alamat email; &lt;em&gt;&lt;strong&gt;aku&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;3. Saat mengemudikan kendaraan, anda lebih memikirkan bahan untuk tulisan di blog mendatang ketimbang situasi di jalan; &lt;em&gt;&lt;strong&gt;bkn aku, cz aku ga bs nyetir&lt;/strong&gt; &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;4. Memiliki lebih banyak teman sesama blogger daripada teman di dunia nyata; &lt;em&gt;&lt;strong&gt;bkn aku, msh pemula bgt. Lom pny bnyk tmn blogger&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;5. Anda berkunjung ke suatu tempat bukan untuk menikmati, tetapi untuk membuat blog tentang tempat tersebut; &lt;em&gt;&lt;strong&gt;aku. ada rncna sih, pi lom smpet kmn2&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;6. Saat mencoba berbaring di tempat tidur, gambar ’dashboard’ di blog anda seperti tak mau hilang dari pandangan; &lt;em&gt;&lt;strong&gt;aku, kl smpet. seringnya nempel bantal langsung pules&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;7. Anda menjadi lebih sering membaca buku, makan di restoran, menonton film hanya sebagai upaya untuk mendapatkan bahan tulisan di blog; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;aku&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;8. Lebih tertarik untuk mengamati laju naik-turunnya statistik pengunjung blog anda daripada mencermati laju inflasi; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;bkn aku&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;9. Dihantui mimpi buruk bahwa blog anda mendapat 1000 komentar spam; &lt;em&gt;&lt;strong&gt;bkn aku&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;10. Anda lebih ingat nama blog2x favorit daripada nama teman2x di dunia nyata; &lt;em&gt;&lt;strong&gt;bkn aku&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;11. Kegiatan pertama saat bangun tidur di pagi hari adalah langsung mengecek apakah ada komentar terbaru di blog;&lt;strong&gt;&lt;em&gt; bkn aku, ga segitunya kaleee&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;12. Anda lebih terfokus mencari jalan untuk meningkatkan jumlah pengunjung blog daripada meningkatkan gaji di kantor; &lt;em&gt;&lt;strong&gt;bkn aku&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;13. Menjadi lebih sering bercakap2x dengan pelayan restoran, pengemis di jalan, petugas parkir atau mereka yang sebelumnya anda tidak sukai hanya karena mereka mungkin bisa menjadi bahan tulisan di blog; &lt;em&gt;&lt;strong&gt;aku&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;14. Saat kecopetan, anda lebih memilih mengambil foto sang pencopet dan situasi sekitar (untuk bahan tampilan di blog) daripada mengejar atau berteriak minta tolong; &lt;em&gt;&lt;strong&gt;bkn aku, naudzubillah jgn smpe kcopetan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;15. Terbangun di malam hari bukan untuk minum karena haus atau pergi ke toilet, tetapi untuk mengecek komentar terakhir yang datang di blog; &lt;em&gt;&lt;strong&gt;bkn aku, kl udh tdr susah bangunnya sih :D&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;16. Anda menulis sebuah tulisan tentang ’blog addict’ dan bagaimana mengetahui ciri2x ’blogg addict’ :D &lt;strong&gt;&lt;em&gt;aku&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;17. Lebih kuatir tentang nasib blog anda selanjutnya ketimbang memikirkan keluarga jika tiba2x meninggal secara mendadak; &lt;em&gt;&lt;strong&gt;bkn aku&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;18. Mengunjungi dan meng-update post di blog adalah sebuah kewajiban ketimbang mengunjungi atau menanyakan kabar teman dan sanak saudara; &lt;em&gt;&lt;strong&gt;bkn aku&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;19. Merasa kesal saat orang lain menanyakan ”Bagaimana kabar hari ini?” secara langsung, karena ia seharusnya sudah membaca kabar terakhir anda di blog; &lt;em&gt;&lt;strong&gt;bkn aku, jarang banget sih yang nanyain kbarku! huhu ^o^&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;20. Lupa mengerjakan tugas dengan alasan 'lain-lain'; padahal alasan sesungguhnya adalah karena keasyikan blogging; &lt;em&gt;&lt;strong&gt;aku, sssttt...jgn bilang sapa2&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;21. Sering bermimpi bahwa anda sedang ber-blogging ria; &lt;em&gt;&lt;strong&gt;aku, pernah pi ga sering. mendingan mimpi...hihi&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;22. Sebelumnya malas membawa kamera dengan alasan terlalu berat, sekarang jadi rajin bawa2x kamera, termasuk saat mau belanja ke supermarket siapa tahu ada kejadian menarik di jalan untuk bahan foto dan tulisan di blog; &lt;em&gt;&lt;strong&gt;aku. Walo sebnernya ga penting bangeT! Ne salah satunya: &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/STXl4U3m-wI/AAAAAAAAACs/nbERbE3we8k/s1600-h/DSC02354.JPG"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275375294371789570" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 209px; CURSOR: hand; HEIGHT: 123px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/STXl4U3m-wI/AAAAAAAAACs/nbERbE3we8k/s200/DSC02354.JPG" border="0" /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Pagi itu abiz ujan. Seger bgt liat ijo-ijoan di halaman salah satu rmah di kawasan Ijen. Ga mungkin bgt kan ambil rumahnya, jd ckup ambil gmbarnya ajah :D Sbenrnya yg ku maksud tetangganya, pi yang kena rumah ini...adeku nyetir kenceng bgt siH! gapapa weZ, yg penting udah dpt gmbar hehe&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Mau bersusah payah mencoba mengerti arti bahasa ’planet’ yang tak saya kenal sebelumnya seperti: rss, atom feed, permalink, html, java script dsb. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;aku, smpe skr lom ngerti jg sih.. hehe...ada yg mw bntuin?&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;24. Berpikir untuk mengambil kursus atau sekolah tentang Web Design-khususnya Blog design- secara serius, sayang harga kursus tadi terlalu mahal di sini; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;aku, mg suatu saat bs jd knyataan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;25. Jadi rajin search di Youtube, membuka koleksi foto2x , tulisan dan dokumen lama, barangkali bisa menjadi bahan tulisan; &lt;em&gt;&lt;strong&gt;aku&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;26. Tertawa saat membaca ciri2x ’blog addict’ yang tersebut di atas, karena saya juga melakukan hal yang sama. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;aku juga hahaha&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;27. Menyadari bahwa bahaya ’blog addict’ memang mengancam, dan menulis artikel ini untuk memberikan informasi pada potential ’blog addict’ lainnya (lihat point No. 16)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;layaknya 2 sisi mata uang, kebiasaan blogging punya sisi positif dan negatif. Mana yang lebih dominan tergantung bgaimana kita menjaga keseimbangan interaksi 2 dunia: dunia nyata dan dunia yang antara ada dan tiada ini. Hal lain yang perlu diingat, meski blogging dilakukan hanya untuk hobi sekalipun, bahaya seperti penggunaan waktu yang berlebihan, pengabaian keluarga, teman, lingkungan sosial dan pekerjaan karena lebih memilih menghabiskan waktu dengan blog juga patut diwaspadai. Jangan sampai kita lupa akan kodrat kita sebagai makh. sosial karena teknologi ini.&lt;br /&gt;Sebagai penutup &lt;em&gt;(biasanya penutup=doa)&lt;/em&gt;, semoga bahaya blogging di atas bisa jadi pengingat agar kita bisa menjaga keseimbangan dan gaya hidup yang sehat setiap saat. &lt;em&gt;tuh kan bener penutup= doa&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-813747355824052402?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/813747355824052402/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2008/12/pas-blogwalking-aku-ketemu-banyak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/813747355824052402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/813747355824052402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2008/12/pas-blogwalking-aku-ketemu-banyak.html' title='Blog addict'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/STXl4U3m-wI/AAAAAAAAACs/nbERbE3we8k/s72-c/DSC02354.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-8671402334186547325</id><published>2008-11-29T21:29:00.002+08:00</published><updated>2009-03-26T08:23:53.877+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iseng'/><title type='text'>Aku Menulis Maka Aku Ada</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;"Aku jelek dan miskin, tapi telah aku buktikan aku ada!" Ucapan Fantasia Barrino, pemenang American Idol 2004 berkulit hitam ini menginspirasiku. Dia-dengan segala kekurangannya- begitu yakin akan eksistensinya. Yakin! Itulah kuncinya. Eksistensi seseorang tergantung pada kemampuan berpikirnya dalam menyadari keberadaannya sendiri. Bagaimana mungkin orang lain akan mengakui keberadaannya kalau dia sendiri meragukannya..? Tak jauh berbeda dengan ucapan Rene Descartes, seorang filsuf Prancis yang juga begawan matematika, 3 abad yang lalu:"Aku berpikir, maka aku ada!"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kalau penyanyi dikenal melalui suaranya, atlet dengan sederet medali yang terpajang di dinding rumahnya, dan pelukis berbicara dengan ujung kanvasnya maka aku ingin dunia mengenalku dengan hasil penerawanganku (setelah bertapa dan puasa selama 41 malam di atas kasur hehe...) yang membuahkan blog ini. Yah...aku menulis, maka aku ada. Setidaknya di sini aku bebas menyampaikan semua ganjalan di hati yang jika di pendam terlalu dalam akan terdorong naik oleh energi yang sangat kuat yang mengakibatkan munculnya gumpalan lemak di wajah yang akan membuat siapapun teringat akan proses terjadinya gunung berapi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku pun ingin kembali aktif menulis, kegiatan yang sudah lebih 2 tahun ku tinggalkan. Banyak sekali ide-ide yang sering terlintas, yang begitu sayang untuk dibiarkan terlupa. Tak jarang dalam keseharian ku temui berbagai kejadian yang tentu jika diingat kembali setelah lama berlalu akan membangkitkan banyak kenangan. Di sinilah aku akan mendokumentasikannya. Pun aku berharap mendapat banyak kawan yang berarti juga bertambahnya pengalaman dan kesempatan...Alangkah senangnya menjadi bagian dari sebuah komunitas yang tak terbatas! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebuah pepatah arab mengatakan bahwa seorang yang berjiwa muda bukanlah orang yang hanya berdiri di bawah bayang-bayang nama besar keluarganya, tapi dialah yang berani dengan lantang berteriak:&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;INILAH AKU&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;!!! &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yah, inilah aku...seorang yang dengan segala kekurangannya berani menitipkan mimpi di lengan bintang tertinggi. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-8671402334186547325?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/8671402334186547325/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2008/11/aku-menulis-maka-aku-ada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/8671402334186547325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/8671402334186547325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2008/11/aku-menulis-maka-aku-ada.html' title='Aku Menulis Maka Aku Ada'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-926157802715199020</id><published>2008-10-15T21:51:00.002+08:00</published><updated>2009-03-29T22:05:45.257+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kajian'/><title type='text'>Belajar dari Kekhilafan Nabi Adam</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Tatkala Allah mengeluarkan Nabi Adam dan ibu Hawa dari surga, timbul pertanyaan yang perlu direnungkan: apakah Allah menurunkan mereka ke bumi sebagai hukuman karena melanggar laranganNya? Seandainya mereka tidak memakan buah khuldi apakah mereka tetap dikeluarkan dari surga, tidak diturunkan ke bumi? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Diturunkannya Nabi Adam dan istrinya ke bumi memang karena pelanggaran itu, namun mereka turun ke bumi tidak membawa dosa, karena Allah sudah menyambut taubat mereka (al baqarah 37). Semua nabi punya sifat maksum, terjaga dari maksiyat. Adapun pelanggaran yang dilakukan nabi Adam, tentu berbeda dengan maksiyat yang dilakukan selain nabi. Ada hikmah tasyri’ atau imtistal yang tersembunyi di balik itu semua. Dan diturunkannya Nabi Adam karena pelanggaran ini juga berdasarkan skenario Allah. Allah telah menyiapkan nabi adam dan anak cucunya sebagai kholifah di bumi (al Baqarah 30). Allah yang Maha bijaksana tak mungkin serta merta mengusir nabi Adam tanpa berbuat kesalahan. Kalau Nabi Adam tetap di surga, bagaimana beliau menjalankan tugas kekholifahannya di bumi?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Informasi ini memancing pertanyan selanjutnya, kalau Adam diciptakan untuk menghuni bumi lalu untuk apa Allah terlebih dahulu menempatkannya di surga? Pertanyaan ini sangat sulit dijawab karena menyangkut masalah metafisika. Sama sulitnya dengan menjawap pertanyaan untuk apa alam diciptakan. Yang dapat kita lakukan hanyalah sebatas jangkauan akal kita, mencari hikmah transitnya nabi Adam di surga. Secara sederhana dapat dikatakan hal ini agar beliau berdua mendapatkan pengalaman hidup di surga, sehingga ketika telah diturunkan ke dunia diharapkan dapat membangun bumi sebagaimana yang mereka lihat di surga. Dr Qurays Sihab dalam bukunya membumikan Al quran menyatakan bahwa melalui transit di surga diharapkan Adam dapat menciptakan bayang-bayang surga di bumi ini dan bayang-bayang itulah yang dipandang sebagai cita-cita social ajaran Islam. Dalam surat Thaaha 118-119 dijelaskan bahwa orang yang tinggal di surga tidak akan kelaparan, telanjang dan tidak kepanasan. Inilah simbolisasi dari sandang, pangan dan papan. Di surat lain Allah menggambarkan kehidupan di surga itu penuh kedamaian, keharmonisan dan tak ada dosa (56:66). Kehidupan di surga seperti inilah yang harus diwujudkan di dunia sebagai tugas kekholifahan: memakmurkan bumi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selanjutnya tatkala Allah menjadikan Adam sebagai kholifah di bumi, malaikat protes: Qaaluu ataj'alu fiiha man yufsidu fiihaa wa yasfiku ad dimaa' wa nahnu nusabbihu bihamdika wa nuqaddisu laka&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Allah menjawab: Qaala inni a'lamu maa laa ta'lamuuna &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yang tidak diketahui para malaikat itu adalah bahawa Adam mampu menyebut karakter/ rahasia nama-nama benda yang tidak mampu dilakukuan para malaikat. Kemampuan manusia untuk menyebut karakter benda-benda disekitarnya, menurut ahli tafsir sebagai simbolisasi dari anugrah Allah yang diberikan kepada manusia sebagai makhluk yang memilki kemampuan untuk mengenali lingkungan. Kemampuan berpikir inilah yang menyebabkan timbulnya ilmu pengetahuan dan teknologi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yang menarik dari jalan cerita yang dipaparkan alQuran tadi adalah protes malaikat yang disertai dengan ucapan “Sedangkan kami para malaikat ini selalu memuji dan mensucikan Engkau”. Menanggapi protes malaikat ini seakan-akan Allah mengatakan bahwa untuk menjadi kholifah di muka bumi ini tidak cukup hanya dengan bertasbih dan memujiKu, namun diperlukan kemampuan yang lebih dari itu: IPTEK. Jadi dapat dikatakan bahwa modal utama yang diberikan Allah kepada manusia adalah pengetahuan. Dan inilah yang dipertaruhkan Allah di hadapan malaikat.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-926157802715199020?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/926157802715199020/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2008/10/belajar-dari-kesalahan-nabi-adam.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/926157802715199020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/926157802715199020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2008/10/belajar-dari-kesalahan-nabi-adam.html' title='Belajar dari Kekhilafan Nabi Adam'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4425745427597096263.post-5877561543272449675</id><published>2008-10-15T21:42:00.001+08:00</published><updated>2009-03-26T08:23:33.654+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita'/><title type='text'>siapakah aku?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Perkenalkan, namaku (yang tertulis di KTP) &lt;strong&gt;Dewi Nikmatul Izzah&lt;/strong&gt;. Nama panjang ini hanya aku pakai dalam pengisisan data identitas dalam dokumen-dokumen resmi. Di surat keterangan kelahiranku yang ditulis bu bidan (sampe sekarang aku ga punya akte kelahiran loh...) tercantum nama &lt;strong&gt;Ni'matul Izzah&lt;/strong&gt;. Sehari-hari aku lebih senang memperkenalkan diri sebagai &lt;strong&gt;Ni'mah Izzah&lt;/strong&gt;. Lebih ringkas. Nama panggilanku banyak. Dulu sih waktu balita aku dipanggil &lt;strong&gt;Izzah&lt;/strong&gt;, tapi konon nama itu tak cocok denganku yang menyebabkan kondisi kesehatanku labil. Nah di sinilah perjalanan pencarian akan namaku dimulai. Wuih, bolak-balik ganti nama euy! Sampe bingung aku waktu itu...namaku tuh sapa sih?!Singkat cerita waktu ortuku menemukan panggilan yang dirasa pas mereka mengadakan jumpa pers dan dipublikasikanlah nama baruku untuk kesekian kali: &lt;strong&gt;Liyuhtada&lt;/strong&gt; alias &lt;strong&gt;Yuda&lt;/strong&gt;. Tapi ternyata itupun tak bertahan lama. Akupun back to nama asal, cuma panggilannya tetep. Inilah yang bikin buanyak orang mempertanyakan asal usul namaku, "Kok bisa dipanggil Yuda?"Seiring perkembangan jaman, 'Yuda' tetap kupertahankan walau dalam beberapa komunitas aku dikenal dengan panggilan &lt;strong&gt;Dewi&lt;/strong&gt;, yang tak kusadari bagaimana dan sejak kapan jadi nama depanku. Tak apalah, artinya juga bagus kok. Dzawi (arab) : orang yang memiliki. dewi (ind) : sejenis dewa, tapi cewek.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari semua yang tersebut diatas, yang panggilan yang paling kusukai adalah yang baru akan kusebutkan ini: &lt;strong&gt;joe&lt;/strong&gt;. Lho kok bisa? Ya bisa lah, masa ya bisa dong! Seingatku aku ngarang nama ini sama sepupu kesayanganku, Cheel (alias lilis) pas kelas 4 ( atw 5) SD. Waktu itu sih iseng aja. Eh, lha kok ternyata kebawa sampe gede. Yang familiar dengan nick name ini cuma sodara-sodara sama kawan-kawan dekatku. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sekarang kalo ada orang yang tanya namaku aku jawab sekenanya aja, kadang-kadang aku malah pinjem nama mbakku: Nia atw Lia...hehe (ga termasuk pelanggaran hak cipta kan?)Akhirul kalam, monggo kerso teman-teman mau panggil aku apa, yang penting artiya bagus, ga nyleneh dan sesuai dengan kepribadianku yang baik hati dan suka menolong ini. hihihi &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Salam...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4425745427597096263-5877561543272449675?l=gading41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gading41.blogspot.com/feeds/5877561543272449675/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2008/10/siapakah-aku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/5877561543272449675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4425745427597096263/posts/default/5877561543272449675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gading41.blogspot.com/2008/10/siapakah-aku.html' title='siapakah aku?'/><author><name>ni'mah izzah rachiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15461969891073691050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_frauW_vGEPg/Sas-qOItYuI/AAAAAAAAAGU/hkcEU--1K_Q/S220/DSC02957.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
